10 Cara Mengoprasikan TRAKTOR QUICK IMPALA

By | Oktober 19, 2020

Traktor Quick Impala merupakan traktor yang di produksi oleh CV. Karya Hidup Sentosa, yang berasala dari daerah istimewa Jogjakarta, Indonesia. CV. Karya hidup sentosa meruapakan produsen alat dan mesin pertanian dalam negeri yang selalu komitmen memberikan produk terbaiknya untuk petani Indonesia.

Traktor Quick Impala “Jagonya Manjat” di desain ringkas dan kopling yang ringan sehingga memudahkan untuk manufer dan memanjat pada lahan yang sempit. Traktor Quick Impala sangat cocok untuk lahan terasering yang sempit pada wilayah dataran tinggi. Dilengkapi dengan perlengkapan tambahan yang dapat dibeli (optional) seperti : Hitch II untuk mencapai pinggiran lahan (minggiri).

Sebelum mengoprasikan traktror quick impala, usahakan terlebih dahulu mengecek beberapa hal berikut ini :

a. Minyak Pelumas Traktor

yang pertama usahakan gear box sudah terisi Minyak Pelumas SAE 90-140 sekitar 4.6 liter, serta tekankan minyak pelumas masih juga dalam situasi yang bagus.

b. Motor Pendorong (Bahan Bakar, Oli , Air Radiator (jika menggunakan) Tekankan Bak Bahan Bakar sudah terisi bahan bakar yang sesuai tipe Motor pendorong dalam jumlah yang cukup. Tekankan Oli motor pendorong serta Air Radiator jika ada, pada keadaan yang sesuai ketetapan.

c. Status V-Belt

Tekankan V-Belt dalam status lurus, tidak dalam status miring. Status V-Belt yang miring bisa kurangi efektivitas penerusan tenaga/perputaran dari Motor Pendorong ke Pulley Penting. Karena setelah itu pemakaian V-Belt serta Pulley jadi boros (cepat hancur).

d. Penarik Kopling (Clutch Rod)

Tekankan Penarik Kopling bisa kerja secara baik, status Clutch Gear benar-benar masuk saat Clutch Handle dilepaskan / tidak diambil, serta Clutch Gear di status terlepas waktu Clutch Handle diambil. Bila Penarik Kopling belum berperan secara baik, kerjakan penyetelan dengan mengendalikan Clutch Rod Adjustment (pengontrol yang ada di muka Clutch Handle).

e. Status Penempatan Roda (Kiri serta Kanan)

Tekankan Roda dipasang secara benar, tidak terbalik kanan-kiri-nya. Check kekencangan Baut yang mengikat Cage Wheel Flange dengan Wheel Holder.

f. Keamanan Tangan Waktu Memutar Engkol Starter (Untuk Motor Pendorong yang menggunakan Diesel)

Tekankan terdapatnya ruang yang cukup aman untuk tangan waktu memutar Engkol Starter, dengan mengendalikan jarak Diesel pada roda.

CARA PENGOPERASIAN TRAKTOR QUICK IMPALA

Lihatlah keterangan-keterangan mengenai langkah pengoperasian traktor berikut ini, agar menjalankan traktor secara baik.

  1. Pengoperasian Umum

a. Langkah Hidupkan:

Tekankan V-Belt dalam status kendor/tidak kerja (tidak melanjutkan tenaga / putaran), selanjutnya hidupkan Motor Pendorong dengan alat Starter yang ada.

b. Langkah Jalankan:

Sesudah Motor pendorong dihidupkan serta gas telah ditata demikian rupa, traktor bisa digerakkan dengan mengganti status Tension Handle ke status jalan (didesak di depan). Bila dibutuhkan, pengontrol gas bisa ditata kembali lagi untuk mendapatkan perputaran yang tepat.

c. Langkah Membelok:

Traktor bisa dibelokkan dengan menarik Clutch Handle. Tariklah Clutch Handle Kiri bila pengin belok ke kiri, serta kebalikannya, tariklah Clutch Handle Kanan bila pengin belok ke kanan. Traktor membelok dengan hentikan perputaran salah satunya roda.

Berharap jadi perhatian:

  • Waktu traktor membelok, salah satunya roda traktor berperan untuk pusat tikungan serta roda lainnya selalu berjalan hingga traktor seakan-akan berputar-putar dengan roda yang diam untuk pusat perputaran.
  • Waktu traktor membelok, tekankan status operator ada di luar radius stang, sebab stang akan berayun ke samping mengikut perputaran pembelokan traktor. Ayunan ke samping ini akan mencelakakan operator bila operator ada dalam radius stang.

d. Langkah hentikan:

Untuk hentikan traktor, bebaskan Tension Handle sampai di status sangat belakang (status setop / stop).

Traktor akan stop sesaat waktu Clutch Handle Kanan serta Kiri diambil bersama. Mekanisme yang paling akhir ini ialah mekanisme untuk keadaan spesial (bisa dilaksanakan tetapi tidak dianjurkan). Berharap dikenang jika waktu melepas tarikan Clutch Handle harus bersama. Bila pelepasan tarikan tidak bersama karena itu traktor akan membelok tidak terkendalil.

  1. Pengoperasian di Sawah (untuk memproses lahan)

Untuk lakukan pemrosesan tempat, dipakai beberapa alat (implement) sebagai berikut.:

a. Luku (Single Plow)

Luku dipakai untuk membedah serta membalik tanah di proses persiapan tempat. Luku terpasang dengan menyambungkan Plow Head dengan Hitch memakai Hitch Pin. Gunakanlah luku di lubang Hitch pinggir kanan, tetapi bila diinginkan, bisa terpasang di lubang tengah atau pinggir kiri. Posisi Luku serta Frame harus diupayakan dalam status horisontal supaya pelumasan / pendinginan motor pendorong tidak terusik serta operasional traktor jadi konstan. Susunlah ulir pengontrol yang ada untuk mendapatkan kedalaman pembajakan yang diinginkan.

b. Gelebeg (Puddler)

Gelebeg dipakai untuk merusak bongkahan tanah. Di tanah yang berlumpur/benyek, proses pemrosesan tanah langsung dapat dengan gelebeg tak perlu diluku lebih dulu. Gunakanlah gelebeg di lubang pen tengah, lubang lainnya untuk cadangan.

c. Garu (Leveler)

Garu dipakai untuk meratakan permukaan tanah untuk proses paling akhir (finising) pembuatan tanah. Pasang garu di lubang pen tengah serta susunlah kemiringan garu memakai pin penyetel yang ada untuk mendapatkan kemiringan yang sesuai situasi tanah yang tengah diproses.

  1. Skema Pembuatan Tempat

Langkah pemrosesan tempat dengan traktor tangan bergantung dari situasi serta wujud tempat yang akan diproses. Di konsepnya, operator traktor harus memerhatikan arah lemparan tanah dari luku. Roda kanan traktor harus masuk ke parit sisa bajakan awalnya (ini tidak aktif di saat berbelok), untuk mendapatkan hasil bajakan yang prima. Ada 2 langkah trek yang bisa digunakan yakni: “Langkah Iris” serta “Langkah Keliling”

Untuk skema pembuatan tempat dengan keliling, pembuatan pinggir bisa dilaksanakan dengan menempatkan membajak di lubang Hitch samping kanan.

  1. Penggunaan untuk Transportasi

Traktor bisa dipakai untuk kepentingan transportasi dengan menempatkan beberapa komponen berikut:

a. Roda Karet

Gunakanlah Roda Karet untuk penggunaan traktor di jalan darat / transportasi.

(Cara penempatan saksikan hal-8)

b. Trailer (Gerobak)

Trailler bisa terpasangkan di Hitch (lubang tengah) hingga traktor konstan serta bisa dipakai untuk mengusung barang. Sebisa mungkin, gunakanlah rem di trailler, untuk keamanan transportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.