Apa kelebihan dan kekurangan if-else dalam bahasa pemrograman c++? ​

By | Januari 22, 2021

Kondisi SWITCH CASE adalah percabangan kode program dimana kita membandingkan isi sebuah variabel dengan beberapa nilai. Jika proses perbandingan tersebut menghasilkan nilai true, maka block kode program akan dijalankan.

Kondisi SWITCH CASE terdiri dari 2 bagian, yakni perintah SWITCH dimana terdapat nama variabel yang akan diperiksa, serta 1 atau lebih perintah CASE, masing-masing untuk setiap nilai yang ingin diperiksa.

Berikut format dasar penulisan kondisi SWITCH CASE dalam bahasa C:

switch (nama_variabel) {

case ‘nilai_1’:

// Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_1

break;

case ‘nilai_2’:

// Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_2

break;

case ‘nilai_3’:

// Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_3

break;

default:

// Kode program yang dijalankan jika tidak ada kondisi yang terpenuhi

}

Di awal kode program, terdapat perintah SWITCH untuk menginput variabel yang akan diperiksa. Kemudian terdapat beberapa perintah CASE yang diikuti dengan sebuah nilai. Jika isi dari variabel sama dengan salah satu nilai ini, maka blok kode program akan dijalankan. Jika ternyata tidak ada kondisi CASE yang sesuai, blok default di baris paling bawah lah yang akan dijalankan.

Di dalam setiap block case diakhiri dengan perintah break; agar struktur CASE langsung berhenti begitu kondisi terpenuhi. Mari langsung kita lihat contoh prakteknya.

Contoh Kode Program Percabangan SWITCH CASE Bahasa C

Dalam tutorial sebelumnya, kita telah membuat program menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF. Kita akan coba konversi kode tersebut menjadi struktur SWITCH CASE. Sebelumnya, berikut kode program menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF:

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

include

int main(void)

{

char nilai;

printf(“Input Nilai Anda (A – E): “);

scanf(“%c”,&nilai);

if (nilai == ‘A’ ) {

printf(“Pertahankan! \n”);

}

else if (nilai == ‘B’ ) {

printf(“Harus lebih baik lagi \n”);

}

else if (nilai == ‘C’ ) {

printf(“Perbanyak belajar \n”);

}

else if (nilai == ‘D’ ) {

printf(“Jangan keseringan main \n”);

}

else if (nilai == ‘E’ ) {

printf(“Kebanyakan bolos… \n”);

}

else {

printf(“Maaf, format nilai tidak sesuai \n”);

}

return 0;

}

Kelebihan: Struktural yang lebih rapih

Kekurangan: Kode yang terlalu rumit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.