6 Tekni Budidaya Ikan Tambakan Di Kolam Terpal Agar Cepat Besar

By | Februari 11, 2020

dewitani.com — Ikan tambakan merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup populer sebagai ikan konsumsi. Akan tetapi, tidak jarang ikan ini juga ditemukan di aquarium sebagai ikan hias. Dikalangan pencinta ikan hias, ikan ini dijuluki sebagai kissing gouramy karena hobinya mencium kaca aquarium.

Ikan yang memiliki nama ilmiah Helostoma temmincki di beberapa daerah memiliki penyebutan yang berbeda-beda. Seperti, di Jawa barat disebut dengan Terbakan, tambakan (Jawa Tengah), Ikan sapil (Sumatera Selatan), Tambakalang (Jambi), ikan poni atau biawan (Kalimantan).

Klasifikasi Ilmiah ikan Tambakan

Kingdom : Animalia
Fillum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Sub ordo : Anabantoidei
Familly : Helostomatidae
Genus : Helostoma
Species : Helostoma temminckii

Ikan tambakan memiliki badan pipih menyamping (compressed) berbentuk oval atau lonjong. Mulutnya sedikit maju dan dapat disembulkan dengan celah mulut horizontal sangat kecil.  Ikan ini memiliki sisik ctenoid, yakni apabila diraba akan terasa kasar. hal ini karena adanya duri-duri halus pada tepi sisiknya.

Jenis-Jenis Ikan Tambakan

Secara umum ada dua jenis ikan tambakan yang sudah berhasil dibudidayakan, antara lain sebagai berikut :

1. Tambakan Gibas

Tambakan jenis ini memiliki warna sisik putih kehijauan. Perut berwarna putih cerah dengan sisik yang berada di daerah pungung berwarna kehijau-hijauan atau kebiru-biruan. Mata jernih, badan buntek dan lebar tapi lembek.

Induk betina yang sudah matang kelamin perutnya membengkak mulai dari lubang genital sepanjang rongga perut. Berat tubuh dapat mencapai  5 ons hingga 1 kg perekornya.

2. Tambakan Kanyere

Memiliki warna tubuh kekuning-kuningan, dengan bentuk badan relatif lebih panjang dan lebih keras dibandingkan jenis gibas. Dua hingga tiga sisik di punggung atau di badan mengkilap, bintik mata sedikit kelabu, Jika induk matang telur perut membengkak hanya dekat lubang genital saja. Berat maksimal tambakan kanyere hanya bisa mencapai 2 ons per-ekornya.

Syarat Hidup Ikan Tambakan

Ikan tambakan merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai atau rawa. dihabitat aslinya ikan memakan phyto dan zooplankton. Ikan tambakan dapat hidup di tempat yang bersuhu hangat, berkisar 25-30 Celcius pada ketinggian 150-750 meter diatas permukaan laut.

Budidaya Ikan Tambakan

Ikan Tambakan masih belum banyak dibudidayakan. oleh karena itu, masih banyak peluang untuk mengembangkan usaha budi daya ikan tambakan ini. Pasalnya, ikan tambakan selain dibudidayakan sebagai ikan konsumsi juga dapat digunakan sebagai ikan hias untuk mengisi aquarium.

  1. Memilih Indukan Berkualitas

Ikan tambakan dapat kawin sepanjang tahun tanpa adanya waktu tertentu untuk pemijahan. Dihabitat aslinya, jika volume air meningkat, indukan akan mulai memijah di tepi sungai atau rawa, pada umumnya di bawah dedaunan atau tanaman air. Lokasi ini dipilih karena dapat melindungi telur dari angin, hujan deras, ataupun cuca panas.

Pilihlah indukan ikan Tambakan yang sehat, tidak cacat, berkualitas, dan sudah matang kelaminnya. Idealnya Tambakan yang akan dijadikan indukan sudah berumur minimal 1 Tahun. Dengan panjang badan sekitar 20 cm.

Kualitas indukan sangat menentukan hasil benih yang akan dihasilkan. Jika indukan terlalu muda dan baru pertama kali dipijahkan, biasanya akan menghasilkan benih yang tidak begitu banyak, hal ini juga berlaku pada indukan yang telah berulang kali melakukan pemijahan. Semakin banyak pemijahan, benih yang dihasilkan semakin sedikit juga.

Lantas bagaimana membedakan Tambakan Jantan dan Betina ??

Pada ikan tambakan jantan memiliki badan relatif tipis, memanjang dan lebih agresif, sedangkan tambakan betina bentuk badanya agal tebal, dan agak membulat, perilakukna tidak terlalu agresfi.

Dari segi sisiknya, tambakan jantan memiliki sisik lebih gelap dari pada betina, sisik ini terdapat pada dagu hinggga perut. Sedangkan untuk yang betina dari dagu hingga perut lebih putih, bersih dibandingkan jantanya

Apabila ditekan perutnya, indukan jantan akan mengeluarkan cairan putih. Sedangkan betina tidak.

Untuk Tambakan jantan memiliki sisi berwarna hitam yang terdapat pada punggung dan pipi hingga dagu, sedangkan Yang betina, perut mengembang dengan pangkal sirip dada berwarna kemerah-merahan.

2. Proses Pemijahan

Setelah memperoleh indukan yang berkualitas, langkah selanjutnya ialah pemijahan, Untuk memijahkan Ikan tambakan sebenarnya tidak memperlukan perlakuan khusus. Anda hanya perlu meniru kebiasaan hidupnya di alam.

Adapun luas kolam pemijahan tergantung lahan yang Anda miliki, pada umumnya antara 50 – 300 m2. Dengan kedalaman air sekitar 40-70 cm. Dengan perbandingan 1 : 1 untuk indukan jantan dan betina.

3. Mempersiapkan Kolam Pembesaran

Benih yang sudah berukuran 3-5 cm atau berumur 1 bulan perlu dipindahkan ke kolam pembesaran. Ikan Tambakan dapat dibudidayakan dalam berbagai jenis kolam, baik itu dikolam beton, kolam tanah ataupun kolam terpal. Akan tetapi, Kami menyarankan untuk menggunakan kolam terpal karena lebih praktis dan ekonomi. Adapun kepadatannya 30 ekor/m2.

Berikut ini panduan membuat kolam pembesaran dari terpal :

  • Langkah pertama, yakni buatlah lubang untuk kolam dengan ukuran kurang lebih untuk lebarnya 2,5 Meter hingga 5 Meter, sedangkan panjangnya berkisar 8 meter hingga 10 meter. Dengan kedalaman kolam 1-2 Meter.
  • Setelah itu, buatlah kerangka atau media terpal dengan ukuran yang telah ditentukan.
  • Apabila selesai membuat rangka kolam, selanjutnya Anda dapat memasang terpal di kolam tersebut.

Tips 

  • Untuk menghindari ikan terkena berbagai penyakit, terlebih dahulu kolam terpal dibersikan menggunakan larutan garam atau dapat menggunakan insektisida. Diamkan kurang lebih selama 2-3 hari.
  • Isi kolam terpal dengan air sumur, sebanyak setengah dari ketinggian kolam tersebut.

4. Pemberian Pakan

Untuk memperoleh hasil yang optimal selain memberikan pakan alami, Anda juga perlu memberikan pakan tambahan berupa dedak halus yang ditebarkan di seluruh permukaan air kolma secukupnya. Lakukan pemberian pakan sebanyak 2 kali dalam sehari pada pagi hari dan sore hari.

5. Pemeliharaan 

Untuk perawatannya Anda hanya cukup melakukan  sanitasi kolam dengan baik, yakni mengganti air kolam secara rutin 2-4 minggu sekali.

6. Pemanenan

Ikan Tambakan sudah dapat dipanen apabila sudah berumur 3 hingga 6 bulan. Idealnya ikan yang dipanen sudah mencapai panjang minimal 8 cm per-ekornya. Untuk waktu pemanenannya sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, hal ini bertujuan untuk menghindari ikan terlalu stres dan pada waktu tersebut cuaca tidak terlalu panas.

Cara pemanenanya cukup mudah yakni tdengan cara terlebih dahulu menguras air yang ada di dalam kolam atau dengan menyerok atau menjaring secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.