Inilah Cara Membuat Manisan Belimbing Wuluh Yang Baik dan Benar

By | Januari 24, 2020

Manisan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan buah segar yang sudah di lakukan sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Pada awalnya manisan buah dibuat dengan menambahkan gula atau larutan gula supaya buah tidak cepat membusuk dan lebih enak ketika dimakan.

Pada kesempatan yang berbahagiaan ini kami akan menjelaskan bagaimana cara membuat manisan dan sirup dari belimbing Wuluh.

Tanaman yang memiliki nama latin Averrhoa bilimbi. Memiliki penyebutan yang berbeda disetiap daerahnya seperti, Selimeng, limeng (Aceh), Selemeng (Gayo), Malimbi (Nias), Asom belimbing, balimbingan (Batak), Balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), balimbing (Lampung), belimbing wuluh (jawa), calincing wulet (Sunda), bhalingbhing bulu (Madura) dan masih banyak lagi lainnya.

Belimbing wuluh atau sering disebut dengan belimbing sayur Memiliki cita rasa yang asam menyegarkan. Di indonesia belimbing ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu sayuran atau campuran jamu.

Menurut berbagai penelitian yang sudah dilakukan, belimbing wuluh banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, Seperti Dapat mengontrol tekanan darah tinggi, menggobati diabetes, mengobati demam, mengobati gondokan, mengobati wasir, mengobati jerawat, mencerahkan kulit, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, ternyata ada juga orang yang tidak menyukai buah ini karena citarasanya yang asam jika dimakan. Nah bagi Anda yang tidak dapat memakan belimbing wuluh secara langsung Anda dapat mengolahnya menjadi manisan.

Berikut ini Panduan membuat manisan dari belimbing wuluh :

Untuk bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan manisan dari belimbing wuluh cukup murah dan gampang didapatkan. Antara lain sebagai berikut :

  • 1,5 Kg gula pasir
  • Air bersih
  • 1 sendok kapur sirih
  • 2 kg Belimbing wuluh yang baru dipetik

Cara Pembuatan 

Terlebih dahulu cuci bersih belimbing wuluh, kemudian tiriskan, setelah itu masukkan belimbing wuluh kedalam topels kemudian di campurkan dengan dua liter air dengan kapur sirih. Aduk-aduk hingga merata. Diamkan hingga kapur sirih mengendap di dasar toples. Untuk memperoleh hasil yang optimal lakukan perendaman selama 24 jam.

Setelah 24 jam, cuci bersih belimbing wuluh hingga tidak ada lagi kapur sirih yang menempel di buah belimbing.

Mengapa harus merendam manisan menggunakan kapur sirih ?

Perendaman dilakukan dengan tujuan agar buah tidak lembek dan teksurnya tetap renyah seperti aslinya.

Langkah selanjutnya ialah masukkan belimbing ke dalam toples, kemudian masukkan gula kurang lebih sebanyak 500 gram. Kemudian goncang-goncang atau aduk-aduk hingga tercampur merata. diamkan selama 24 jam.

Setelah di diamkan selama 24 jam,  belimbing akan mengeluarkan air. Kemudian masukkan belimbing berserta airnya ke dalam panci masak hingga mendidih. 

Setelah mendidih masukkan kembali manisan dan sisih airnya kedalam toples. diamkan selama satu malam.

Lakukan langkah-langkah diatas sebanyak 3 hingga 4 kali hingga air gula benar-benar meresap ke belimbing.

Setelah sekiranya manisan belimbing sudah manis. belimbing wuluh ditiriskan kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 2 hari. Setelah kering, manisan belimbing wuluh sudah dapat dinikmati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.