Mengapa Pupuk SP 36 Diberikan Saat Awal Tanam

By | Mei 14, 2020

Pupuk sp-36 diberikan ketika awal tanam, untuk mencukupi kkebutuhan nutrisi tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Pemberin pupuk pada media tanam dapat meningkatkan kadar hara dan kesuburan. Apalagi lahan yang sudah di gunakan berulang kali untuk bercocok tanam akan membuat tanah kehilangan unsur hara. Oleh sebab itu, untuk mengembalikan ketersediaan unsur hara di dalam tanah diperukan pemupukan.

Salah satu pupuk yang sering digunakan oleh banyak petani Indonesia ialah, pupuk sp 36.

Pupuk SP 36 adalah salah satu jenis pupuk super fosfat yang mengandung P205 Tinggi hingga 36%. Pupuk ini juga menjadi pilihan utama bagi petani padi untuk awal tanam.

Spesifikasi Hara Pupuk SP-36

  1. Kadar P2O5 total minimal 36%
  2. Kadar P2O5 larut Asam Sitrat minimal 34%
  3. Kadar P2O5 larut dalam air minimal 30%
  4. Kadar air maksimal 5%
  5. Kadar Asam Bebas sebagai H3PO4 maksimal 6%
  6. Bentuk butiran
  7. Warna abu-abu
  8. Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg

Manfaat Dan Keunggulan Pupuk SP-36

  • Tidak higroskopis
  • Mudah larut dalam air
  • Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
  • Memacu pertumbuhan akar dan sistim perakaran yang baik
  • Memacu pembentukan bunga dan masaknya buah/biji
  • Mempercepat panen
  • Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
  • Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan

Cara penggunaan pupuk SP 36

  • Untuk tanaman semusim, pupuk SP 36 sebaiknya digunakan sebagai pupuk dasar. Sedangkan untuk tanaman tahunan diberikan pada awal atau akhir musim hujan atau segera setelah panen

Sumber :

https://petrokimia-gresik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.