Pengaruh Bahan Bakar Terhadap Horsepower Engine

By | Desember 29, 2020

dewitani.com – Specific gravity diesel fuel ialah berat fuel dalam jumlah spesifik dibanding dengan berat air dalam jumlah dan pada suhu yang serupa.

Makin tinggi specific gravity bermakna makin berat bahan bakar itu dan makin besar energi atau horsepower yang bisa dibuat engine.

Specific gravity bisa diukur memakai fuel hydrometer. Pembacaan pada hydrometer memakai rasio American Petroleum Institut (API). Rasio API adalah kontradiksi dari specific gravity.

Makin besar derajat API memperlihatkan makin enteng bahan bakar itu, contoh bahan bakar yang enteng ialah minyak tanah mempunyai derajat API sejumlah 40-44.

Nilai standard derajat API engine Caterpillar ialah 35 pada 60°F (SAE – J1995).

Pembacaan Hydrometer dikuasai oleh suhu bahan bakar hingga untuk memperoleh nilai yang merujuk ke standar pabrik.

Nilai aktual yang didapat harus direvisi memakai tabel revisi yang ada pada Engine Performnce Reference.

Bahan bakar yang enteng tidak hasilkan horsepower maksimal tiada dikerjakan geprekelan pada bahan bakar sistem.

Tetapi untuk mengkompensasi keadaan itu geprekelan bahan bakar sistem tidak dibolehkan sebab usia elemen bahan bakar bisa turun karena menyusutnya dampak pemulasan.

Bahan bakar yang begitu berat menyebabkan jumlahnya deposit pada combustion chamber

Hingga bisa memunculkan keausan yang tidak normal pada liner dan piston ring.

Suhu Bahan bakar

Peningkatan suhu bahan bakar pada wilayah di antara transfer pump dan fuel injection pump atau injector bisa memengaruhi kekuatan engine.

Peningkatan suhu ini bisa berasal dari radiasi panas dari elemen engine yang lain atau sebab terhambatnya aliran kembali lagi (return line) bahan bakar ke bak.

Makin tinggi suhu bahan bakar karena itu spesific gravity– nya akan makin rendah dan nilai panas yang terdapat di dalam bahan bakar jadi menyusut.

BACA JUGA :  Perbedaan Traktor G1000 dan G3000 Boxer

Peningkatan suhu yang dibolehkan di antara transfer pump dan fuel injection pump atau injector pada engine Caterpillar ialah 38°C (68°F).

Jika bahan bakar suhu pada wilayah ini melewati nilai itu karena itu nilai horsepower harus direvisi memakai correction faktor yang ada pada Engine Performnce Reference.

Selain punya pengaruh pada horsepower, suhu bahan bakar yang akan masuk di fuel injection pump atau aliran bahan bakar (fuel gallery) juga punya pengaruh pada kekentalan bahan bakar (viscosity).

Kekentalan adalah ukuran dari kendala cairan untuk mengucur. Kekentalan tinggi bermakna bahan bakar begitu kental dan akan susah untuk mengucur.

Bahan bakar dengan kekentalan yang yang tidak pas (begitu kental atau begitu cair) bisa menyebabkan kerusakan engine.

Standard kekentalan (viscosity) bahan bakar yang akan masuk di fuel injection pump sebesar ialah 1.4 – 20 centistokes (Cts).

Kekentalan bahan bakar yang begitu tinggi bisa tingkatkan keausan pada gear train, cam dan pengikut fuel injection pump sebab makin tingginya desakan untuk penginjeksian bahan bakar.

Kekentalan bahan bakar yang begitu rendah tidak bisa sediakan pemulasan yang bagus pada plunger, barrel dan injector.

Pengabutan bahan bakar pun tidak hasilkan pengabutan yang prima dan engine sulit di-start.

Salah satunya langkah mengganti kekentalan bahan bakar pada wilayah yang ekstrim seperti wilayah dingin atau wilayah yang begitu panas ialah dengan memanasi atau mendinginkan bahan bakar.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Pengaruh Bahan Bakar Terhadap Horsepower Engine semoga bermfaat dan berguna bagi para pembaca sekalian.

Referensi :

https://penambang.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.