√ Inilah Dosis Pupuk Susulan Untuk Cabe

By | April 24, 2020

dewitani.com — Salah satu faktor terpenting dalam budidaya cabai adalah pemupukan. Pupuk bagi tanaman dapat di ibaratkan seperti makanan bagi manusia. Sama seperti manusia tanaman memperlukan makanan untuk  membantu proses tumbuh dan perkembangannya.

Secara umum proses pemupukan terbagi menjadi dua fase yakni pupuk dasar atau pupuk awal dan pupuk susulan. Pupuk awal lazimnya diberikan ketika awal mengolah dan mempersiapkan lahan. Dan untuk pupuk susulan, Sesuai namanya pupuk ini diberikan ketika tanaman sudah ditanam.

cara pemupukan susulan cabai

Untuk tanaman cabai, pemupukan susulan sangat berguna untuk mempercepat pertumbuhan tunas, daun, batang, bunga dan buah. Untuk peng-aplikasian nya ke tanaman dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan cara ditabur dan pengocoran.

Lantas cara yang Mana yang paling efektif  ?

Semuanya sama-sama bagus. Namun. Harus disesuaikan dengan kondisi musim. Jika sedang musim hujan pemupukan susulan akan lebih efektif jika diberikan dengan cara ditabur atau disebar. Sedangkan jika sedang musim kemarau maka lebih baik diberikan dengan cara pengocoran.

Penaburan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk secara melingkar di sekeliling batang tanaman. Usahkan jangan sampai terlalu dekat dengan batang karena dapat membuat daun tanaman menguning, keriting bahkan lomot. Untuk jarak idealnya ialah 15 cm dari batang utama.

Jika tanaman cabai menggunakan mulsa maka idealnya dilakukan pemupukan susulan dengan menggunakan cara pengocoran. Caranya cukup mudah yakni Anda hanya perlu melubangi mulsa tepat di sisi tanaman dengan jarak 15 cm dari batang tanaman cabai kemudian baru dapat diberikan.

Kapan Waktu Pemupukan Susulan Cabai Dilakukan ?

Secara Umum Ada 6 fase pemupukan susulan yang wajib dilakukan yakni sebagai berikut :

  1. Fase pertama, Pemupukan pada fase pertama dilakukan ketika tanaman berumur 10 -15 hari setelah ditanam dilahan. Yakni dengan menggunakan 4 kg pupuk NPK 16 yang dicampur dengan air sebanyak 250 liter. Kemudian diberikan ketanaman cabai dengan takaran 250 ml per batangnya.
  2. Fase kedua, dilakukan ketika tanaman berumur 17 hingga 24 hari, dengan menggunakan 6 kg NPK 16 yang dicampurkan 250 liter air. kemudian berikan ke tanaman cabai sebanyak 250 ml per batangnya.
  3. Fase Ketiga, pemupukan susulan pada fase ini dilakukan ketika tanaman berumur 24 hingga 30 hari. Pada fase ini tanaman cabai sudah mulai berbunga maka Anda perlu menambahkan beberapa pupuk yakni 1 Kg urea, 4 Kg NPK, 1 Kg KNO putih, 1 kg TSP, dan 1 Kg MKP. yang dicampurkan kedalam air sebanyak 250 liter. kemudian diberikan ke tanaman cabai dengan dosis 250 ml perbatangnya.
  4. Fase Ke-Empat, dilakukan ketika tanaman berusia 30 hingga 40 hari setelah masa tanam. Untuk dosis pemberianya, yakni 1 kg Urea, 4 Kg NPK, 2 Kg KNO Putih, 2 kg TSP, dan 1 Kg MKP. yang dilarutkan kedalam air sebanyak 250 liter. Kemudian diberikan ke tanaman cabai dengan dosis 250 ml untuk setiap tanaman.
  5. Fase Ke-Lima dilakukan ketika tanaman berusia 40-50 hari setelah masa tanam. Adapun takarnya yakni 6 Kg NPK, 2 Kg KNO Putih, 2 Kg TSP, 2 Kg MKP. Yang dilarutkan kedalam air sebanyak 250 liter. Kemudian diberikan ke tanaman cabai dengan dosis 250 ml untuk setiap tanaman.
  6. Fase Ke-Enam, pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman cabai sudah berusia 50 hari setelah masa tanam. yakni dengan menggunakan 8 Kg NPK, 2 Kg KNO Putih, 3 Kg TSP, 2 Kg MKP. Untuk pemberianya sama seperti fase-fese sebelumnya.

Setelah berumur 60 hari lebih tanaman sudah memasuki fase ke tujuh, pada fase ini Anda tidak perlu lagi untuk melakukan pemupukan susulan karena pada usia ini tanaman cabai sudah mengalami penurunan produksi. Ini terjadi karena tanaman sudah tua dan tidak produktif lagi.

Catatan :

Ke-Enam fase tersebut diperuntukan untuk budidaya cabai merah besar. Sedangkan untuk cabai rawit berbeda lagi.

Loh Min Kok Cabai Rawit Nggk Ada ?

Okeh, disini Admin akan menjelaskan juga secara singkat padat dan jelas mengenai pupuk susulan pada cabai.

Biasanya para petani cabai rawit menggunakan pupuk NPK sebagai pupuk susulan utamanya, Untuk pengaplikasianya anda dapat menaburkan atau dikocor dengan dosis 15-30 gram pertanamanya. Lakukan pemupukan susulan setiap 14 hari sekali. Usahakan dilakukan ketika pagi hari atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas.

Catatan :

Pemupukan diatas merupakan panduan yang umum dan tidak mutlak. Karena pada penerapan di areal lahan dapat berubah sewaktu-waktu. tergantung keadaan tanaman dan kesuburan tanah. Dan perlu Anda garis bawahi jika setiap tanah mempunyai kandungan unsur hara yang berbeda-beda. Takaran pemberian pupuk juga harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan tanaman cabai.

Bolehkah Menggunakan Pupuk Susulan Dengan Kombinasi Pupuk Kimia dan Organik ? Apakah berdampak buruk pada tanaman cabai ?

Tentu sangat Diperbolehkan dan apakah menimbulan efek samping bagi tanaman “TIDAK”.

Perlu Anda ketahui perpaduan pupuk anorganik dan organik pada pemupukan susulan tananam cabe tidak hanya menyalurkan unsur hara Makro N, P ,K. Namun lebih sekedar itu, Dengan adanya kedua jenis pupuk ini mampu memberikan nutrisi yang lengkap bagi tanaman cabai dan sekaligus menjaga media tanam tetap gembur.

Keberadaan pupuk organik terutama ketika tanaman cabe masih dalam fase pertumbuhan vegetatif itu sangat penting. Karena, pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos dapat membantu menyediakan unsur-unsur hara tertentu seperti Boron (Bo), Besi (Fe), Mangan (Mn), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca) dan lain sebagainya. Semua unsur tersebut tidak Semua terdapat dalam pupuk kimia.

Oleh sebab itu, Admin menganjurkan untuk menggunaan pupuk susulan berupa perpadun antara pupuk kimia dan pupuk organik seperti kotoran ternak. Jika diterapkan, dapat mempercepat pertumbuhan tanaman cabe.

Pupuk NPK + Kotoran Kambing

Untuk Pupuk Kimia Admin menganjurkan Anda menggunakan pupuk NPK yang sudah terbukti Baik bagi tanaman cabe. Lantas, Bagaimana jika dipadukan dengan pupuk kandang dari kotoran embekk atau kambing ?

Jelas bagus juga jika diaplikasikan ke tanaman cabai. Sebab, kotoran kambing mengandung Kalium, kalsium, fosfor, nitrogen, besi, magnesium dan beberapa unsru mikro lainnya. Selain itu, Pupuk kambing juga dapat memperbaiki struktur tanah.

Cara Pengaplikasianya

Bahan-bahan yang diperlukan :

  • Pupuk NPK 16 : 16 : 16 sebanyak 1 kg.
  • Kotoran Kambing yang sudah matang kurang lebih sebanyak 25 kg.
  • Drum yang berukuran 200 liter.

Cara Pembuatan :

  1. Masukkan seluruh kotoran kambing ke dalam drum
  2. Kemudian tambahkan air hingga drum penuh, Aduk-aduk hingga tercampur merata dan air berubah warna
  3. Tutup drum diamkan selama kurang lebih 4 hingga 5 hari.
  4. Ketika memasuki hari ke-5 tambahkan pupuk NPK. Aduk-Aduk kembali.
  5. Tutup drum kembali dan diamkan selama 1 hari.
  6. Pada hari ke enam pupuk sudah jadi dan siap digunakan untuk tanaman cabe.

Untuk pengaplikasianya cukup mudah yakni dengan pengocoran atau penyiraman langsung ke setiap tanaman cabai sebanyak 250 ml. Biasanya pemupukan ini dilakukan ketika tanaman cabai sudah berusia 15 hari setelah ditanam di lahan. Lakukan pemupukan susulan cabe dengan menggunakan pupuk ini setiap 10 hingga 15 hari sekali hingga tanaman cabe mencapai fase generatif. Apabila tanaman cabai sudah mulai berbunga dan berbuah pemupukan ini sudah dapat dihentikan.

Baca Juga :

CARA JITU MEMBUAT PUPUK HANTU UNTUK ANGGREK

7 JENIS PUPUK HIDROPONIK TERBAIK UNTUK TANAMAN

8 MANFAAT PUPUK BORON BAGI TANAMAN DAN PENGAPLIKASIANNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.