Analisis Keuntungan Budidaya Pembenihan Ikan Nila

By | Desember 24, 2020

dewitani.com – Jika Anda bertanya bisnis ikan apa yang pemeliharaannya muda, pertumbuhan cepat, dan pemasarannya juga muda? Jawabanya adalah IKAN NILA.

Selain harganya terjangkau, Pemasaranya juga tidak hanya sebatas pada pasar tradisional saja, tapi, juga merambah hingga ke super market dan rumah makan. Bahkan untuk jenis nila tertentu juga di sukai konsumen dari mancanegara.

Kebutuhan ikan nila yang meningkat ini berjalan seimbang dengan kebutuahan benih ikan nila. Semakin besar kebutuhan ikan nila konsumsi. Artinya, semakin besar pula kebutuhan benih ikan nila.

Melihat peluang yang cerah ini, bukan tidak mungkin bisnis benih ikan nila menjadi pilihan. Peluang usaha di tingkat pembenihan juga menjajikan, bahkan masih terbuka lebar. Keistimewan lain dari ikan nila ini iala pemijahanya yang mudah sebab dapat berlangsung secara alami.

Analisis Keuntungan Budidaya Pembenihan Ikan Nila

Asumsi Pembenihan Ikan Nila

  1. Kolam berupa kolam tanah kurang lebih berukuran 400 meter persegi. Kolam merupakan lahan sewa yang dipinjamkan selama 2 tahun.
  2. Indukan yang digunakan sebanyak 400 ekor, yakni 100 ekor jantan dan 300 ekor betina.
  3. Diperkirakan harga satuan indukan sekitar Rp.10.000 per ekornya.
  4. Periode pemijahan dihitung per 1,5 bulan (45 hari).
  5. Dari setiap indukan betina diasumsikan yang berhasil memijah hanya 60% atau 180 indukan betina. Jika satu indukan menghasilkan rata2 2.000 butir telur, maka jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 360.000 butir.
  6. Dari keseleruhan telur, jika diasumsikan 70% yang berhasil menetas dan hidup hingga berukuran 2-4 cm. Maka perhitunganya, 70% X 360.000 = 252.000 ekor benih.
  7. Benih nila yang berhasil dipanen berupa benih berukuran 2-4 cm.
BACA JUGA :  Inilah Cara Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Besar

Modal Investasi

KomponenJumlah BarangHarga Satuan (Rp)Total
Pengadaan Induk400 ekor10.0004.000.000
Pengadaan Kolam Induk2 unit1.000.0002.000.000
Pengadaan jaring hapa1 unit300.000300.000
Pengadaan alat-alat perikanan1 unit500.000500.000
Jumlah6.800.000

Biaya Produksi

Biaya Tetap

KomponenHarga (Rp)Masa Pakai (bulan)PerhitunganTotal
Penyusutan induk4.000.000361,5/36 X Rp.4.000.000166.667
Penyusutan Kolam2.000.000241,5/24 X Rp.2.000.000125.000
Penyusutan jaring hapa300.000121,5/12 X Rp.300.00037.500
Penyusutan alat-alat perikanan500.000121,5/12 X Rp.500.00062.500
Jumlah391.667

Biaya Variabel

KomponenJumlah BarangHarga Satuan (Rp)Total
Pakan Induk114,7 kg6.300722.925
Pakan Larva378 kg6.0002.268.000
Pupuk Kandang106 kg1.000106.000
Kapur53 kg6.000318.000
Obat-Obatan1 unit100.000100.000
Tenaga kerja satu orang
1,5 bulan900.000900.000
Jumlah4.414.925

Total Biaya Produksi

= Total biaya tetap + Total biaya variabel

= Rp. 391.667 + Rp. 4.414.925

= Rp.4.806.592

Analisis Kelayakan Usaha

Pendapatan

Hasil Produksi X Harga benih per ekor

= 252.000 X Rp.40

= Rp. 10.080.000

Keuntungan

Pendapatan – Total biaya produksi

= Rp. 10.800.000 – Rp. 4.806.592

= Rp. 5.273.408

Pay Back Periode (PBP)

= Jumlah Investasi : Keuntungan X 1 Priode

= Rp. 6.800.000 : Rp.5.273.408 X 1,5

= 2 Bulan

Revenue Cost (R/C) Ratio

= Pendapatan : Total Biaya produksi

= Rp.10.080.000 : Rp. 4.806.592

= Rp. 2,10

Maksudnya, setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1.000 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 2.100.

Penghitungan tertera di atas adalah perkiraan atau prediksi saja selaku contoh langkah lakukan analisis budidaya ikan gurame ini. Untuk hasil aslinya tinggal sesuaikan dengan proses perawatan yang Anda kerjakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.