Tips Memilih Kolam Untuk Lele Bioflok

By | Oktober 10, 2020

Salah satunya sisi penting dalam budidaya lele bioflok yakni kolam. kolam adalah tempat untuk memuat air untuk habitat lele. bioflok adalah skema budidaya intens hingga penyeleksian kolam yang sesua benar-benar dibutuhkan sebab jika salah pilih skema tidak berjalan baik serta berbuntut pada ketidakberhasilan.

Skema bioflok memakai kolam bulat untuk tempatnya. Kolam bulat diambil sebab mempunyai keunggulan yang pas dengan skema bioflok. Sebetulnya skema bioflok dapat memakai kolam bentuk lain seperti kolam persegi panjang, kolam kotak, atau kolam tipe lainnya namun membuat skema tidak prima hingga jadi besar kekuatan ketidakberhasilan.

Di dalam bioflok air perlu diaduk memakai aerator supaya kondungan oksigen di air jadi rata serta tinggi. Pada kolam bulat aerator diletakkan ditengah-tengah kolam supaya bisa mencapai kesemua sisi kolam. Sedang jika memakai kolam kotak serta aerator diletakkan ditengah-tengah, oksigen akan susah mencapai sisi pojok kolam, hingga akan berlangsung penimbunan amoniak yang bisa mengakibatkan ikan keracunan.

Fakta lain mengapa memakai kolam bulat sebab kolam bulat tidak mempunyai pojok hingga ikan akan berenang berputar-putar terus-terusan serta tidak mendapati ujungnya. Tidak sama dengan jika memakai kolam kotak yang mempunyai pojok umumnya ikan akan berenang serta stop di pojok kolam, padahan pada pojok kolam susah dapat dijangkau oksigen dari aerator hingga ikan semakin lebih gampang mati sebab keracunan amoniak.

Ukuran kolam bulat berbagai macam biasanya memiliki ukuran di antara 1 mtr. sampai 4 mtr. dengan ketinggian lebih kurang seputar 1,1 mtr.. Diisi air dengan ketinggian lebih kurang 90 sampai 100 cm. penetapan ukuran kolam umumnya berdasar luas tempat yang dipunyai atau jumlah produksi yang ingin diraih pada setiap kolam.

Di bagian tengah kolam bibuat kemiringan 5 derajat mengarah tengah kolam. kemiringan ini berperan supaya kotoran serta tersisa pakan yang tidak bermanfaat lagi bisa terkumpul ditengah-tengah hingga akan mempermudah dalam pembuangan. Disamping itu membuat flok yang sudah tercipta akan terkumpul ditengah-tengah serta teraduk oleh aerator.

Di bagian pembuangan dikasih saringan supaya ikan tidak turut terbuang di saat buang kotoran. Sedang di bagian luar dikasih pipa paralon untuk pemisah air. Maksudnya supaya air dalam kolam tidak terlalu berlebih atau meluber, jika itu berlangsung lele bisa molompat keluar. Pemisah dibikin dengan ketinggian air optimal 100 cm di kolam.

Kolam dapat dibikin berbahan terpal, bener, fiber atau memakai bahan dari semen. sekarang ini benar-benar terkenal nggunakan bahan kolam dari terpal sebab harga yang makin murah serta bisa dipindahkan geser. Tapi usia kolam terpal cuman tahan lebih kurang 2 sampai tiga tahun bergantung perawatan serta kualitas bahan. sedang kolam berbahan seperti fiber atau semen bertambah kuat tapi harga semakin lebih mahal.

Dalam budidaya lele seharusnya kita bukan hanya membuat 1 kolam saja. Mengapa? ini benar-benar berguna saat penyortiran sebab kita perlu pisahkan ikan dengan ukuran besar yang kecil supaya perkembangan lele optimal, jadi minimum kita mempunyai 2 atau 3 kolam. makin banyak anda mempunyai kolam makin baik serta mempermudah dalam perawatan.

Demikian artikel pentang memastikan kolam untuk lele bioflok jika anda ingin membuat kolam bioflok silakan baca Membuat Kolam Bundar untuk Lele Bioflok. Mudah-mudahan artikel ini berguna serta jika ada pertanyaan silakan meninggalkan pesan di kotak kometar saya siap menolong. Trimakasih.

SALAM.dewitani.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.