Analisa Modal dan Keuntungan Usaha Pembenihan Ikan Lele

By | Desember 23, 2020

dewitani.com – Pada saat panedemi ini banyak masyarakat yang berahli profesi, salah satunya yakni menjadi pembudidaya ikan lele. Ikan ini banyak di pilih masyarakat karena, pertumbuhan bobot ikan yang cepat, pemeliharaan yang muda, dan fisik ikan yang tahan terhadap serangan penyakit.

Banyaknya permintaan terhadap benih ikan lele. Berdampak baik terhadap kebutuhan beninya. Pilihan usah menjadi pembenih lele merupakan peluang usaha yang menjanjikan sebab memiliki prosospek yang cerah.

Selain kebutuhan pasarnya yang semakin meningkat dari waktu-kewaktu, pembenihan lele juga memiliki waktu pemeliharaan yang lebih singkat jika dibandingkan dengan usaha pembesaran ikan lele.

Cara Memulai Usaha Budidaya Benih Ikan Lele

Mempersiapkan Kolam Pemeliharaan Induk

Ketika hendak memulai usaha pembenihan ikan lele langkah pertama yang Anda harus siapakan ialah menyediakan kolam pemeliharaan. Adapun spesisfikasinya adalah sebagai berikut :

  1. Kolam pemeliharaan induk idealnya seluas 3 Meter X 5 Meter (Panjang X Lebar), dengan kedalaman 120-130 cm. Dengan kolam seluas ini Anda dapat menampung indukan sebanyak 15 – 45 ekor. Untuk desain kolamnya Anda dapat menggunakan kolam tembok atau kolam terpal. Tergantung kebutuhan Anda sendiri.
  2. Setelah kolam disiapkan, masukkan semua calon indukan ikan lele di dalam kolam pemeliharaan indukan. Di kolam inilah ikan akan melakukan proses pematangan sel telur dan sel sprerma.
  3. Selama dikolam pemeliharaan, berikan indukan ikan lele pakan sebanyak 1 kali dalam sehari, yakni pada malam hari sekitar pukul 19.00 hingga 20.00.
  4. Indukan yang sudah siap dipijahkan. Akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut ; Pada indukan betina perutnya akan membesar dan terasa lembek jika dipegang. Pada alam kelaminya juga terlihat bulat mengembang berwarna merah jambu. Sedangkan untuk indukan Jantan. Alat kelamin terlihat jelas (panjang) berwarna merah jambu.
  5. Tidak semua indukan yang berada di kolam pemeliharaan Akan siap memijah. Biasanya dari 15 ekor indukan, hanya 6 ekor yang siap di pijah, yakni 4 betina dan 2 jantan.
BACA JUGA :  Inilah Cara Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Besar

Proses Pemijahan Ikan Lele

Setelah diperoleh indukan yang siap memijah, tahap selanjutnya ialah proses pemijahan ikan lele. Berikut ini panduanya :

  1. Terlebih dahulu siapkan kolam pemijahan. Kurang lebih berukuran 4 X 2 Meter dengan kedalam 1 meter dan ketinggian air 25 – 30 cm.
  2. Masukkan ikan lele ke kolam pemijahan. Tidak lupa Anda harus menyiapkan KAKABAN. Apa itu kakaban ??? kakaban merupakan media untuk tempat indukan ikan lele menempelkan telur-telurnya. Kakaban terbuat dari ijuk yang disusun rapi dan di tempelkan pada sebilah kayu atau bambu.
  3. Untuk kolam yang ber ukuran 4 Meter X 2 Meter. Kurang lebih memperlukan kakaban sebanyak 15 -16 buah, yang berukuran panjang 1,5 meter dan lebar sekitar 50 cm.
  4. Lazimnya proses pemijahan terjadi pada malam hari, sekitar pukul 04.00.
  5. 1 Ekor betina dapat menghasilkan telur sebanyak 30.000 benih dalam sekali pemijahan.
  6. Setelah proses pemijahan berhasil, pindahkan indukan ikan lele ke kolam pemeliharaan induk. Indukan akan dapat dipijahkan kembali setelah 20 hingga 30 hari beristirahat.

Proses Penetasan Telur Ikan Lele

  1. Agar cepat menetas, Anda perlu menyiapkan kolam khusus untuk penetas. Untuk menghemat biaya Anda dapat membuat kolam dari terpal, dengan ukuran Panjang 4 Meter, Lebar 3 meter dengan kedalaman 50 cm. Untuk ketinggian airnya kurang lebih 10-20 cm. siapakan 9 kolam.
  2. Pindahkan kakaban yang sudah berisi telur dari kolam pemijahan ke dalam kolam penetasan. pada umumnya kakaban dipindahkan pada pukul 16.00. Kesokan harinya sekitar pukul 07.00, biasnya telur ikan lele sudah menetas.
  3. Benih ikan lele yang baru menetas berbentuk larva. ketika baru menetas larva ikan lele tidak perlu diberika pakan, sebab masih mempunyai cadangan makanan di tubuhnya. Setelah 4 hari setelah menetas baru Anda dapat memberikan pakan. Berikut ini panduan pemberian pakan pada larva ikan lele :

Proses Penyortiran

Agar pertumbuhan benih lele tumbuh dengan baik, Anda perlu melakukan penyortiran. Biasnya penyortiran dilakukan sebanyak 2 kali menggunakan baskom sortir dengan ukuran variasi sesuai ukuran benih tersebut.

Pada penyortiran pertama dilakukan ketika larva lele berumur 20 hari. pada fase ini dilakukan untuk memisahkan larva yang berukuran 2-3 cm dan 3-4 cm, dengan larva 5-6 cm.

Penyortiran kedua dilakukan setelah 7-10 hari penyortiran pertama. Adapun tujuan dilakukan penyortiran kedua ini ialah untuk memisahkan benih yang sudah berukuran 3-4 cm dan 5-6 cm.

TIPS SEPUTAR PEMIJAHAN IKAN LELE

  • Untuk kolam pemijahan, usahakan di isi dengan air yang bersih dan terbebas dari kandungan bahan kimia apapun.
  • Ketika sedang memindahkan kakaban usahakan lakukan dengan hati-hati supaya telur yang menempel di kakaban tidak terlepas dan terjatuh.
  • Ketika memberikan pakan cacing rambut. Berikan cacing yang masih hidup.
  • Ketika cuaca panas. Agar larva tidak stres, Anda dapat menambahkan air di dalam kolam kurang lebih 10-20 c,. Akan tetapi, Jika musim hujan air dapat di kurangi hingga batas ideal yang ditentukan.
  • Setelah hujna, benih sebaiknya tidak langsung diberikan pakan. Tunggu hingga 1-2 jam. setelah itu baru diberi pakan.

Bagaimana cara mengatasi bibit lele banyak yang mati ?

Pada umumnya benih bibit lele mati disebabkan oleh beberapa hal, seperti kualitas air yang tidak baik, indukan yang tidak berkualitas, indukan yang dikawinkan secara paksa (kawin suntik), dan kolam yang tidak mendukung.

Analisa Modal dan Keuntungan Usaha Pembenihan Ikan Lele

Asumsi Pembenihan ikan lele

  1. Untuk memulai usaha pembenihan ikan lele minimal Anda memperlukan lahan seluas 150 meter persegi.
  2. Lokasi Kolam yang digunakan ialah 1 kolam indukan, 1 kolam pemijahan, dan sembilan kolam untuk penetasan.
  3. Untuk menjahit terpal kurang lebih memperlukan biaya sekitar Rp.7.000 per meter persegi. Untuk kolam yang berukuran 4 Meter X 2 Meter dibutuhkan terpal seluas 7 X 5 Meter. Biaya yang dikeluarkan untuk menjahit terpal 1 kolam berkisar Rp.235.000-,
  4. Biaya peralatan kolam, yang terdiri dari kawat, kayu, paku, bambu, dan ongkos gali berkisar Rp. 40.000/kolam. Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 kolam terpal sebesar Rp.275.000-,
  5. 1 masa produksi membutuhkan waktu 2-3 bulan hingga benih lele dapat dijual.
  6. Berdasarkan pengalaman dan berbagai sumber yang sudah tim dewitani.com. Kumpulan 1 indukan betina dapat menghasilkan 30.000 ekor benih.
  7. Indukan yang digunakan yakni 5 jantan dan 10 betina.
  8. Dai total indukan yang dimiliki, hanya 40% (6 indukan) yang siap dipijahkan, yakni 2 jantan dan 4 betina.
  9. Dengan demikian, benih yang di dapat sebanyak 120.000 berukuran 5-6 cm.
  10. Jika diasumsikan per ekor benih di jual dengan harga Rp.200-, per ekor.
  11. Pakan yang diberikan selama masa pembenihan sebagai berikut. Pelet L1 (Pelet apung) sebanyak lima sak atau 150 kg. Pelet F99 sebanyak 4 sak (40 kg), Cacing rambut sebanyak 50 kaleng, Tepung 30 kg.
  12. Plastik untuk pengemasan berukuran 40 X 60 cm.
BACA JUGA :  Analisa Keuntungan Budidaya Pembenihan Belut

Biaya Investasi Pembenihan Ikan Lele

KomponenBanyaknya BarangHarga Satuan (Rp)Total
Pengadakan Indukan15 Indukan800.000800.000
Pembuatan Kolam11 unit275.0003.020.000
Pengadaan Kakaban15 unit10.000150.000
Pengadaan alat-alat perikanan1 unit500.000500.000
Pengadaan pompa air dan instalasi1 unit1.200.0001.200.000
Jumlah5.675.000

Biaya Produksi Pembenihan Ikan Lele

KomponenHarga (Rp)Masa Pakai (bulan)PerhitunganTotal
Penyusutan Indukan800.000242/24 X Rp.800.00066.667
Penyusutan Kolam3.025.000242/24 X Rp. 3.025.000252.083
Penyusutan Kakaban150.000122/12 X Rp. 150.00025.000
Penyusutan alat-alatt perikanan500.000122/12 X Rp. 500.00083.333
Penyusutan air1.200.000242/12 X Rp. 1.200.000100.000
Jumlah527.083

Biaya Variabel Pembenihan Lele

KomponenBanyak BarangHarga Satuan (Rp)Total
Cacing rambut50 Kaleng6.000300.000
Tepung Udang30 Kg5.500165.000
Pelet F9940 Kg12.000480.000
Pelet Apung L1150 Kg7.2001.080.000
Obat-obatan1 unit100.000100.000
Listrik2 bulan100.000200.000
Tenaga kerja 1 0rang2 bulan1.200.0002.400.000
Jumlah4.725.000

Total Biaya Produksi

Total biaya Tetap + Total Biaya Variabel

Rp.5270.083 + Rp.4.725.000

Rp.5.252.083

Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Lele

Pendapatan

Hasil Produksi X harga benih produksi

120.000 X Rp.200-,

Rp.24.000.000

Keuntungan

Pendapatan – Total biaya produksi

Rp.24.000.000 – Rp. 5.252.083

Rp.18.748.000

Jadi dapat disimpulan bahwadalam satu priode pembenihan Anda akan memperoleh keuntangan sebesar Rp.18.748.000.—-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.