Kenapa Harus Memilih Budidaya Lele Bioflok?

By | Oktober 10, 2020

Akhir-akhir ini banyak muncul beberapa pembudidaya lele baru yang coba keberuntungan. Ini berlangsung sebab budidaya lele sekarang ini tawarkan keuntungan yang lumayan tinggi serta siklus panenya cukup singkat jika dibanding dengan budidaya ikan tipe lain yakni cuman 2,5 sampai 3 bulan saja sedang ikan lain dapat capai 7 sampai 8 bulan.

Walau banyak tawarkan keuntungan, budidaya lele jega mempunyai rintangan yang lumayan berat ditambah lagi kita memakai skema budidaya kenvensional. Sekarang ini harga kapan makin lama makin tinggi walau sebenarnya keperluan modal terbanyak untuk beli pakan capai 75%. Disamping itu masalah yang lain seringkali ditemui sait ini makin sempitnya tempat untuk budidaya.

Membaca jumlahnya persoalan yang ditemui oleh beberapa petani lele, beberapa ilmuan coba menemukan jalan keluar lewat jalan tehnologi. Hasilnya diketemukanlah tehnologi budidaya lele skema bioflok. Skema ini digadang gadang mempunyai banyak keunggulan serta sanggup tingkatkan produksi.

Bioflok berawal dari kata bio yang berarti kehidupan sedang flok berarti gumpalan. Jadi bioflok bisa disimpulkan untuk skema yang manfaatkan bahansisa atau kotoran yang ada di kolam dengan membuatnya untuk gumpalan gumpalan kecil yang nanti menjadi makanan penambahan untuk lele.

Konsep kerja bioflok yakni mengganti senyawa organik amoniak, hidrogen sulfida ,gas metan, nitrit yang bahaya untuk kehidupan lele jadi makanan yang berprotein tinggi dengan masukkan probiotik. timbulnya bahan bahan yang beracun ini sebab tingkat oksigen di air benar-benar rendah hingga bakteri yang sanggup hidup yakni bakteri anairob. Agar bakteri yang hidup bakteri aerob karena itu kolam perlu mendapatkan suplai ogsigen yang banyak.

Untuk tingkatkan ogsigen skema perlu di aerasi dengan cara terus-terusan. Aerator (alat untuk aerasi) di letakkan ditengah-tengah kolam. Kecuali untuk tingkatkan ogsigen aerator berperan untuk mengeduk air serta pengendapan yang ada di dalam kolam.

Skema bioflok memakai kolam bulat sebab pada kolam bulat jarak di antara aerator dengan pinggir kolam sama di tiap sisinya. Dengan bentuk kolam semacam ini penebaran oksigen bisa menjadi sama sisemua sisi kolam.

Budidaya skema bioflok sanggup mengirit pakan sampai 30%. ini dapat berlangsung sebab ada makanan kaya protein tinggi berbentuk flok yang sudah ada di dalam kolam. Pakan yang irit akan tingkatkan keuntungan petani mengingat ongkos terbesar untuk beli pakan.

Waktu pembudidayaan air dalam skema bioflok didak akan ditukar hingga akan mengirit air. Ini benar-benar berguna khususnya pada wilayah yang paling susah air. Sebetulnya dalam bioflok ada air yang dibuang (untuk buang pengendapan di kolam) serta ditambah tapi jika dihitung tetap semakin lebih irit air jika dibandingkan skema konservatif. Pembuangan air dilaksanakan tiap hari 1 kali serta akan ditambah air kembali lagi tiap satu minggu sekali.

Dibandingkan dengan skema konservatif, bioflok memuat ikan semakin banyak. Dalam luas kolam yang serupa pada kolam konservatif cuman sanggup memuat ikan lebih kurang 300 sampai 500 ekor/ m3 sedang pada skema bioflok sanggup memuat sampai 1000 ekor/ m3 serta dapat bertambah. Dengan daya tampung yang semakin banyak karena itu produksi semakin lebih banyak walau lahannya terbatas.

Kolam yang bagus mempunyai pH 6 sampai 9. Untuk lele yang kecil upayakan pH air antara 6 sampai 7,5 sebab lele kecil kurang sanggup hidup pada kondiri pH tinggi.

Mudah-mudahan berguna Salam dari dewitani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.