Cara Berternak Ayam Potong Untuk Kapasitas 100ekor

dewitani.com-Bisnis ayam pedaging/potong atau broiler merupakan bisnis dengan peluang bisnis yang menjanjikan Mengapa demikian ?Karena kebutuhan ayam pedaging  terus meningkat dan menjadi lauk paling populer setiap hari. Sebelum memulai bisnis ayam pedaging, pelajari dulu cara berternak ayam potong dari tahap perawatan hingga panen. Untuk memulai bisnis peternakan ayam pedaging, Anda bisa memulai bisnis ini dari modal terkecil hingga modal terbesar.

Jika Anda mampu memanfaatkan peluang ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Dengan masa panen ayam broiler yang sangat cepat dibandingkan dengan ayam kampung, sehingga dapat dipanen dengan cepat. Ayam broiler bisa dipanen jika bobot dagingnya mencapai sekitar 2 kg lebih sedikit,Bobot 2 kg ini biasanya dicapai pada umur broiler sekitar 30 hari.

Berikut Rincian Cara Berternak Ayam Potong :

Nah, kali ini kami akan mencoba merangkum cara budidaya ayam pedaging berdasarkan pengalaman di berbagai media,dan yang sudah menjalankan bisnis ini. Kami akan membahas teknik pembibitan ayam pedaging dari doc diturunkan hingga panen.

Analisis usaha ayam pedaging

Modal komersial ayam dengan total 100 ekor tidak besar,cukup lengkapi modal sesuai kebutuhan,

  • Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang/aset bangunan yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Anda dapat menghitung biaya penyusutan dari biaya tetap yang dikeluarkan berdasarkan jangka waktu aset tersebut dapat digunakan.

Berikut adalah biaya untuk kebutuhan primer Anda:

Kandang ayam: 3 x 3 m 5 kandang = Rp. 3.000.000,00

Tempat Makan : Rp 10.000 x 10       = Rp 100.000,00

Tempat Minum : Rp 5.500 x 15         = Rp 82.500,00

Total biaya tetap:                                  Rp 3.182.500,00

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan sesuai dengan kondisi setempat

Total biaya tetap pada setiap periode tanam dianggap terdepresiasi setelah satu tahun tanam, sehingga Anda harus menanggung biaya penyusutan aset di setiap periode tanam.

Dengan demikian, biaya penyusutan yang harus dikeluarkan untuk setiap periode tanam adalah:

Rp 3.182.500 x 0,08 = Rp 254.600.

  • Harga bervariasi

Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan yang dilakukan dalam satu periode tanam atau satu kali panen.

Harga satuan Jumlah nominal peralatan

Doc Ayam potong  : 100 ekor x Rp.6000     = Rp.600.000 ,00

Pakan lengkap : 100 ekor x  Rp19.150,00    =Rs 1.915.000,00

Suplemen Organik Cair Spesialis Hewan GDM 30ml x 35hari 1.05L = Rp.50.000,-

Total biaya tetap adalah    Rp2.740.000,,00

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan sesuai dengan kondisi setempat

Informasi:

Pembelian bibit ayam potong : Rp 6000 x 100 = Rp 6.000.000.

Pembelian pakan : 19.150 X 100 = Rp 1.915.000

Pembelian Suplemen Cair Organik GDM = 30ml x 35 hari = 1,05 liter = Rp 50.000.

Total biaya variabel yang harus Anda keluarkan dalam setiap periode transplantasi adalah: Rp 2.740.000

  • Total modal

Total modal untuk usaha ayan potong kapasitas 100 ekor dalam satu periode (35 hari) Jumlah modal yang akan dikeluarkan dalam satu periode atau 35 hari adalah: Rp. 2.994.000. Angka ini diperoleh dari total biaya variabel (tidak tetap) ditambah biaya penyusutan dalam satu periode.

Rp 2.740.000 + Rp 254.600 = Rp 2.994.000

Setelah menghitung semua biaya yang diperlukan untuk memelihara ayam pedaging dan melakukan budidaya selama 35 hari, Anda harus mengevaluasi konversi pakan ke bobot badan ternak. Untuk lebih rincinya silahkan simak penjelasan berikut ini:

  1. Mengubah pakan menjadi bobot ayam pedaging dan tujuan peternakan

Bahkan jika Anda baru memulai bisnis ayam pedaging, Anda harus menghitung dengan cermat berapa banyak untuk mengubah pakan menjadi daging ayam. Hal ini berguna untuk mengetahui efektifitas sistem manajemen pakan dan pemeliharaan ayam pedaging.

Di bawah ini adalah perhitungan konversi pakan menjadi berat badan ayam yang harus bisa Anda capai agar bisa menghasilkan keuntungan yang besar,Durasi penggemukan ayam dalam satu periode maksimal 35 hari.

Model perawatan = semi permanen.

Target berat saat panen = 2 kg/ekor.

Target penambahan pakan dalam satu hari = 100g/ekor.

Target kematian maksimum (kematian ternak) = 3%, artinya dalam satukali pemeliharan , tingkat  kematian maksimum adalah 3 ekor.

Target jumlah pemeliharaan dalam satu periode = 97 ekor, dengan berat total ayam yang dipelihara = 194 kg.

Itulah beberapa catatan yang harus Anda perhatikan konsep cara berternak ayam potong. Jika Anda tidak dapat mencapai tujuan ini dalam satu periode peternakan ayam pedaging (populasi 100 ekor), maka manajemen peternakan ayam pedaging tidak ideal.

Dengan cara ini, berarti Anda harus melakukan penilaian yang ketat terhadap manajemen peternakan ayam pedaging,Berikut data penjualan ayam pedaging:

  1. Keunggulan berternak ayam pedaging

Terbukti cara berternak ayam potong keuntungan yang bisa diperoleh dari perdagangan ayam pedaging hingga 100 ekor dengan sistem semi permanen dan lebih mudah untuk menganalisa bagi pemula.Namun, sebelum menghitung keuntungan, berikut adalah pendapatan yang bisa Anda peroleh:

Pendapatan dari penjualan ayam pedaging

Dengan jumlah ayam yang dipelihara hingga 100 ekor didapatkan angka kematian sebesar 3%, sehingga jumlah ayam yang berhasil dipanen adalah 97 ekor.

Bobot ayam yang dapat dipanen setelah 35 hari pemeliharaan adalah 2 kg/ekor. Harga jual ayam potong/kg adalah Rp 25.000, yaitu penjualan yang dapat diperoleh dari satu ekor ayam adalah Rp 50.000.

Dari 97 ekor yang dipanen, total bobot yang bisa diperoleh adalah 194 kg. Artinya, hasil penjualan yang bisa diperoleh sebesar Rp. 4.850.000.

Cara menghitung keuntungan ayam pedaging

Cara menghitung keuntungan ayam pedaging adalah dengan menghitung pendapatan dikurangi biaya (modal). Untuk lebih jelasnya berikut cara menghitung keuntungan ayam pedaging/ayam potong:

Total pendapatan – total biaya

Jumlah pendapatan total 4.850.000 – modal  2.994.000 =Rp 1.856.000,00

Artinya keuntungan yang bisa diperoleh dari perdagangan ayam pedaging adalah 100 ekor dan untuk jangka waktu 35 hari (satu periode) adalah Rp. 1.856.000.

Dalam pemeliharaan peternakan unggas tentunya selain persiapan biaya tetap dan variabel. Sama pentingnya untuk memperhatikan dukungan pemeliharaan, terutama penggunaan pakan dan suplemen yang tepat.

Demikian penjelasan mengenai cara berternak ayam potong. Meski terkesan sederhana, bisnis ini membutuhkan strategi matang dan persiapan modal yang memadai. Jika Anda membutuhkan tambahan modal, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengajukan pinjaman ke bank,ataupun modal dari jalur lain dan semoga berhasil .

Leave a Comment

error: This content is protected by DMCA