Panduan Lengkap Cara Budidaya Cacing Tanah Dan Pemasarannya

By | November 2, 2019

Cacing tanah hidup ditanah yang gembur, lembab dan gelap, tidak terkena sinar matahari langsung. Oleh sebab itu cacing tanah banyak ditemui di kebun-kebun yang penuh dengan dedaunan atau disekitar kandang ternak, dibawah tumpukan sampah, di bawah pohon pisang dan lain sebagainya.

Cacing tanah akan lebih aktif ketika malam hari, dengan demikian dalam upaya membudidayakan cacing tanah yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan tempat budidaya yang sesuai seperti habitat aslinya.

Agar mendapatkan hasil yang optimal, Media budidaya cacing tanah harus memenuhi persyaratan berikut ini :

  1. Kelembaban

Kelembaban sangat diperlukan untuk menjaga kondisi kulit cacing tanah agar berfungsi dengan normal. Apabila kondisi tanah terlalu panas akan membuat kulit cacing menjadi kering dan rusak. Dan jika kondisi tanah terlalu lembab atau terlalu banyak air, akan membuat cacing kekurangan oksigen dan jika dibiarkan akan menyebabkan kematian pada cacing.

Kelembapan yang ideal untuk perkembangbiakan cacing tanah adalah berkisar 15 – 30 %.

  1. Keasaman/Ph

Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan cacing ialah berkisar antara 6,0 – 7,2. Apabila keasaman tanah terlalu tinggi mengakibatkan cacing akan mati.

  1. Tidak terkena sinar matahari langsung

Lokasi budidaya haru terlindungi dari pancaran sinar matahari langsung. Karena cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari.

  1. Lokasi tidak tergenang air

Media budidaya tidak tergenang air, jika tanah tegenang air akan menyulitkan cacing tanah untuk memperoleh oksigen. Ciri khas apabila cacing tanah kekurangan oksigen adalah ia akan keluar dari lubangnya untuk menghirup oksigen.

  1. Tanah harus gembur

Tanah yang tidak gembur akan mempersulit cacing untuk berkembang biak, selain itu akan mempersulit cacing dalam mencari makanan.

  1. Temeratur/Suhu

Suhu yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah akan mempengaruhi proses fisiologi cacing tanah itu sendiri. Seperti pernapasan, pertumbuhan, perkembang-bikaan dan metabolisme. Adapun suhu yang baik ialah berkisar 15 – 25 0 C.

TEMPAT PEMELIHARAAN

Biasanya para peternak cacing tanah menggunakan media bak untuk pemeliharaanya, dalam menggunakan media bak Anda dapat menggunakan media bak yang permanen atau yang semi permanen.

  1. Bak Permanen

Bak permanen biasanya dibuat dari bahan batako yang dicampur dengan semen dan pasir. Bentuknya seperti kolam ikan atau bak mandi, sedangkan untuk ukurannya sesuai selera Anda. untuk menampung 1000-2000 bibit cacing tanah dewasa, idealnya bak harus berukuran 2,5 meter, lebar 75 cm, dan tinggi 30 cm.

  1. Bak Semi Permanen

Dalam pembuatan bak ini dapat menggunakan bahan dari ember plastik, besek, papan kayu, tong dan lain sebainya. Apabila menggunakan ember plastik, pilih yang berbentuk oval yang berukuran 50 X 40 X 25 CM, demikian pula apabila menggunakan bahan dari besek dapat memilih ukuran seperti tersebut atau tergantung dari ukuran yang Anda beli di tokok.

Bahan bak  seperti ember, besek maupun papan kayu kemudian ditempatkan diatas rak yang tersusun dari kayu renga. Sehingga dapat menghemat tempat, mudah untuk dipindah-pindahkan.

Simak Juga  : Panduan Praktis Cara Budidaya Ulat Sutera

BAHAN MEMBUAT MEDIA HIDUP CACING TANAH

Media atau sarang untuk cacing tanah daapt dibuat dari berbagai macam bahan. Sarang atau media ini selain berfungsi sebagai tempat hidup dan berkembang biak juga sebagai sumber makanan. Oleh sebab itu semakin banyak bahan yang digunakan maka semakin sedikit pula makanan yang Anda berikan.

Bahan-bahan untuk membuat sarang cacing:

  • Serbuk gergaji/sekam/jerami
  • Dedak padi
  • Kotoran ternak (ayam, atau sapi)
  • Daun atau rumput kering

Cara Mengolah Bahan Tersebut :

  • Cincang halus bahan-bahan yang sekiranya masih terlihat panjang atau berukuran besar. Kecuali kotoran ternak tidak perlu dicincang.
  • Semua bahan kecuali kotoran ternak, dimasukkan pada suatu wadah dan diberi air secukupnya kemudian adu-aduk hingga rata. Setiap satu minggu sekali Anda cek kemudian apabila airnya kurang tambahkan air lagi, usahakan jangan sampai tergenang.
  • Setelah sekiranya bahan tersebut sudah matang, langkah selanjutnya adalah mencapurkannya dengan kotoran ternak, dengan perbandingan 70 % dari bahan campuran dan 30 % dari kotoran ternak. Tambahkan kapur tembok secukupnya.
  • Setelah tercampur rata. Diamkan selama 24 jam. Kemudian dimasukkan ke dalam bak yang telah disediakan.

Persiapan Bibit Cacing Lumbricus Rubellus

Untuk mendapatkan bibit cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus Anda dapat mencarinya di habitat aslinya, seperti di sawah, dibawah permukaan sampah.  Atau Anda dapat membeli bibit cacing ke peternak lain. Harga bibit cacing tanah dipasaran sekitar 175.000 hingga 225.000 per kilonya. satu kilonya kira-kira berisi sekitar 1.000 sampai 1250 ekor bibit cacing tanah yang sudah siap untuk bertelur.

Adapun ciri bibit yang baik adalah berwarna merah terang, usia sudah 3 bulan keatas, lincah dan gesit, sensitif jika disentuh. Sementara cacing yang sakit ditandai dengan keluarnya cairan kuning dari kulitnya.

Pemindahan Bibit Cacing

Sebelum media atau sarang diberi bibit cacing. Anda perlu mengukur Ph tanah. Anda dapat menggunakan termometer atau kertas lakmus. Akan tetapi jika tidak ada kedua alat tersebut, Anda dapat mengetes ph tanah dengan cara yang sederhana, yakni dengan memasukan bibit sedikit demi sedikit, antara 5 – 10 ekor bibit.

Apabila media atau sarang tersebut memenuhi syarat, tidak mengandung bahan beracun, zat-zat kimia yang tidak disukai cacing atau Ph-nya terlalu tinggi atau terlalu rendah maka cacing tidak akan mau bersarang dan akan tetap berada di permukaan media.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya media yang demikian diproses kembali (Anda dapat menyiram dengan air dan disaring, sampai tidak ada air yang berwarna coklat menetes), perlu diingat media yang digunakan  harus dalam kondisi tidak tergenang air. Apabila cacing masih juga berada di permukaan maka, Anda harus membuat media yang baru.

Pemberian Pakan Cacing

Untuk mengurangi biaya pakan Anda dapat memberi pakan cacing dengan sampah organik atau sampah dapur, kotoran ternak (ayam, sapi, atau kotoran binatang yang lainnya). Usahakan kotoran yang digunakan adalah kotoran yang sudah benar-benar matang, ciri kotoran yang sudah matang adalah sudah tidak panas lagi.

Untuk menghasilkan cacing tanah yang gemuk dan berkualitas makan pakan harus terdiri dari kotoran hewan yang dicampurkan dengan kompos hijauan dengan perbandingan 2 : 1. Selain itu Anda juga dapat menambahkan dedak atau konsetrat.

Penanggulangan Hama

Hama pengganggu cacing berasal dari binatang lain seperti, ayam, kodok, tikus, semut, kelabang, lintah, kumbang, tikus, bebek, kadal, kutu, dan lain sebagainnya. Hama-hama tersebut dapat menghabiskan cacing-cacing atau kokon yang ada dengan berbagai cara, sehingga dapat menggagalkan usaha budidaya Anda.

Adapun untuk penanggulangannya adalah dengan membuat kandang dari bak tembok, untuk mencegah agar katak tidak dapat melompat masuk ke kandang, sebaiknya kandang diberi tutup kawat kassa dengan lubang yang agak lebar, supaya sirkulasi udara kandang tetap terjaga. Akan tetapi jika Anda menggunakan media semi permanen Anda dapat menempatkan media budidaya dalam rak susun lalu pada setiap kaki rak diberi kapur ajaib (kapur anti serangga).

Proses Panen

Cacing tanah sudah mencapai dewasa sekitar umur 2 -3 bulan. Pada umur ini sebenarnya cacing sudah dapat dipanen, akan tetapi kebanyakan petani cacing lebih menyukai memanen cacing ketika sudah berumur 4 bulan. Hal ini karena pada umur tersebut adalah masa produktif untuk bertelur. Masa produktif cacing tanah hingga 7 bulan, sehingga panen pada umur 4 bulan cacing sudah dapat digunakan untuk indukan atau bibit.

Ada dua cara untuk memanen cacing tanah yakni :

  1. Dengan bantuan lampu petromak atau lampu neon.

Caranya cukup mudah yakni, lampu petromak atau neon digantung atau diletakkan di atas bak-bak media cacing, apabila salah satu sis bak disinari, maka cacing akan berkumpul di bagian sisi yang lain yang tidak terkena caha, sehingga mempermudah Anda dalam memisahkan cacing dengan media sarang.

  1. Dengan membalik

Cara ini diperuntukan untuk media semi permanen, cara pemanenan ini hanya dengan cara membalik media, cacing tersebut akan berkumpul sehingga mempermudah untuk memisahkan cacing dengan media sarang.

PASCA PANEN

Apabila cacing tersebut setelah dipanen tidak langsung dijual, sebaiknya ditempatkan di bak-bak khusus untuk penampungan sementara tentu harus diberi media secukupnya dan juga diberi pakan.

Simak Juga  :

Cara Mengolah Cacing Tanah Untuk Pakan Ternak

Manfaat Cacing Untuk Kita dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.