Manfaat Cacing Untuk Kita dan Lingkungan

By | November 2, 2019

Dikota-kota besar, sampah menjadi masalah yang sulit ditangani, memusnahkan sampah tersebut memperlukan biaya yang sangat besar dan banyak menimbulkan masalah. 45-50 % sampah yang ada di kota merupakan bahan organik, seperti kertas, daun-daun, kulit buah-buahan atau sayuran dan lain-lian limbah rumah tangga.

manfaat cacing tanah

manfaat cacing tanah

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa kota besar di luar negeri seperti di Italia bagian utara, cacing tanah sudah dibudidayakan untuk pelumat sampah paling efektif. Sampah organik yang tertumpuk di suatu tempat, dimana tempat tersebut dipelihara cacing.

Penelitian pemanfaatan cacing tanah sebagai pemusnah sampah di Indonesia juga pernah dilakukan, khususnya cacing tanah yang dipelihara di bak sampah keluarga/rumah tangga.

Setiap rumah tangga memelihara bibit cacing tanah sebanyak 0,25 kg dalam bak sampah. Diketahui bahwa hasil penelitian tersebut cukup positif.

Tentu saja dalam usaha memanfaatkan cacing tanah sebagai penghancur sampah, diperlukan persyaratan, antara lain sebagai berikut :

  1. Jumlah/volume sampah yang dibuang tidak bole lebih dari kapasitas/berat cacing yang ada.
  2. Tempat bak sampah harus lembab dan terlindungi dari sinar matahari secara langsung.
  3. Sampah harus lebih dahulu dipisahkan dari sampah non organik, seperti sampah plastik, kaleng, kaca dan lain-lain. Sampah sejenis ini tidak dapat dimakan oleh cacing.

Penyubur Tanah

Dalam kehidupannya, cacing tanah membuat lubang-lubang dalam tanah, memakan sampah-sampah dan kotoran-kotoran yang ada di sekitarnya sehingga menghasilkan kotoran cacing. Dari siklus kehidupannya, cacing tanah sedikitnya menyumbang :

  1. Dengan adanya lubang-lubang dalam tanah berarti meningkatkan daya serap air permukaan, akar tanaman bisa leluasa dalam pertumbuhannya, bernafas dan mampu mengurangi stagnasi pada waktu musim hujan.
  2. Kotoran cacing yang bercampur dengan tanah atau bahan lainnya disebut cacting beserta humus, secara langsung dapat memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah, dengan demikian tanah menjadi subur dan gembur.
  3. Kotoran cacing tersebut merupakan pupuk yang sangat baik sehingga berfungsi untuk menyuburkan lahan pertanian.
  4. Dapat digunakan untuk mengolah limbah bahan organik sisa industri. Sehingga menghasilkan pupuk organik dalam jumlah yang banyak.

Bahan Makan

Dari berbagai hasil penelitian dapat diketahui jika cacing tanah mengandung protein yang sangat tinggi, mencapai 70 % , protein cacing tanah terdiri dari asam-asam amino esensial yang lengkap, jika dibandingkan dengan beberapa sumber protein hewani lainnya tidaklah kalah mutunya.

Di beberapa negara maju cacing tanah telah dikembangbiakkan bukan saja untuk kebutuhan pakan ternak, bahkan untuk makanan manusia, yang amat lezat dan bergizi tinggi, seperti worn burger, worn sphageti, cripsy ear worm.

Di philipina, cacing tanah diolah menjadi makanan gorengan atau perkedel, dan di Perancis banyak restoran-restoran verne de terre, yang artinya restoran yang memakai cacing tanah sebagai campuran dalam bahan makanan yang disajikan.

SEBAGAI PAKAN TERNAK DAN IKAN

Cacing tanah sebagai makanan ternak digunakan dalam bentuk tepung dicampurkan dengan bahan lainnya. Penggunaan tepung cacing tanah dalam ramsum ternak tergantung pada jenis ternaknya, biasanya 10 – 25 %.

Dari hasil penelitian kandungan protein tepung dari cacing tanah lebih tinggi dibandingkan dengan daging, tepung ikan, dan kacang kedelai. Selain itu kandungan asam aminonya paling lengkap, tidak berlemak dan tidak bertulang sehingga mudah dicerna karena seluruh tubuhnya dapat digunakan. Tepung cacing tanah dipakai dalam pembuatan ransum ayam, itik, burung, ikan, udang dan lain-sebagainnya.

Simak Juga : Cara Mengolah Cacing Tanah Untuk Pakan Ternak

OBAT DAN BAHAN KOSMETIK

Beberapa penelitian menyebutkan jika cacing tanah mengandung asam amino lebih tinggi dibandingkan dengan bahan hewani lain. Diataranya mengandung  arginin 8,9 %, lysine 8,1 % dan valine 6,4 %. Selain itu, cacing tanah juga mengandung enzym selulosa dan ciguase, sehingga bergauna untuk memperbaiki pencernaan.

Di dalam tubuh cacing tanah juga terdapat bahan hayati berupa zat aktif enzym lumbri kinose. Bahan ini berguna untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi ataupun darah rendah. Cacing tanah tidak saja dapat menyembuhkan penyakit infeksi, enzym peroksida dan katalase yang terkandung di dalamnya bermanfaat menyembuhkan penyakit degeneratip. Antaralain diabetes, kolesterol tinggi dan rematik.

Dalam dunia pengobatan tradisional Cina, cacing tanah dipergunakan dalam ramuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti :

  1. Penyakit Typus. Caranya, cuci bersih 5 – 7 ekor cacing tanah kemudian jemur hingga kering, setelah kering rebus dengan air secukupnya setelah tinggal sepertiganya diminum dengan dicampur kuning telur ayam kampung dan madu.
  2. Mata bengkak merah. Caranya, cuci bersih 10 ekor cacing tanah, kemudian dipanggang hingga menjadi abu, lalu abunya diminum dengan air teh, sekali minum gunakan 10 gram.
  3. Sakit gigi. Caranya, abu cacing dicampur dengan sedikit garam untuk kemudian digosokkan pada gusi.
  4. Lidah membengkak. Caranya, cuci bersih cacing kemudian larutkan dalam garam setelah mencair digunakan cairan itu untuk dioleskan pada lidah yang membengkak.

Selain digunakan sebagai obat, cacing tanah banyak dimanfaatkan oleh pabrik kosmetik di dalam dan luar negeri. Di dalam cacing tanah tersimpan kandungan alfa tikoferol yang lebih baik dibandingkan vitamin E. Apabila diguanakan sebagai bahan kosmetik, terutama untuk pelembab kulit.

Cacing tanah yang sudah berusia empat bulan keatas mengandungcrude oil kadar tinggi yang bermanfaat untuk menghaluskan wajah.

Baca Juga :

Panduan Lengkap Cara Budidaya Cacing Tanah Dan Pemasarannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.