Inilah Urutan Daur Hidup Capung Yang Menguntungkan Bagi Petani

By | Desember 19, 2019

Capung atau yang dalam bahasa inggris disebut dengan dragonfly,merupakan hewan yang sudah hidup sejak 300 juta tahun yang lalu. Hewan ini merupakan penerbang yang handal, yang ditunjang dengan struktur sayap yang unik, hal inilah menjadikan hewan ini memiliki kemampuan untuk terbang jauh.

Biasanya Capung dapat dijumpai di daerah yang dekat dengan sumber air, seperti sungai, danau, kolam, atau pinggir pantai. Salah satu tanda jika kondisi air disuatu daerah dalam kondisi baik ialah adanya capung.

Klasifikasi Capung

Kingdom : Animalia
Phyllum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo / Bangsa : Odonata
Famili / Suku : Libellulidae
Genus / Marga : Pantala
Spesies / Jenis : Pantala flavescens.

Ciri-ciri  / Morfologi Capung

Secara umum hewan ini memiliki dua buah mata yang berada di bagian kepala. Mata ini berukuran sangat besar dan hampir berbentuk bulat sempurna. Dengan mata yang besar ini capung dapat melihat ke segala penjuru arah, hal ini karena mata capung dilengkapi dengan sistem mata majemuk, yang mengandung kurang lebih 30 ribu lensa individu.

Capung memiliki bentuk tubuh panjang yang ramping seperti jarum, memiliki 2 pasang sayap yang selalu dalam posisi tegak menyatu di atas punggungnya ketika sedang hinggap di dahan atau ranting. Capung memiliki kaki sebanyak 3 pasang (6 kaki), capung memiliki warna dan corak yang beraneka ragam sesuai jenisnya. Ukuran kepalanya lebih besar dibandingkan badannya.

Jenis-Jenis Capung

Setidaknya ada 21 jenis capung yang sudah berhasil di identifikasi di Indonesia, yang terbagi menjadi dua sub ordo yakni Anisoptera sebanyak 13 jenis dan Zygoptera sebanyak 8 jenis. Antara lain sebagai berikut ;

AnisopteraZygoptera
Orthetrum sabinaPseudagrion pruinosum
Orthetrum testaceumPseudagrion rubriceps
Diplacodes trivialisAgriognemis femina
Potamarcha congenerCopera marginipes
Crocothemis serviliaLibellago lineata
Pantala flavescensRynochipa fernestrata
Tholymis tillargaProdasineura autumnalis
Zyxoma obtusum Pseudagrion microchepalum
Paragomphus reindwardtii
Macrogomphus paralellogramma
Neurothemis terminata
Brachythemis contaminata
Ictinogomphus decoratus

1. Sub Ordo Anisoptera 

 

Orthetrum sabina

Orthetrum testaceum

Diplacodes trivialis

Potamarcha congener

Crocothemis servilia

Pantala flavescens

Tholymis tillarga

Zyxoma obtusum

Paragomphus reinwardtii

Macrogomphus paralallograma

Neurothemis terminata

Brachythemis contaminata

Ictinogomphus decoratus

2. Sub Ordo Zygoptera

Pseudagrion pruinosum

Pseudagrion rubriceps

Libellago lineata

Rinochypa fernestrata

 

 

Prodasineura autumnalis

Pseudagrion microcephalum

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER GAMBAR : http://urwahfairish24.blogspot.com/.

Cara Capung Berkembang Biak

Capung berkembang biak dengan cara bertelur (Ovipar). Hewan ini akan menaruh telurnya di dalam air, biasanya di sela-sela tumbuhan air. Capung hanya akan menaruh telurnya di perairan yang memiliki kualitas yang bagus, bersih dan terbebas dari polusi.

Perlu Anda ketahui capung merupakan hewan yang setia terhadap pasangannya. Setelah melakukan perkawinan dan capung betina mengandung telur, Capung jantan yang menjadi pasangannya akan selalu mengintil atau mengikuti kemanapun capung betina pergi hingga capung betina selesai meletakkan telurnya.

Baca Juga : Ciri-Ciri Capung Yang Jarang Diketahui Orang

Penjelasan Tentang Daur Hidup Capung

Tidak jauh berbeda dengan belalang, Siklus hidup capung berlangsung cukup lama, yakni dari telur hingga menjadi capung dewasa memperlukan waktu bertahun-tahun. Berikut ini merupakan ringkasan dari metamorfosis hidup capung yang perlu anda ketahui :

Tahap Pertama – Telur Capung

Setelah sudah menyelesaikan perkawinan, capung betina akan meletakkan telurnya di dalam air, Telur yang dihasilkan kurang lebih sekitar 100 ribu, Telur-telur ini diselimuti dengan lendir, berbentuk bulat, berwarna hitam, dan jika dipegang akan menimbulkan sensasi licin. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu hingga 5 minggu telur akan menetas menjadi larva.

Tahap Kedua – Larva Capung

Fase selanjutnya setelah telur menetas ialah menjadi larva. larva capung akan hidup di dasar air, Dengan bantuan alat pernafasan  insang internal.

Meskipun termasuk kedalam binatang air, berdasarkan uji coba yang penulis lakukan, larva capung masih dapat hidup jika dipindahkan ke lokasi yang tidak air hingga berjam-jam lamanya.

Tahap Ketiga – Nimfa Capung

Tahap nimfa merupakan kelanjutan dari larva capung yang sudah dewasa, Pada tahap ini berlangsung cukup lama hingga memakan waktu kurang lebih 4 tahun. Pada fase ini nimfa capung akan menjadi hewan yang peradotor yang ganas.

Dibandingkan nimfa serangga lainnya, nimfa capung berukuran lebih besar bahkan dapat memangsa berudu serta ikan-ikan kecil.Apabila makanan sulit didapatkan nimfa cabung akan bersifat kanibalisme atau akan memakan nimfa lainnya.

Selanjutnya nimfa capung akan mengalami beberapa pergantian kulit eksidis, Pergantian kulit pada nimfa capung akan terjadi hingga 8 – 12 kali. pada umur 4 minggu nimfa capung sudah mulai berganti kulit.

Langkah Keempat – Capung Dewasa

Setelah melewati fase nimfa capung akan menjadi capung dewasa. Pada umumnya capung dewasa akan merayap keluar dari air dengan menggunakan bantuan dedaunan atau benda-benda lain yang berada di air. Hewan ini dapat dikatakan menjadi capung dewasa jika ia sudah terlebas dari kulit nimfanya. Setelah menjadi capung sempurna hewan ini dapat hidup selama dua hingga empat bulan.

Kebiasaan Makan Capung

Capung merupakan hewan yang termasuk pemakan daging (karnivora). lebih tepatnya capung memakan nyamuk, ngengat, lebah, kupu-kupu, semut, rayap, lalat dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, cara makan capung terbilang unik. karena setelah mendapatkan mangsanya capung akan merobek-robek mangsanya hingga membentuk gumpalan-gumpalan hingga akrinya ia akan memakannya.

Baca Juga : Arti Capung Masuk Rumah Pada Malam Hari Menurut Islam

Manfaat Capung Bagi Petani

Keberadaan Capung sangatlah menguntungkan bagi petani, terutama petani padi, nimfa capung menjadi salah satu pemberantas alami beberapa hama, seperti wereng, lalat buah, kutu, dan serangga hama lainnya. Selain itu capung juga membantu manusia dalam mengurangi populasi nyamuk di alam, yakni capung memangsa jentik-jentik nyamuk.

Akan tetapi pada saat ini keberadaan capung sudah mulai langkah, banyak areal persawahan yang sudah bergantung kepada penggunaan pestisida untuk memberantas hama. Hal ini menyebabkan capung dan serangga-serangga lain yang tidak tahan terhadap pestisida pergi.

Sebegitu pentingnya peran capung bagi keberlangsungan ekosistem alam dan kehidupan manusia, sudah saatnya kita bergerak untuk mulai memperhatikan kelestarian hidupnya. Hal yang paling mendasar yang dapat kita semua lakukan adalah dengan merubah pola hidup, yakni dengan selalu merawat dan menjaga lingkungan perairan yang ada disekitar kita agar selalu dalam kondisi yang bersih, jangan membuang sampah atau limbah-limbah lainnya ke perairan.

Demikianlah pembahasan tentang daur hidup capung, semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca semua apabila ada pertanyaan silakan komentar dibawah…

SALAM LESTARI….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.