Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Tawes Agar Cepat Besar

By | Februari 6, 2020

dewitani.com — Ikan tawes (Puntius Javanicus) merupakan ikan air tawar asli Indonesia Ikan ini banyak ditemukan di sungai, danau, payau dan parit-parit, Ikan ini merupakan salah satu ikan konsumsi ekonomis yang harganya terangkau oleh masyarakat. Ikan tawes memiliki nama lain yakni wader atau putihan.

Ikan ini memiliki ciri-ciri, badanya memanang dan pipih ke samping. Bentuk punggungnya seperti anak panah dengan moncong runcing, dan memiliki dua pasang sungut (kumis) kecil seperti ikan mas. Sisiknya berwarna putih keperakan. Sedangkan di bagian punggungnya berwarna sedikit lebih gelap dan pada bagian pertunya berwarna lebih putih.

Jenis-Jenis Ikan Tawes

Setidaknya ada 4 jenis ikan tawes yang sudah di ketahui di Indonesia. Antara lain sebagai berikut :

  1. Tawes biasa, tawes jenis ini memiliki sisik berwarna kelabu. Jenis ini sudah menjadi bentuk umum dari tawes yang sering dibudidayakan oleh masyarakat. Tawes ini terbilang mudah untuk di temukan di habitat aslinya.
  2. Tawes Albino. Sesuai namanya tawes ini berwarna albino. Tawes jenis ini sangat sulit untuk ditemukan.
  3. Tawes Silap. Memiliki sisik berwarna putih kelabu, hampir sama seperti tawes biasa. Sehingga sulit membedakan mana yang ikan tawes silap dan mana yang ikan tawes biasa. Tidak jauh berbeda dengan tawes albino tawes silap juga jarang ditemukan.
  4. Tawes kumpay. Ciri fisik ikan tawes kumpay ialah memiliki sirip dada dan sirip ekor yang relatif panjang. dan sisiknya berwarna putih kelabu. Tawes kumpay juga sulit untuk ditemukan.

1. Kebiasaan Hidup Ikan Tawes

Di habitat aslinya, ikan tawes merupakan ikan penghuni sungai berarus deras. Ikan ini memiliki ketahanan hidup di payau hingga 7 per mil.

Hal ini dapat dibuktikan dari dari perkembanganya yang pesat di daerah cengkareng yang dikenal dengan airnya yang basah asin sehingga sangat cocok dipelihara di waduk, bak dengan agak asin, dan sawah.

2. Kebiasaan Makan

Ikan ini termasuk kedalam ikan pemakan segalanya (omnivora). Hal ini dapat dibuktikan ketika kita memancing menggunakan umpan cacing ikan ini langsung memakannya. Akan tetapi, secara alami ikan ini lebih banyak memakan tumbuh-tumbuhan air.

3. Cara Berkembang biak Ikan Tawes

Di alam, ikan ini termasuk kedalam ikan yang mudah untuk berkembang biak. Oleh sebab itu, Ikan ini tidak terlalu sulit untuk di kembangbiakan di kolam.

Di habitat aslinya, pada umumnya ikan memijah pada awal musim hujan, ketika permukaan air naik. Akan tetapi, ikan ini gampang di kawinkan setiap saat. tanpa mengenal musim dengan terlebih dahulu memanipulasi lingkungan. Di alam, ikan ini mulai matang kelamin pada umur sekitar 1 tahun. Pada ikan jantan, kematangan kelamin menjadi kelamin terjadi lebih cepat, sekitar 6-8 bulan.

Pada dasarnya ikan ini dapat dikembangbiakan hingga pada ketinggian di bawah 1.100 meter diatar permukaan laut. akan tetapi, idealnya ikan tawes di kembangbiakan pada ketinggian di bawah 500 meter diatar permukaan laut.

Telur ikan tawes bersifat demersial atau melayang bersahabat dasar kolam. Bila air bak di gerakkan, telur ikan yang karam di dasar bak akan kembali melayang.

Jadi, sebaiknya penetasan telur dilakukan pada corong penetasan yang dilengkapi pedoman air dari bawahnya. Jadi, telur tawes tetap mengapung dan tidak terkumpul didasar yang akan menimbulkan telur busuk.

Telur yang baru terbuahi biasanya bergaris tengah 1 mm. Bila sudah beberapa ketika dalam air, telur tersebut akan menjelma lebih besar dengan garis tengah 2 mm. Untuk pemijahan ikan tawes, sanggup memakai kelenjar hipofisa/ovapim.

4. Proses Pemijahan

Selama proses pemijahan ikan tawes memperlukan pasokan air yang baru dan segar (air yang mengalir). Selain air baru, bak yang akan dipakai untuk memijah harus mendapatkan perlakuan khusus terlebih dahulu. Hal ini bertujuan biar pelaksanaan pemijahan sanggup berlangsung dengan baik.

5. Kolam Pemijahan Ikan Tawes

Idealnya kolam pemijahan berbentuk persegi panjang dengan luar tidak kurang dari 200 meter persegi. Dasar kolam tidak perlu berlumpur serta harus dilengkapi dengan kemalir selebar 40 cm dan kedalaman 20 cm. Dengan adanya kemalir akan mempermudah dalam penangkapan benih ikan tawes.

6. Pemijahan Ikan tawes

Pada pukul 16.00, biasanya para pembudidaya akan memperbesar debit air ke dalam kolam hal ini bertuuan untuk merangsang ikan tawes untuk berkembang biak. Biasanya, indukan akan mulai kejar-kejaran. dan pada pukul 19.00 hingga 22.00 indukan akan mulai memijah.

Biasanya pemijahan akan terjadi di bagian tepi yang lebih dangkal. Ikan tawes yang telah selesai memijah akan tetap dibiarkan di kolam pemijahan. Telur akan menetas kurang lebih sekitar 13 jam setelah masa pemijahan pada suhu 22 hingga 32 derajat celcius.

Selama proses pemijahan berikan pakan tambahan berupa pelet, dedak, daun singkong untuk indukan. Sedangkan untuk benih-benih tawes Anda cukup memberikan dedak halus.

Setelah 25 hari setelah benih menetas. kolam dikeringkan untuk memindahkan benih ke kolam pembesaran.

7. Kolam Pendederan

Pada umumnya kolam yang digunakan untuk pendederan ikan tawes berukuran 300 – 600 m2. Sebelum benih diletakkan di kolam pendederan. terlebih dahulu kolam diberi pupuk kandang sebanyak 1 kg per m2. jadi untuk kolam yang berukuran 300 m2 memperlukan 300 kg pupuk kandang.

Kemudian kolam pendederan di isi air setinggi 40 – 75 cm. Untuk padat tebar benih yang berukuran 2 cm atau baru berumur 3-4 minggu sebanyak 10 – 15 ekor per m2. Untuk kolam seluar 300 m2 dapat ditebar benih tawes sebanyak 4.500 ekor.

8. Pembesaran Ikan tawes

Benih yang telah berukuran 6-8 cm sudah siap untuk ditebar di kolam pembesaran. Usahakan benih ditebar dengan kepadatan 3-4 ekor per m2-nya. Untuk ukuran kolamnya sesuai ukuran kolam yang Anda miliki. untuk ketinggian airnya sekitar 40 cm sampai 60 cm dengan aliran air stabil dan debit airnya tidak terlalu besar. Proses pembesaran kurang lebih membutuhkan waktu 4-6 bulan.

Untuk pakan selama pembesaran Anda hanya perlu memberikan Daun singkok, kangkung, dan dedak. Pemberian pakan dedaunan cukup di beberapa tempat tanpa perlu disebar ke seluruh permukaan kolam. Untuk pemberian pakan dedak dapat disebar merata ke seluruh kolam. Lakukan pemberian pakan dua kali dalam sehari yakni di pagi dan sore hari.

Demikianlah ulasan singkat meng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.