6 Cara Budidaya ikan Sepat Siam Di Kolam Terpal

By | Februari 10, 2020

dewitani.com — Ikan yang memiliki nama Ilimiah Trichogaster pectoralis Regen ini, memiliki bentuk tubuh memanjang dengan bentuk tubuh pipih ke samping. Dengan warna badan pada daerah punggung hijau gelap, sedangkan pada bagian sampingnya berwarna lebih terang. Terdapat garis-garis melintang pada kepala dan badannya. Pada siri dubur terdapat 2-3 garis hitam membujur atau longitudinal. Di alam ikan ini dapat mencapai panjang maksimal 25 cm.

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Osphronemidae
Genus: Trichogaster
Spesies: Trichogaster pectoralis

Ikan sepat siam belum banyak dibudidayakan. oleh sebab itu, masih banyak peluang untuk mengembangkan usaha budi daya ikan sepat siam ini. Pasalnya, ikan sepat selain dibudidayakan sebagai ikan konsumsi juga dapat digunakan sebagai ikan hias untuk mengisi aquarium.

Dihabitat aslinya, ikan sepat hidup di rawa-rawa yang memiliki Ph rendah, sungai, danau, aliran-aliran air yang tenang atau ditempat yang banyak ditumbuhi tumbuhan air. Dimana biasanya mereka hidup saling bergerombolan.

Budidaya Ikan Sepat

  1. Memilih Indukan Berkualitas

Pilihlah indukan ikan siam yang sehat, tidak cacat, berkualitas, dan sudah cukup umur. Idealnya sepat siam yang akan dijadikan indukan sudah berumur minimal 7 bulan.

Lantas bagaimana membedakan Sepat Siam Jantan dan Betina ??

Pada sepat siam jantan memiliki sirip punggun panjang yang mencapai dasar pangkal sirip ekor dan berbentuk lancip sedangkan untuk sepat siam betina memiliki sirip punggung membulat, pendek, serta tidak mencapai pangkal sirip ekor.

Dari bentuk sirip punggungnya, perbedaan kelamin ikan ini dapat dilihat dari segi warna dan tinggi badanya. Untuk sepat betina biasanya memiliki warna yang lebih bersih atau lebih terang, sedangkan pada sepat jantan warnanya lebih gelap. Untuk tinggi badanya sepat jantan biasanya lebih tinggi dibandingkan sepat betina.

2. Proses Pemijahan

Setelah memperoleh indukan yang berkualitas, langkah selanjutnya ialah pemijahan, Untuk memijahkan sepat siam sebenarnya tidak memperlukan perlakuan khusus. Anda hanya perlu meniru kebiasaan hidupnya di alam.

Adapun luas kolam pemijahan tergantung lahan yang Anda miliki, pada umumnya antara 50 – 300 m2. Dengan kedalaman air sekitar 70-100 Meter. Dengan perbandingan 1 : 1 untuk indukan jantan dan betina.

Di habitat aslinya, induk jantan memiliki sifat membuat sarang sebelum memijah. Oleh sebab itu untuk melindungi sarannya Anda perlu  membuat perlindungan, Seperti menaruh jerami padi atau ilalang yang masih segar.  Tebarkan secara merata di seluruh permukaan kolam, terutama pada bagian pinggirnya. Penyebaran jerami sangat penting  karena akan melindungi telur dari air hujan atau terpaan angin yang kencang.

3. Mempersiapkan Kolam Pembesaran

Pembesaran sepat siam dilakukan sejak benih berumur 2 bulan dan biasanya benih sudah berukuran kurang lebih 5-6 cm. Pada usia ini, ikan sudah dianggap dapat melindungi diri dari serangan ikan predator atau kompetitornya.

Ikan sepat sepat siam dapat dibudidayakan dalam berbagai jenis kolam, baik itu dikolam beton, kolam tanah ataupun kolam terpal. Akan tetapi, Kami menyarankan untuk menggunakan kolam terpal karena lebih praktis dan ekonomi.

Berikut ini panduan membuat kolam pembesaran dari terpal :

  • Langkah pertama, yakni buatlah lubang untuk kolam dengan ukuran kurang lebih untuk lebarnya 2,5 Meter hingga 5 Meter, sedangkan panjangnya berkisar 8 meter hingga 10 meter. Dengan kedalaman kolam 1-2 Meter.
  • Setelah itu, buatlah kerangka atau media terpal dengan ukuran yang telah ditentukan.
  • Apabila selesai membuat rangka kolam, selanjutnya Anda dapat memasang terpal di kolam tersebut.

Tips 

  • Untuk menghindari ikan terkena berbagai penyakit, terlebih dahulu kolam dibersikah menggunakan larutan garam atau dapat menggunakan insektisida. Diamkan kurang lebih selama 2-3 hari.
  • Isi kolam terpal dengan air sumur, sebanyak setengah dari ketinggian kolam tersebut.
  • Untuk kolam yang berukuran 100 m2 dapat diisi ikan sepat sebanyak 100-150 ekor.

4. Pemberian Pakan

Untuk memperoleh hasil pertumbuhan yang memuaskan, ikan harus diberi pakan yang cukup, seperti dengan memberikan dedak, kangkung, daun singkong, lemna dan pelet sebanyak 2 kali dalam sehari. Jika diberi asupan pakan yang cukup ikan sepat siam dapat mencapai ukuran 7 sampai 9 cm setelah berumur 90 hari sejak penetasan. Pada umur 180 hari, ikan sudah dapat mencapai panjang total 10-12 cm.

5. Pemeliharaan 

Untuk perawatannya Anda hanya cukup melakukan  sanitasi kolam dengan baik, yakni mengganti air kolam secara rutin 2-4 minggu sekali.

6. Pemanenan

Ikan sepat siam sudah dapat dipanen apabila sudah berumur 3 hingga 6 bulan. Idealnya ikan yang dipanen sudah mencapai panjang minimal 8 cm per-ekornya. Untuk waktu pemanenannya sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, hal ini bertujuan untuk menghindari ikan terlalu stres dan pada waktu tersebut cuaca tidak terlalu panas.

Cara pemanenanya cukup mudah yakni tdengan cara terlebih dahulu menguras air yang ada di dalam kolam atau dengan menyerok atau menjaring secara berkala.

4 thoughts on “6 Cara Budidaya ikan Sepat Siam Di Kolam Terpal

  1. Anonim

    Min ini udah sangat bagus tapi min tolong dong cara budidaya tanaman sayur buat musim kering min, makasih

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.