Klasifikasi Dan Ciri-Ciri Cacing Tanah

By | November 2, 2019

Klasifikasi Cacing Tanah

Cacing tanah adalah hewan dari Filum Annelida, Kelas Oligochaeta. Berikut adalah nama ilmiah dan klasifikasi cacing tanah.

Kingdom: Animalia

Filum: Annelida

Kelas: Clitellata

Sub-Kelas: Oligochaeta

Ordo: Haplotaxida

Famili: Lumbricidae

Genus: Lumbricus

Spesies: Lumbricus terrestris

Cacing tanah termasuk kedalam golongan makhluk Invertebrata, yakni makhluk yang tidak memiliki tulang. Meskipun tidak memiliki tulang cacing tanah mampu bergerak yang dilakukan oleh otot-otot yang melingkari tubuhnya atau juga menggunakan bulu-bulu halus yang tidak tampak oleh mata.

Cacing tanah tidak memiliki mata, tidak mempunyai telinga, tidak punya tangan dan kaki, akan tetapi memiliki mulut yang dilindungi oleh prastomium, punya segmen, punya klitellum dan punya anus. Cacing tanah merupakan kelompok binatang yang sapropagus, sehingga mereka makan dari berbagai organik pada berbagai tingkat dekomposisi.

Simak Juga  : Inilah Cara  Cacing Tanah Berkembang biak

Sisa organik tersebut dapat berupa sisa pertanian, sisa ternak, serasah tanaman, limbah pada organik dan lain-lain. Selain itu cacing tanah juga memakan tanah, mikroba, bakteri dan protozoa.

Selama hidupnya, cacing tanah hidup dalam tanah, tubuhnya selalu tertutup lapisan lendir pelindung yang menyebabkan licin, adapun fungsi lendir ini untuk menghindari gangguan terhadap kesulitan menerobos tanah dan melindungi agar zat-zat kimia tetap berada di dalam tubuhnya.

budidaya cacing tanah

budidaya cacing tanah

Cacing tanah mempunyai bentuk seperti fisik seperti balon panjang yang berisi air. Karena kulitnya memiliki otot, maka dapat elestis, mengeras dan mengendorkan diri atau mempunyai kesanggupan mengubah-ubah bentuk tubuhnya, seperti tidak mengalami kesulitan membuat lubang dalam tanah yang sesuai untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Cacing tanah bernafas melalui kulit (pori-pori). Pada lapisan atas dari kulit terdapat lapisan yang disebut kutikula. Dibawah kutikula terdapat pembuluh-pembuluh darah yang mengambil oksigen langsung dari udara dengan melepskan carbon dioksida ke udara, kemudian oksigen yang didapat dari udara tadi lalu diedarkan oleh aliran darah ke seluruh tubuh.

Cacing tanah memiliki sistem pencernaan yang kurang sempurna, oleh sebab itu untuk menyerap sari-sari makanan cacing tanah membutuhkan bantuan bakter. Bila tidak ada aktifitas bakteri dalam makanannya maka cacing tanah dapat kurang makan dan kemudian akan mati.

Akan tetapi apabila makanannya terlalu asam serta terlalu banyak aktifitas bakteri di dalamnya maka akan menyebabkan terjadinya pembengkaan pada tembolok cacing tanah tesebut dan hal ini pada akhirnya menyebabkan cacing mati juga.

Selain itu, kondisi lingkunga dan makanan yang terlalu basah akan menyebabkan suatu proses mirip dehidrasi pada tubu cacing tanah.

Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Budidaya Cacing Tanah Dan Pemasarannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.