Cara Menanam Cabe di Pot Agar Berbuah Lebat

By | November 2, 2019

Siapa yang tidak mengenal sayuran yang memiliki cita rasa pedas ini. Cabe atau cabai sendiri di pasaran termasuk kedalam komoditas pertanian yang harganya sering berubah-ubah. Adakalanya harga cabai melambung tinggi dan pada waktu tertentu harganya turun. Ibaratkan seperti dua sisi mata uang.

Tingginya harga cabe yang membuat para petani menjadi senang dilain sisi melambungnya harga cabai membuat banyak para ibu rumah tangga mengeluh. Keluhan ini, terhadap harga cabe dapat diatasi dengan penanaman cabai di halaman atau di pot.

Menanam cabe di dalam pot menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi naiknya harga cabe di pasaran. Hampir semua jenis cabai dapat ditanaman di dalam pot. Biasanya cabai yang di tanam di pot tidak untuk di perjual belikan dalam sekala besar akan tetapi lebih dipergunakan sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain menghebat biaya belanja dengan menanam cabai di dalam pot juga menarik apabila dijadikan tanaman hias. oleh sebab itu, menanam cabai dalam pot dapat bernilai seni

apabila ditempatkan di tempat yang memadai seperti halaman depan rumah dan ditata dengan baik dan rapi. Kelebihan lainnya dari menanam cabai di dalam pot adalah tidak memerlukan lahan yang luas dan lebih praktis.

Pot Untuk Menanam Cabai

Tanaman Cabai termasuk kedalam jenis sayuran yang relatif mudah untuk dibudidayakan di dalam pot. Bahkan apabila mendapatkan perawatan yang baik, tanaman ini mampu berbuah lebat sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada Umumnya menanam cabai dengan menggunakan pot plastik dengan ukuran tertentu agar volume media tanam sesuai dengan minimum tanaman cabai. Biasanya, pot yang digunakan untuk menamam cabai seminimumnya  berukuran 24 cm.

Perlu Anda harus ketahui jika ukuran pot dapat mempengaruhi hasil produksi cabai. Pot yang terlalu kecil dapat menghambat pertumbuhan akar tanaman, Sehingga akan membuat akar tidak mendapatkan asupan yang cukup dan mempengaruhi perkembangan cabai.

Pot juga harus di beri lubang pada bagian bawahnya setidaknya 4 hingga 10 lubang. Lubang ini sendiri berfungsi untuk mencegah adanya genangan air pada pot. Apabila pot tidak diberi lubang maka dapat berakibat akar tanaman cabai menjadi mudah busuk.

Panduan Menanam Cabe di Dalam Pot

  1. Pemilihan Benih Cabe

Benih untuk budidaya cabe bisa didapatkan melalui dua cara, yakni dengan membeli di toko benih atau membenihkan sendiri.

Jika membenihkankan sendiri maka Anda harus memilih cabe yang sudah benar-benar tua. ciri-ciri cabai yang bagus digunakan sebagai benih adalah kulit cabai berwarna merah menyala,tangkai buah masih berwarna hijau segar, masih dalam kondisi bagus tidak ada bagian yang rusak atau busuk.

Jangan membuat benih dari buah cabai yang tangkainya sudah tidak berwarna hijau dan kulitnya sudah keriput walapun warna kulitnya mereh. karena biasanya cabai tersebut sudah lama disimpan.

  1. Pembibitan/Persemaian

Pembibitan cabai untuk penanaman dalam pot sama halnya dengan pembibitan cabai untuk ditanam untuk di lahan penanaman secara intensif.

Namun cabai yang ditanam langsung ke dalam pot akan berbunga dan panen lebih cepat dari bibit yang disemai di persemaian terlebih dahulu. Hal ini di karenakan tidak adanya masa dormansi akibat pindah tanam. Berikut Ini Panduan untuk Pembibitan Cabai di dalam pot atau polybag yang benar :

  • Media semai terdiri dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk kompos atau kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1.Atau, jika tidak ada arang sekam gunakan tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1. Sebelum digunakan Ayak semua bahan sebelum di campurkan.
  • Buat naungan di tempat penyemaian untuk menghindari terik matahari dan air hujan yang deras. Lindungi denan jaring pelindung hama atau serangga. Basahai media semai agar kelembabannya tetap terjaga.
  • Setelah media semai siap, rendam benih cabe dengan air hangat selama kurang lebih 3 jam. Jangan gunakan biji yang mengapung. Masukkan setiap biji cabe ke dalam polybang sedalam 0,5 cm dan tutup dengan kompos halus.
  • Siram polybag pembibitan setiap pagi dan sore dengan menggunakan gembor yang halus agar air siraman tidak terlalu besar dan menyebabkan benih terlontar keluar media.
  • Selanjutnya siram secara rutin dan awasi pertumbuhannya. Bibit cabe siap untuk dipindahkan setelah 4 minggu disemaikan atau setelah 4-5 helain daun.
  1. Media Tanam

Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman cabai adalah andosol yang berwarna gelap (menunjukkan kaya bahan organik) sampai tanah latosol, regosol, ultisol, hingga grumusol.

Tanah yang paling sesuai untuk cabai adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu porous serta kaya bahan organik. Untuk lebih memperkaya kandungan unsur hara media tanam. Anda dapat mencampurkan tanah, sekam padi dan pupuk kandang (kompos). Perbandinganya 1 : 1  : 1 atau 2 : 2 : 1.

Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya cabai berkisar antara 5,5-6,8 dengan pH optimum 6,0-6,5. Pada umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0-5,5, sehingga tanah ber-pH 6,0-6,5 seringkali dikatakan cukup netral meskipun sebenarnya masih agak masam.

  1. Cara Menanam Cabe Di Pot Agar Cepat Berbuah

Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Hal ini dilakukan unutk menghindari cabe dari strees.Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari.

Agar cabe berbuah dengan lebat maka Anda harus melakukan pemupukan. Pemupukan dilakukan setidaknya setiap satu  minggu sekali dengan pemberian dosis yang lebih rendah. Sebaiknya gunakan pupuk cair.

Larutkan Pupuk NPK sebanyak 5 sendok makan, tambahkan 1 sendok makan pupuk Gandasil D (Fase Vegetatif). Campurkan dengan 10 Liter Air. Aduk Hingga semua nya larut. Berikan ke setiap tanaman sebanyak 250ml.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pada Umumnya, seranga penyakit pada cabai terjadi saat musim hujan. Ada dua penyakit penting yang sering menyerang cabai, yakni layu fusarium dan layu bakteri yang disebabkan oleh cendawan fusarium dan bakteri psudomanas. Dua penyakit in bisa mematikan tanaman dan menyebabkan kegagalan panen.

Untuk mengatasi dua hal tersebut Anda dapat menggunakan pestisida alami. Yakni dengan menggunakan Ekstrak dari daun mimba, dan Anda juga dapat menggunakan Serai atau mindi sebagai pestisida Alami.

  1. Panen

Setelah cabai berumur 2 hingga 3 bulan setelah masa tanam. Biasanya Cabai sudah bisa dipanen, pada tahap ini satu batang bisa menghasilkan 10 buah cabai.

Setelah berumur 5 hingga 6 bulan satu batang cabai mampu menghasilkan 25 buah cabai.  Perlu Anda ketahui dalam memanen cabai sebaiknya dilakukan pada pagi haru atau saat embun sudah mengering. Hindari memanen cabai pada siang atau malam hari.

Untuk Mengetahui Manfaat Cabai Rawit Ungu Bagi Kesehata. Silakan Klik Disini

BAGIAN TERAKHIR

Keuntungan Menggunakan Pot

  • Cocok untuk Anda yang memiliki pekarangan yang terbatas.
  • Sangat mudah untuk dipindah-pindahkan.
  • Tahan Lama
  • Pot dapat digantikan dengan wadah-wadah bekas lainnya yang ada di sekitar rumah, seperti ember bekas,kaleng bekas cat dan jerigen.
  • Mudah dipadukan dengan perangkat lain, terutama apabila tanaman cabai juga difungsikan sebagai penghias pekarangan. misalnya, pot dipadukan dengan penyangga tunggal yang berfungsi sebagai dudukan bagi pot.

Kelemahan Menggunakan Pot

  • Mahal, karena umumnya dijual satuan.
  • Mudah pecah, terutama apabila pot jatuh dalam keadaan terisi media tanam.
  • perkembangan akar terbatas.
  • tanaman kurang kokoh.

Selamat mencoba di rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.