7 Cara Menanam Mangga Dalam Pot Agar Cepat Berbuah

By | Januari 15, 2020

mangga besar

Panduan Praktis Cara Menanam Mangga – Buah mangga merupakan salah satu jenis buah yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain enak dikonsumsi ketika sudah matang, buah mangga yang masih muda juga sering disantap dalam bentuk rujak atau dibuat manisan.

Di Indonesia mangga dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi. Akan tetapi, idealnya tanaman ini ditanam di daerah yang memiliki ketinggian 600 meter diatas permukaan laut. Suhu ideal yang dibutuhkan antara 28-30 Celcius.

Bagi Anda yang memiliki lahan yang tidak begitu luas, bercocok tanam memakai pot adalah pilih terbaik. Apalagi pada saat ini tanaman buah dalam pot semakin banyak digemari karen cara ini menjadi salah satu alternatif penanaman bila halaman sempit. Tanaman buah didalam pot lebih dikenal dengan sebuata Tabulampot.

Perawatan tanaman buah dalam pot membutuhkan kesabaran dan perhatian khusus dari pemiliknya. Hobi menanam buah dalam pot dapat menimbulkan kebanggaan dan kepuasan.

Berikut ini panduan cara menanam mangga di dalam pot :

  1. Memilih bibit berkualitas

Pemilihan bibit menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam menanam mangga di dalam pot, jika bibit mangga yang di tanam berkualitas kurang baik. Maka akan berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh nantinya.

Pilihlah bibit yang bervarietas dan cepat berbuah. Seperti varietas arumanis, manalagi. Usahakan tidak menanam bibit dari bijinya, karena menanam biji dari biji membutuhkan waktu yang lebih lama. Usahakan Anda menanam dari cangkokannya atau dari hasil okulasi. Bibit ini akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan menanam dari biji.

2. Cara Menanam 

Berikut ini tahap penanaman mangga dalam pot :

  • Siapkan bibit yang berkualitas. Pilih bibit dengan tinggi antara 60-80 cm dan diameter batang 1-1,5 cm, warna batang hijau tua kecokelatan, serta bentuk batang lurus dan tidak bercabang, warna daun hijau mengkilap dan telah membentuk tiga flush dan berumur enam bulan atau lebih.
  • Siapkan pot dengan diameter 60 cm yang memiliki lubang di dasarnya sebagai tempat keluarnya air ketika penyiraman.
  • Masukkan potongan batu kerikil atau pecahan batu bata ke dsar pot dengan ketinggian sekitar 5 cm agar media tanam tidak terbawa bersamaan air ketika penyiraman.
  • Isikan media tanam kedalam pot dengan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingkan  2 : 1. Hingga mendekati bibit pot.
  • Lepaskan polibag dengan cara digunting, kemudian tarik perlahan-lahan agar tanah di polybag tidak buyar.
  • Masukkan bibit mangga ke dalam pot, kemudian atur posisinya hingga tepat.
  • Tutup bagian yang kosong dengan campuran media tanam hingga mendekati bibit pot.
  • Lakukan penyiraman secara rutin hingga tanah memadat secara alami.
  • Letakkan tabulampot mangga di tempat yang teduh hingga muncul tunas-tunas baru, kemudian pindahkan ke bagian halaman yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Lakukan penanaman di pagi atau sore hari.

3. Cara Menanam dilahan Pekarangan 

  • Buatlah lubang taman selebar 30 X 30 X 30.
  • Taburi lubang tersebut dengan insektisida (Furadan) untuk mencegah gangguan rayap atau semut. Setiap lubangnya berikan 1 -2 sendok makan atau sekitar 10-20 gram.
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang (usahakan pupuk yang berasal dari unggas).
  • Sobek polibag bibit dengan pisau atau gunting yang tajam, keluarkan bibit dengan hati-hati agar arnya tidak rusak. Usahakan tanah dalam polibag tidak pecah.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam sampai batas leher akar.
  • Timbun kembali bibit dengan tanah bekas galian, kemudian padatkan.
  • Pasang ajir untuk menompang batang bibit agar tumbuh tegak.
  • Siram bibit secara rutin.

4. Peyiraman

Lakukan penyiraman secara teratur setiap sore hari, terutama pada awal penanaman dan musim kemarau. Setelah dewasa penyiraman dapat dilakukan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Penyiraman dilakukan hingga tanah benar-benar basah, akan tetapi tidak sampai menggenangi tanaaman.

5. Penyiangan dan Penggemburan

Penyiangan dapat dilakukan ketika penggemburan dan pemupukan. Gulma dicabut dengan menggunakan tangan. Penggemburan dilakukan pada tanah yang padat sekitar pangkaal batang. Jika Anda menggunakaan bibit cangkokkan sebaiknya jangan dulu melaakukan penggemburan karena dapat merusak akarnya.

6. Pemangkasan 

Pemangkasan sudah dapat dilakukan ketika tanaman sudah setinggi 70 – 80 cm. Adapun cara pemangkasannya adalah sebagai berikut :

  • Pangkas tanaman tepat pada batas bidang hijau dan cokelat. hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tunas. Pilih tiga tunas yang seragam yang tumbuh dari ketiak daun yang berbeda.
  • Pangkas sebagian cabang tanaman dan tinggalkan maksimal tiga cabang yang tumbuh sehat dan berakar.
  •  Ulangi pemangkasan batang pokok jika tunas yang tumbuh pada bidang pangkasan hanya satu cabang.
  • Lakukan pemangkasan berikutnya jika cabang yang dipelihara telah mencapai 70 cm atau 3-6 bulan setelah pemangkasan pertama dan saat tanaman memasuki usia produktif.
  • Cabang-cabang atau tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya harus dibuang. Cabang-cabang air, ranting, atau tunas yang terserang penyakit harus dipangkas agar lingkungan mahkota daun dapat ditembus sinar matahari. Usahakan tinggi tanaman tidak lebih dari 5-6 Meter untuk memudahkan perawatan dan pemanenan.

7. Pemupukan 

Agar tanaman tumbuh denga baik lakukan pemupukan secara rutin, yakni dengan memberikan pupuk kandang setiap 6 bulan sekali, Penggunaann untuk penanaman di pot sebanyak lima kilogram per pot.

Untuk pupuk non organik berikan sebanyak 3 bulan sekali, yakni dengan memberikan pupuk NPK mutiara sebanyak 25 – 100 gram per polybagnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.