√ 10 Kunci Sukses Memperbanyak Anakan Padi Secara Organik

By | Mei 2, 2020

dewitani.com — Salah satu kunci sukses keberhasilan budidaya padi adalah memperbanyak anakan padi. Karena semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi, diharapkan dapat semakin maksimal bulit malai yang terbentuk dan ketika panen pastinya akan diperoleh peningkatan produksi yang sangat tinggi.

Lantas Bagaimana Cara memperbanyak anakan padi yang terbukti efektif ?. Berikut Ini 7 cara memperbanyak anakan padi :

  1. Menggunakan Varietas Unggul

Salah satu faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya anakan padi ialah varietas yang digunakan. Setiap varites memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam membentuk anakan yang dihasilkan.

Untuk Varites Yang digunakan, Kami menyarankan untuk menggunakan Varieta Hibrida. Karena, memiliki banyak keunggulan diantaranya, sistem perakaran lebih kuat, anakan yang dihasilkan lebih banyak, jumlah gabah per malai lebih banyak, dan bobot 1000 butir gabah isi yang lebih tinggi.

2. Menggunakan Bibit Yang Masih Muda

Gunakanlah bibit padi yang masih muda karena semakin muda usia bibit padi, akan semakin banyak pula anakan yang akan diperoleh, selain itu manfaat lain dari bibit yang masih muda ialah mengurangi resiko stress pada tanaman padi. Idealnya bibit padi yang digunakan ialah berusia 10 hingga 18 hari setelah masa sebar.

3. Membuat Media Tanaman Yang disukai Padi

Agar anakan padi dapat tumbuh lebat, buatlah media tanam yang disukai bibit padi. Hal ini bertujuan agar ketika dipindahkan bibit padi muda tidak mudah stress dan dapat tumbuh dengan baik.

Adapun media tanam yang disukai oleh tanaman padi yang masih muda ialah, tanah memiliki tekstur yang gembur, mengandung unsur hara yang tinggi, dan tanah terbebas dari jamur dan bakteri pathogen.

4. Memberikan Pupuk Yang Mengandung Fosfor (Phospat)

Perlu Anda ketahui jika, pupuk yang mengandung unsur phospat memperlukan waktu yang sedikit lama untuk dapat diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda memberikan pupuk sejak dini yakni 2-3 hari sebelum tanam.

Manfaat melakukan pemupukan sejak dini ialah akan membuat perakaran padi menjadi lebih kuat, dan panjang sehingga Anda akan memperoleh anakan yang banyak.

Lantas Pupuk Jenis Apa Saja yang mengandung Phospat ?

Sebenarnya, unsur phospat secara alami sudah tersedia di alam. Namun, phospat organik tidak sebanyak pada pupuk buatan pabrikan. Sumber fosfor alami dapat kita temukan dari hewan, tumbuhan dan batuan alam.

Berdasarkan survei yang sudah Tim kami lakukan, Untuk Penggunaan Phospat alami masih sedikit petani yang menggunakannya, Mereka beramsumsi jika, Pemberian pupuk organik /alami dapat memicu tumbuhnya gulma pada lahan dan memberikan dampak yang lebih lambat pada pertumbuhan padi. Berbeda dengan pupuk kimia yang lebih cepat dan dapat mengurangi pertumbuhan gulma.

Untuk Pupuk Kimia yang mengandung unsur Phospat antara lain : SP36, SSP, TSP, dan SP. Sebagai catatan pupuk ini merupakan granule dan lebih baik jika di aplikasikan untuk pupuk dasar dengan cara ditebar. Untuk teknik pemupukan dengan cara dikocor atau disemprotkan tidak dianjurkan karena sifat pupuk ini tidak mudah terlarut air.

5. Memberikan Pupuk Yang Mengandung Unsur Nitrogen

Pengaplikasian unsur nitrogen pada fese vegetatif sangt penting bagi pertumbuhan bibit padi. Unsur Nitrogen berperan penting dalam pembentukan anakan padi. Oleh karena itu, ketika terjadi pembentukan anakan padi Unsur Nitrogen harus sudah terpenuhi.

Untuk memenuhi Unsur Nitrogen pada media tanam. Biasanya para petani padi menggunakan pupuk Urea. Sama halnya seperti Unsur Phospat, Unsur Nitrogen juga memperlukan waktu yang sedikit lama untuk dapat diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda memberikan pupuk sejak dini yakni 2-3 hari sebelum tanam atau paling lama setelah 5 hari setelah masa tanam.

6.Bibit Ditanam Dangkal

Usahakan bibit ditanam dengan kedalaman 1 hingga 2 cm saja. Jika bibit padi ditanam terlalu dalam akan membuat perkembangan akar menjadi terhambat. Hal ini akan membuat pembentukan anakan menjadi sulit karena anakan akan kehabisan waktu hanya untuk menembus lapisan tanah penutupnya saja.

7. Lakukan Pengairan secara berselang atau intermiten

Pada fase vegetatif tanaman padi sangat memperlukan Air. Namun, Apabila diberikan dalam jumlah yang berlebih (tergenang) secara terus menerus juga berdampak buruk bagi bibit padi. Untuk Mengakali hal tersebut Anda dapat melakukan sistem pengairan berselang.

Cara kerja sistem ini ialah dengan sesekali melakukan pengeringan pada media tanaman, agar akar tanaman padi memperoleh oksigen.

8. Jarak Tanaman Tidak Terlalu Rapat

Usahakan jarak tanam bibit padi tidak terlalu rapat, karena jika terlalu rapat akan membuat penangkapan sinar matahari untuk proses fotosintesis menjadi terganggu. Meskipun jumlah anakan yang terbentuk banyak namun jika jaraknya terlalu rapat. Biasanya anakan yang dihasilkan menjadi kurang produktif.

Untuk jarak tanaman yang ideal dan umumnya dipakai untuk menanam padi ialah

  • 20 cm x 20 cm
  • 25 cm x 25 cm
  • 27,5 cm x 27,5
  • 30 cm x 30 cm

9. Memberikan ZPT Tambahan

Berikan Juga ZPT seperti sitokinin dan giberelin untuk membuat tanaman padi semakin bertambah subur. Selain itu, pemberian pupuk organik padat juga dapat menjadi alternatif lain untuk menunjang proses perkembangan bibit tanaman padi.

10. Pengendalian Hama Penyakit

Pada umumnya, hama penyakit yang sering menyerang anakan padi ialah keong mas, tikus, dan sundep. Sedangkan penyakit yang menjadi momok ketika masa pembibitan ialah penyakit busuk pangkal batang padi.

Untuk pengendalian hama penyakit, dapat dilakukan dengan cara manual yakni dengan memburunya secara langsung atau melakukan pencabutan terhadap bibit yang terserang penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.