√ 9 Cara Merawat Pohon Pisang Agar Berbuah Besar

By | Mei 6, 2020

Hallo sahabat dewitani.com. Siapa yang tidak mengenal buah pisang, hampir semua orang mengenal buah yang memiliki cita rasa yang enak, dan manis ini, Selain itu, harganya yang  terjangkau untuk semua kalangan membuat pisang banyak disukai oleh berbagai lapisan masyarakat.

Syarat Tumbuh Pohon Pisang

Pisang juga menjadi salah satu tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Namun, meskipun mudah dibudidayakan. Tanaman pisang juga memiliki beberapa hal yang mesti Anda perhatikan supaya pohon pisang yang Anda tanam dapat tumbuh dengan subur. diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Idealnya tanaman pisang ditanam di daerah yang memiliki iklim tropis, baik itu ditanam di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi dengan ketinggian maksimal tidak lebih dari 1600 M dpl.
  • Tanaman pisang dapat tumbuh di tanah yang kurang subur. Akan tetapi, untuk memperoleh hasil panen yang baik. Maka pisang harus ditanam di tanah yang mengandung lempung dan mengandung unsur hara yang banyak.

Cara Merawat Pohon Pisang Agar Berbuah Besar

Untuk menghasilkan pohon pisang yang berbuah besar tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik itu dari awal penanaman hingga panen. Oleh sebab itu, Disini Admin akan memberikan tips dan trik bagaimana cara merawat pohon pisang agar berbuah besar.

Berikut ini beberapa hal yang Anda harus lakukan supaya pohon pisang menghasilkan buah yang besar :

  1. Mempersiapkan Lahan Tanam

Usahakan sebelum menanam bibit pisang, lahan harus sudah bersih dari berbagai gulma atau rumput-rumput liar yang dapat menghambat pertumbuhan pohon pisang. Setelah itu, buatlah lubang dengan ukuran 60 cm X 60 Cm, dengan kedalaman lubang kurang lebih 50 cm dan jarak setiap lubangnya 3 hingga 4 meter.

Masukkan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 3-5 kg setiap lubang tanam. Lakukan pemupukan 1 atau 2 minggu sebelum penanaman.

2. Usahakan Ketersedian Air Di Dalam Tanah Cukup

Ketersedian air ditanah sangat menentukan produktivitas pohon pisang. Tanaman pisang yang kekurangan air biasanya pertumbuhannya agak sedikit terlambat dan buah yang dihasilkan kurang memuaskan. Oleh sebab itu, Ketersedian air harus cukup tersedia untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman pisang.

Biasanya para petani pisang melakukan penyiraman ketika terjadi kemarau panjang apaligi ketika tanaman sudah mulai berbuah. Apabila ketersedian air selalu tersedia. Maka produksi buah pisang akan lebih optimal.

3. Areal Tanam Tidak ada gulma-gulma pengganggu

Adanya Gulma atau rumput-rumput liar di areal tanam pohon pisang, dapat membuat pertumbuhan tanaman pisang menjadi terganggu. Selain menghabiskan unsur hara yang ada di sekitar pohon pisang. Gulma juga dapat menjadi prantara hama dan penyakit pada pohon pisang.

Oleh sebab itu, Pembersihan gulma perlu dilakukan secara rutin. Baik itu dengan cara, dicabut, dipotong, atau disemprot Racun rumput.

4. Menggemburkan Tanah di Sekeliling Tanaman Pisang

Untuk mempermudah penyerapan unsur hara di dalam tanah, penggemburan di sekeliling pohon pisang perlu dilakukan. Selain itu, penggemburan tanah juga akan mempermudah penetrasi akar pohon pisang sehingga akan memacu pertumbuhan tunas-tunas baru.

5. Melakukan Penjarangan

Idealnya jarak tanam pohon pisang berkisar 3 hingga 4 meter. Adapun tujuan dilakukan penjarangan ini ialah untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan pohon pisang sehingga setip pohon dapat menghasilkan buah yang besar dan tentunya berkualitas superr.

Biasanya ketika pohon pisang sudah berumur 4-6 bulan akan tumbuh anakan-anakan baru di sekitar bonggol pisang. Lakukan pemisahan dan Anda dapat menanam kembali anakan tersebut di lubang lain dengan jarak 3 hingga 4 meter per lubang tanamnya.

6. Memangkas Daun – Daun Pisang Yang Sudah Mengering

Daun pisang yang sudah mengering jika tidak segera buang akan dapat mengundang hama dan penyakit. Oleh karena itu, Lakukan perempelan secara rutin jika ada daun-daun pisang yang sudah kering.

7. Memberikan Pupuk

Agar tanaman pisang berbuah besar, Maka sebaiknya Anda melakukan pemupukan secara rutin. Untuk pupuk yang diberikan Anda dapat memberikan Organik dan Anorganik. Yang terpenting pupuk yang diberikan harus mengandung Unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg). Dan Unsur hara mikro dan makro lainnya. Lakukan pemupukan minimal 3 atau 6 bulan sekali.

8. Potong Jantung Pisang Agar Berbuah Besar

Jika pisang sudah memasuki fase berbuah maka akan mengeluarkan jantung pisang. Lakukan pemotongan jika sisir pisang sudah muncul maksimal. Yang ditandai dengan pertumbuhan buah yang lambat dan kecil. Jika tidak segera dipotong,maka pembesar buah akan terganggu karena nutrisi yang seharusnya ditujukan sisiran buah pisang ikut terbagi ke jantung pisang.

9. Membrongsong Buah Pisang

Membrongsong atau membukus dilakukan agar buah terhindar dari kerusakan dan serangan hama penyakit. Biasanya pembukusan dilakukan menggunakan karung atau plastik yang berukuran 1 m x 45 cm.

Demikianlah ulasan singkat mengenai cara merawat pohon pisang. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.