√ Inilah 6 Tips Agar Tanaman Padi Tidak Mudah Roboh Ketika Musim Hujan

By | April 14, 2020

dewitani.com — Siapa yang tidak mengenal tanaman padi, tanaman yang kaya akan korbohidrat ini merupakan makanan pokok dan selalu hadir disetiap meja makan kita. Kata orang-orang belum makan katanya klo nggk makan nasi heheh.

Di Negara Tercinta kita ini, Setidaknya Ada 10 daerah yang menjadi lumbung padi Nasional diantaranya, Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY Yogyakarta, Aceh, Sumatra Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Dan Nusa Tenggara Barat.

Dari Segi waktu, kebanyakan para petani melakukan penanaman padi sawah pada musim penghujan. Loh kok musim hujan ? kenapa nggk musim kemarau saja ?? Jawabanya simpel agar padi tidak kekurangan air. Air merupakan salah satu elemen penting bagi sistem produksi padi sawah, Ketersediaan air tidak hanya mempengaruhi produktivitas tanaman melainkan juga mempengaruhi kualitas produksi gabah yang dihasilkan.

Namun, ketersidaan air yang berlebih akibat Musim hujan yang terlalu tinggi juga tidak baik bagi kelangsungan hidup tanaman padi. Apalagi tanaman padi yang sudah tua dan baru belajar mengisi bulir padi. ini sangat rentang roboh jika ada hujan deras dan angin kencang.

gambar padi roboh

Apalagi hal ini tidak mendapatkan penangan yang tepat maka dapat merugikan petani, Tanaman padi yang sudah roboh, biasanya akan mengalami gangguan pada proses mengirim nutrisi unsur hara yang pada akhirnya akan berpengaruh pada tidak berkembangnya bulir padi.

Selain disebabkan oleh cuaca, robohnya tanaman padi juga dapat disebabkan oleh ukuran batang yang terlalu gemuk, sehingga tidak kuat untuk menahan daun dan malai padi yang tumbuh lebat. Faktor penyakit busuk batang juga menjadi salah satu penyebab tanaman roboh. Busuk pada batang terjadi karena tanaman terendam air secara terus-menerus.

Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai cara sudah dilakukan oleh para petani. Salah satunya yakni dengan mengikat tanaman padi. Akan tetapi, Menurut Kami cara ini kurang efektif. Sebab tanaman padi yang telah roboh. Biasanya tidak akan terisi bulir padi secara penuh.

Lantas Bagaimana Mengatasi Permasalahan Tersebut ?

Berikut ini cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi Padi Roboh Pada Musim Hujan :

  1. Menggunakan Bibit Padi yang berkualitas unggulan

Usahakan ketika musim hujan tanamlah varietas padi yang memiliki keunggulan, batangnya tidak tinggi atau yang tahan dari genangan air. Ada beberapa varietas yang Cocok ditanam ketika musim hujan yakni INPARI 14, INPARI SIDENUK, CIHERANG, dan Varietas mekongga.

2.  Memberikan Pupuk Urea Secukupnya

Pemberian pupuk yang berlebih dapat menyebabkan tanaman menjadi gemuk. hal ini akan menyebabkan batang padi tidak mampu menahan daun dan malai padi. Oleh karena itu, untuk mengatasinya diperlukan pengurangan pemberian pupuk. Terutama pupuk yang mengandung unsur Nintrogen tinggi seperti Urea.

3. Memberikan NPK Lebih banyak

Untuk memperokokoh tanaman ketika musim hujan Anda dapat memberikan pupuk NPK lebih banyak. jenis pupuk ini mengandung unsur hara yang cukup lengkap seperti, mengandung Phospor (P), Kalium (K), dan Nitrogen (N).

Selain memperkokoh tanaman padi, Pemberian pupuk Npk juga memiliki manfaat lain, seperti :

  • Mencegah tanaman padi menjadi kerdil
  • Mempercepat, memperkuat, memperbanyak akar tanaman padi.
  • Mempercepat pertumbuhan tunas pada tanaman padi.
  • Mempercepat proses fotosintesis pada tanaamn padi sehingga pembentukan zat gula, tepung dan protein lebih cepat.
  • Dapat meningkatkan produksi bulir padi.

4. Menggunakan Pupuk Organik

Pupuk Organik merupakan pupuk terbuat dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses lebih lanjut. Kandungan Unsurhara yang terkandung di dalam pupuk organik meliputi Unsur hara makro dan mikor yang sangat dibutuhkan oleh tanaman/ Unsur makro mencakup unsur nitrogen, fosfor, kalium kalsium, magnesium dan sulfur. Sedangkan unsur mikro yang terkandung dalam pupuk organik meliputi unsur almunium, tembaga, besi, seng, born dan boron.

Unsur hara makro sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, seperti pertumbuhan akar, batang daun, bulir padi. Selain itu, Sedangkan unsur hara mikro pada pupuk organik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan tanaman.

5. Pemotongan Daun Padi Bagian Atas

Apabila semua cara diatas sudah Anda terapkan dan tanaman padi masih tetap terlalu gemuk. Maka alternatif lain yang dapat Anda lakukan Adalah dengan melakukan pemotongan pada daun padi bagian atas.

Waktu pemangasanya kapan dan Caranya Gimana ?

Lakukan pemangkasan ketika padi sudah berumur 45-50 hari setelah masa tanam. Untuk caranya. Anda hanya perlu menyiapkan gunting atau arit kemudian pangkaslah pucuk daun padi kurang lebih sepanjang 10 hingga 15 cm.

Adapun tujuan pemangkasan ini sebenarnya untuk mengurangi beban yang ditopang oleh batang padi.  Sehingga ketika hujan turun batang dapat dengan kuat menopang daun dan calon bulir padi.

6. Menerapan Sistem Jajar Tanam Legowo

Sistem tanam jajar legowo merupakan pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Kata Legowo berasal dari bahasa jawa yakni “Lego” yang memiliki makna luas dan “dowo” yang memiliki makna memanjang. Sistem tanam Legowo juga dapat diartikan sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong.

Jika Anda menerapkan metode jajar legowo, hal ini akan meningatkan jumlah rumpun padi. Hal ini dapat membantu tanaman padi agar lebih kuat dan kokoh ketika musim hujan dan angin kencang.

Adapun manfaat lainnya dari menerepakan sistem tanam jajar legowo ialah:

  • Meningkatkan jumlah rumpun padi.
  • Meningkatkan produksi tanaman padi.
  • Kualitas gabah yang dihasilkan Meningkat.
  • Mengurangi serangan hama dan penyakit.
  • Mempermudah petani dalam melakukan perawatan baik itu ketika pemupukan ataupun penyemprotan pestisida.
  • Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman saja.

Demikianlah ulasan singkat mengenai “6 Tips Agar Tanaman Padi Tidak Mudah Roboh Ketika Musim Hujan” Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.