11 Cara Menanam Dan Merawat Kedondong Di Dalam Pot Agar Cepat Berbuah

By | Februari 8, 2020

buah kedongdong

Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Kedondong – Kedondong merupakan tanaman buah yang populer di Indonesia. Tanaman ini masih tergolong kedalam suku manga-manggaan. Di beberapa daerah tanaman ini memiliki penyebutan yang berbeda-beda seperti, Kadendong (Sunda),Kedundung (Madura), Kedondong (Jawa),Inci (NTT) ,Kacemcem (Bali),Dau Kaci (Bugis) , Karuntung (Makassar). Buah yang memiliki rasa sedikit asam hinga manis ini, dapat di konsumsi secara langsung atau dioleh terlebih dahulu. Menjadi rujak, acar, asinan ataupun selai.

Klasifikasi ilmiah Kedondong

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Anacardiaceae

Genus : Spondias

Spesies : Spondias dulcis Forst.

Morfologi Tanaman Kedondong

Daun

Tanaman kedondong memilik daun majemuk berbentuk Oval, warna daunnya hijau dengan panjang 5-8 cm dan lebar 3-6 cm.

Batang

Batang Tanaman kedondong termasuk kedalam tanaman berkayu keras. Dengan bentuk batangnya yang bulat dan tumbuh tegak, dengan permukaan batang halus dan berwarna putih kehijauan.

Akar

Kedondong berakar tunggan dengan warna akar coklat tua.

Bunga 

Kedondong berbunga majemuk, berbentuk malai (panicula), yang mana ibu tangkainya mengadakan percabangan monopodial, panjang 24-40 cm, panjang kelopak bunganya Ā± 5 cm, jumlah benang sari delapan berwarna kuning, mahkota bunga berjumlah empat hingga lima, lanset, warna bunganya putih kekuningan.

Buah

Buah kedondong berwarna hijau ketika muda dan akan berwarna hijau kekuningan ketika sudah masak. Dari segi rasanya kedondong ada yang memiliki rasa masam segar hingga manis, Tergantung varietasnya.

Biji

Bijinya bulat dan berserat kasar, warna biji putih kekuningan.

Cara Menanam Kedondong Dalam Pot/Polybag

Budidaya kedondong tidak terlalu sulit. Tanaman yang rutin berbuah sepanjang tahun ini membutuhkan asupan sianr matahari yang cukup dengan curah hujan sedang. Oleh sebab itu, kedondong dapat ditanam di lahan ataupun pot.

  1. Pemilihan bibit Yang berkualitas

Bibit kedongdong dapat diperbanyak melalui biji ataupun melalui stek, cangkok, dan sambung pucuk. Akan tetapi, agar cepat berbuah banyak dari pakar pertanian yang menyarankan untuk menggunakan cara stek, cangkok atau sambung pucuk.

Pilihlah bibit yang sehat dan terbebas dari hama ataupun penyakit. Idealnya Bibit kedondong sudah dapat ditanam jika sudah memiliki 10-15 helai daun.

2. Menyiapkan Media Tanam

Siapkan pot yang terbuat dari plastik, keramik atau dari tong minyak yang memiliki ukuran besar, atau polybag besar yang memiliki ukuran minimal 40  cm dengan kedalaman 35 cm. Pot memang lebih baik dari polybag, pot bisa bertahan lebih lama karna memang lebih kuat, kemudian juga lebih gampang jika anda ingin memindah-mindahkan pohon jambunya.

Tetapi bagi pot yang berasal dari ember atau dari tong, jangan lupa untuk melubanginya terlebih dahulu karena memang belom ada lubangnya.

Polybag memang sedikit lebih gampang robek dibandingkan pot, apalagi jika kita tidak hati-hati dalam menggunakannya, namun polybag jauh lebih murah harganya dibandingkan dengan pot. Banyak dari petani jambu madu yang menggunakan polibag didalam berkebun sebab lebih ekonomis dan mudah didapati walau dalam jumlah besar.

3. Menyiapkan Pupuk Awal

Pupuk awal yang sering digunakan ialah berasal dari kotoran unggas dan hewan ternak seperti kambing dan sapi.

4. Menyiapkan Tanah

Tanah yang digunakan adalah tanah yang gembur artinya tanah humus, tanah hitam atau tanah yang sehat, Tanah humus biasanya mudah dijumpai pada pedagang yang menjual tanaman bunga. Atau tanah hitam dibelakang rumah kita, termasuk tanah bakaran yang sudah lama yang sudah menjadi tanah.

5. Menyiapkan Sekam Padi

Sekam padi, yaitu kulit padi yang telah terpisah dari padinya sewaktu selesai digiling. Sekam padi ini berfungsi untuk merenggangkan tanah. Hal ini dilakukan supaya akar pohon Kedondong mudah berkembang, artinya pohonnnya juga akan cepat tumbuh besar dan subur.

Setelah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam menanam tanaman Kedondong maka selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah cara menanamnya, yaitu sebagai berikut :

  • Langkah pertama dalam menanam Kedondong di dalam pot adalah mencampurkan terlebih dahulu tanah, kompos dan sekam padi, dengan perbandingan 5 : 3 : 2. kemudian aduk hingga tercampur merata.
  • Sebelum memasukkan tanah ke dalam pot, terlebih dahulu masukkan pecahan genteng atau pecahan bata kedalam pot agar apabila pot kelebihan air ketika penyiraman akan cepat keluar dari dasar pot.
  • Setelah itu, masukkan tanah campuran tersebut ke dalam pot atau polybag dengan ketinggian 5 cm dari bibir pot. Akan tetapi apabila bibit yang ingin Anda tanam sudah besar maka tidak perlu lagi ditambah tanah dibawahnya, hal ini dilakukan agar pot atau polybag yang menjadi medianya tidak terlalu penuh isinya. Ini bertujuan supaya ruang yang masih kosong di dalam polybag atau pot dapat ditambah dengan pupuk kompos pada bulan berikutnya secara bertahap.
  • Setelah itu ambil bibit kedondong dan buka polybag-nya. Namun kita juga perlu hati-hati di dalam merobek polibetnya agar jangan sampai tanah pada polybag tersebut hancur, yang kemudian akan dapat menyebabkan kematian pada bibitnya.
  • Masukkan bibit yang sudah dikoyak polybagnya ke dalam pot atau polybag yang sudah diisi tanah. Kemudian penuhkan pot atau polybag dengan tanah yang sudah dicampur setinggi tanah yang ada pada bibit atau pohon kedondong tersebut.
  • Siram tanaman dengan air secukupnya hingga media tanam menjadi basah.
  • Agar tanaman tidak goyah ketika tertiup angin, Anda dapat memasang ajir.
  • Letakkan tanam kedondong di tempat yang teduh hingga muncul tunas-tunas baru, setelah itu Anda dapat memindahkan ke halaman yang terkena sinar matahari langsung.

Cara Menanam Kedondong Di Lahan

Secara umum kedondong sangat menyukai tanah yang gembur, dan mengandung banyak unsur hara organik. Akan tetapi, tanaman ini juga dapat tumbuh pada tanah berbatu kapur dan tanah pasir masam sekalipun. Asalkan memiliki sistem pengairan yang baik. Idealnya tanaman ini di tanam di tanah yang mengandung keasaman tanah berikisar 5,5-6,2.

Berikut ini panduan cara menanam Kedondong di areal lahan :

  1. Pertama-tama bersihkan lahan dari sisa-sisa gulma atau rumput yang dapat mengganggu pertumbuhan Kedondong
  2. Setelah itu, Gali lubang tanam Dengan ukuran 40 cm X 40 cm X 30 cm. Dengan jarak antar lubang 2,5 M hingga 5 M. Setiap lubangnya diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 – 10 kg.
  3. Taburi lubang dengan insektisida (Furadan) untuk mencegah gangguan rayap atau semut dengan dosis 10 – 20 gram atau 1 – 2 sendok makan per lubang tanam.
  4. Setelah lubang siap, keluarkan bibit dari polibag secara hati-hati. Usahakan tanah di dalam polybg tidak buyar atau pecah. Caranya, sobek polibag terlebih dahulu dengan menggunakan gunting atau pisau kemudia keluarkan secara hati-hati.
  5. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga batas leher akar. Kemudian timbun kembali dengan tanah bekas galian dan padatkan.
  6. Jika perlu, pasang ajir untuk mencegah batang bibit agar tumbuh tegak.
  7. Siram bibit hingga tanah menjadi basah.

Cara Merawat Tanaman Kedondong

Untuk memperoleh hasil yang optimal, tanaman kedondong harus mendapatkan perawatan yang intensif, yang meliputi penyiraman, penyiangan, penggemburan dan pemupukan.

6. Penyiraman

Lakukan penyiangan secara terutur, yakni satu kali dalam sehari pada sore hari. Lakukan penyiraman hingga media tanam menjadi basah.

7. Penyiangan

Pada umumnya penyiangan dilakukan sebelum pemupukan. Hal ini bertujuan supaya tanaman dapat menyerap nutrisi secara penuh dari pupuk tersebut. Biasanya penyiangan dilakukan setelah pohon kedondong berumur 2-4 minggu setelah masa tanam.

8. Penggemburan

Penggemburan tanah dapat dilakukan pada tanah yang sudah memadat di sekitar batang. Terutama ketika memasuki musim hujan. Tanah dapat dinaikkan ke sekeliling phon supaya air hujan tidak menggenang.

9. Pemangkasan 

Agar tanaman kedondong berbuah lebat, usahakan Kita melakukan pemangkasan secara rutin. Hal ini akan dapat merangsang pembuahan. Selain itu dengan pemangkasan, pohon kedondong akan tumbuh tidak terlalu besar dan batangnya  yang akan menghasilkan buah yang lebat.

10. Pemupukan

Lakukan pemupukan menggunakan pupuk kandang  atau kompos setiap 6 bulan sekali. Untuk tanaman di pot berikan pupuk kandang sebanyak 3 kg per potnya. Sedangkan penanaman di lahan berikan pupuk sebanyak 15 kg per lubang tanamnya.

11. Pemanenan Kedondong

dilansir dari dewitani.com. Kedondong sudah dapat dipanen setelah berumur 1-1,5 tahun setelah masa tanam. Ciri-ciri buah kedondong yang sudah siap dipanen yakni  pada kulit buahnya sudah berwarna hijau tua dan sudah mengeluarkan aroma yang harum.

Demikian ulasan singkat mengenai cara menanam dan merawat tanaman kedondong di dalam polibag semoga dapat bermanfaat bagi kita semua……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.