Panduan Praktis Cara Menanam Petsai (Kubis Cina)

By | November 30, 2019

Cara Menanam Petsai (Kubis Cina) – Petsai atau kubis cina merupakan tanaman sayuran daun dari keluarga Cruciferae. Tanaman ini diduga berasal dari Cina dan Asia Timur. Konon di daerah cina, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 2.500 tahun silam. Masuknya petsai ke wilayah Indonesia diduga pada abat ke 19, Daerah pusat penyebaran petsai antara lain Bogor, Lembang, Pengalengan, Malang dan Tosari.

Tanaman semusim ini umumnya berdaun lebar dan berkerut-kerut serta membentuk krop, terutama pada petsai B.Pekinensis. Sedangakan pada B.chinensis atau pak Choi, struktur daunnya halus, tidak berbulu dan tidak membentuk krop (telur).

Jenis-Jenis petsai

Pada dasarnya petsai atau kubis cina yang umumnya dibudidayakan terbagi menjadi dua jenis, yakni :

Ptsai-sin (Brassica pekinensis L)

Petsai jeni ini memiliki ciri-ciri permukaan daun kasar, berkerut-kerut, mudah rapuh, berbulu tajam serta halus,membentuk krop bulat dan kompak.

Pak Choi atau Toi-Sin atau Caisin (B.Chinenis L.)

Tanaman ini sering disebut dengan petsai bunga. Ciri-ciri petsai jenis ini adalah permukaan daun halus, tidak berbulu, koropnya tidak kompak dan ada yang tidak membentuk krop.

Syarat Hidup Tanaman Petsai

Petsai banyak ditanam di daerah dataran tinggi (pegunungan) yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 Meter diatas permukaan laut. tanaman ini jarang ditanam di daerah dataran rendah kerena tidak mau membentuk krop. Meskipun membentuk krop akan berukuran kecil dan kropos.

Sedangkan untuk Pak Choi atau Caisin dapat ditanam di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi. Adapun syarat penting agar tanaman petsai dapat tumbuh dengan maksimal ialah tanahnya harus gembur, mengandung unsurhara cukup, dan mengandung keasaman tanah 6-7.

Waktu tanam petsai yang baik ialah ketika awal musim hujan atau akhir musim hujan. Karena tanaman ini lumanyan tahan terhadap hujan. Akan tetapi, untuk perawatan tananam pada musim hujan akan lebih berat dibandingkan dengan musim kemarau. Karena pada musim hujan ulat daun akan berkembang dengan pesat.

Cara Budidaya Petsai

Budidaya petsai tidaklah sulit asalkan syarat hidupnya dapat terpenuhi. Petsai atau kubis cina dikembangbiakan dengan bijinya. Untuk lahan seluas satu hektar memperlukan biji petsai sebanyak 500-700 gram.

Sebelum ditanam, biji petsai terlebih dahulu disemai di dalam polyback berukuran 6 cm. yang telah di isi tanah dan pupuk kandang. Setelah berumur 5 hari setelah disemai  Bibit-bibit petsai sudah mulai tumbuh, bibit baru dapat dipindahkan ke areal tanam setelah memiliki 4-5 helai daun atau setelah bibit berumur kurang lebih 30 hari.

Sambil menunggu bibit siap ditanam, areal tanam terlebih dahulu dicangkul atau di bajak sedalam 30-40 cm dan diberi pupuk kandang yang sudah matang. Untuk lahan seluas 100 meter persegi membutuhkan kurang lebih 10 -15 kg pupuk kandang. Setelah tanah diratakan, buatlah bedengan selebar 100 cm dengan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan 20 cm.

Setelah bibit berumur 1 bulan bibit sudah dapat dipindahkan ke bedengan. Setiap bedengan dibuat tiga baris tanaman. Tanam bibit tersebut sesuai barisan dengan jarak tanam 40 cm dan jarak-antarbaris 40 cm.

Lakukan pemupukan sebanyak dua kali, pupuk yang digunakan adalah pupuk buatan berupa TSP dan urea dengan perbandingan 1 : 2, untuk areal tanam seluas 100 meter persegi memperlukan 1,8 kg TSP dan 1,6 kg urea.

Pupuk diberikan bersamaan waktu areal tanam dibersihkan dari gulma-gulma pengganggu, beri jarak 5 cm dari batang tanaman dengan ketentuan TSP diberikan sekaligus sedangkan Urea diberikan dua kali. Pupuk urea pertama kali diberikan 1,8 kg 100 meter persegi ketika tanaman berumur 45 hari, sementar itu, pemberian pupuk urea kedua setelah tanaman berusia 60 hari sebanyak 1,8 kg.

Untuk Mengetahui Cara Menanam Kubis Di Pot Silakan. Klik Disini

Proses Pemeliharaan Tanaman

Selain membersihkan areal tanaman dari gulma-gulma, memberantas hama dan penyakit perlu juga dilakukan. Adapun hama yang sering menyerang tanaman ini ialah ulat daun dan cendawan. Kedua hama ini dapat menyebabkan daun petsai menjadi berbintik-bintik dan terbentuk lingkaran konsetris merah yang pada akhirnya akan menjadi kehitaman. Biasanya ulat daun akan banyak berkeliaran ketika hujan turun.

Setelah hujan turun segeralah melakukan penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC, usahakan minimal seminggu sekali melakukan penyemprotan pada tanaman. Sedangankan untuk hama Cendawan Anda dapat menyemprotkan fungiida Dithane M-45.

Selain hama, penyakit juga menjadi momok serius bagi petani Petsai, penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Terutama bakteri busuk daun Xanthimonas campentris dan bateri busuk batang Erwinia Corotovora. Bila tanaman sudah terserang penyakit tersebut maka akan sulit untuk diberantas.

Pemanenan

Panen dapat dilakukan setelah tanaman berkrop besar, yakni kira-kira berumur 2,5 bulan dari waktu penanaman. Cara pemanenannya cukup mudah yakni dengan memotong batang yang ada di atas tanah.

Simak Juga video cara menanam petsai di pekarangan rumah

Sekian dan terimakasih semoga artikel yang berjudul “Panduan Praktis Cara Menanam Petsai atau Kubis Cina” dapat bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca semua…

Baca Juga :

√ 7 Panduan Praktis Cara Menanam Sawi Di rumah

√ 7 Cara Menanam Selada dan Prawatanya di Pekarangan Rumah

Panduan Lengkap Dari A-Z Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.