10 Cara Menanam Dan Merawat Jeruk Manis Di Dalam Pot Agar Berbuah Lebat

By | Februari 8, 2020

jeruk manis

Cara Menanam Jeruk Manis – Jeruk merupakan salah satu tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia, Dipercaya bahwa jeruk pertama kali berasal dari dataran cina. Di Indonesia sendiri, jeruk sudah tumbuh dengan subur sejak ratusan tahun yang lalu. Bangsa Belanda yang pertama kali membawa dan mengembangbiakan jeruk di Indonesia. Mereka mendatangkan jeruk manis dan jeruk keprok dari Amerika dan Italia sehingga tidak mengherankan apabila sekarang ini banyak dijumpai buah jeruk di hampir seluruh daerah di Indonesia.

Buah jeruk berbentuk bulat hingga lonjong. Ukuran buahnya agak besar dengan warna kulit buah beraneka ragam, mulai dari warna hijau hingga kekuningan. Dari segi rasanya, ada yang manis hingga yang masam.

Klasifikasi Botani Tanaman Jeruk

Divisi :Spermaophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rutales
Keluarga : Rutacaeae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus Sp

Jenis-Jenis  Jeruk

Secara umum,ada 4 jenis jeruk yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Yakni antara lain sebagai berikut :

1. Jeruk Manis

Di Indonesia sendiri, Jeruk manis saat ini menjadi salah satu pilihan pertama untuk dikonsumsi. Jeruk ini memiliki rasa yang sangat manis sehingga tidak mengherankan jika jeruk ini paling banyak ditanam saat ini. Selain karena rasanya yang manis, bagian-bagian lain dari tanaman jeruk ini, seperti bunga, biji, dan kulitnya dapat diambil minyaknya sehingga jeruk ini menjadi kunci perindustrian jeruk di Seluruh dunia.

Idealnya tanaman jeruk manis ditanam di ketinggian 800 – 1500 m2 di atas permukaan laut.

2. Jeruk Mandarin

Ciri-ciri dari jeruk mandarin ini agak berbeda dengan jeruk manis. Pada umumnya, pohon jeruk lebih kecil dan banyak cabangnya. Buahnya dapat dikonsumsi langsung karena kulit buah jeruk ini tipis dan daging buahnya tebal. Tektur buahnya lembut dan lunak, banyak mengandung air dan rasanya manis.

Idealnya tanaman jeruk manis ditanam di ketinggian 800 – 1500 m2 di atas permukaan laut.

3. Jeruk Besar

Sesuai dengan namanya, buah jeruk jenis ini memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya. Varietas yang termasuk ke dalam jenis ini adalah jeruk bali, jeruk silumpang, jeruk delima, jeruk nambangan, dan jeruk simanalagi. Semua varietas ini memiliki kulit yang tebal dan jika telah matang kulitnya akan berwarna kunign. Warna daging buahnya merah muda ketika masih muda dan setelah matang akan berubah menjadi merah hingga jingga.

4. Jeruk Sitrun

Adapun yang termasuk kedalam golongan jeruk sitrun ialah, jeruk manis, jeruk nipis, jeruk pecel, dan jeruk sukade. Jeruk sitrun merupakan tanaman perdu yang memiliki banyak dahan dan ranting. Selain itu, tentu saja menghasilkan buah yang banyak. Buahnya juga beraneka ragam ada yang berukuran kecil dan ada yang besar. Seperti jenis jeruk besar, jeruk sitrun pun dapat tumbuh di daerah apapun baik itu di dataran rendah ataupun dataran tinggi.

Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk

Tanaman jeruk dapat tumbuh di manapun, baik itu di daerah berdataran rendah ataupun dataran tingi. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil yang optimal, Maka perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain sebagai berikut :

1. Kondisi Iklim

  • Terkena sinar matahari langsung.
  • Suhu yang optimal untuk menanam jeruk berkisar 20 C0 – 30 C0, akan tetapi ada yang masih dapat tumbuh normal pada suhu 38 c0.
  • Sedangkan curah hujan antara 1.990-2400 mm pertahunnya.
  • Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan dapat merontokkan bunga dan buah. Tanaman penahan angin diperlukan untuk melindungi jeruk dari kencangan angin yang berhembus.
  • Tanaman ini sebaiknya ditanam berderet tegak lurus searah angin.
  • Kelembapan optimal untuk pertumbuhan jeruk berkisar 70-80%.

2. Tanah

Hal lain yang penting diperhatikan dalam sistem budidaya Jeruk ialah media tanam. Tanah yang paling ideal ditempati menanam jeruk adalah yang subur, gembur, kaya akan oksigen dan nitrogen serta memiliki banyak kandungan organik. Perhatikan pula derajat keasamannya (pH) . Yang paling cocok adalah 5,5 sampai 7,5.

Panduan Cara Menanam Jeruk Di Dalam Pot

  1. Pemilihan bibit Yang berkualitas

Salah satu kunci keberhasilan pembudidayaan jeruk terletak pada pemilihan bibit jeruk karena pemilihan bibit yang tepat akan menghasilkan jeruk yang berkualitas bagus. Bibit atau biji yang baik dapat diambil dari pohon induk yang sudah terbukti bagus dan terbebas dari hama penyakit.

Adapun ciri-ciri bibit yang baik di antaranya ialah, pertumbuhannya subur, sehat, ukuran diameter kurang lebih 2-3 cm, berstruktur halus tidak terdapat lipat-lipat, mimiliki serabut banyak, sedangkan akar tunggangnya sedang.

2. Menyiapkan Media Tanam

Siapkan pot yang terbuat dari plastik, keramik atau dari tong minyak yang memiliki ukuran besar, atau polybag besar yang memiliki ukuran minimal 60×70 cm. Pot memang lebih baik dari poly bag, pot bisa bertahan lebih lama karna memang lebih kuat, kemudian juga lebih gampang jika anda ingin memindah-mindahkan pohon jambunya.

Tetapi bagi pot yang berasal dari ember atau dari tong, jangan lupa untuk melubanginya terlebih dahulu karena memang belom ada lubangnya.

Polybag memang sedikit lebih gampang robek dibandingkan pot, apalagi jika kita tidak hati-hati dalam menggunakannya, namun polybag jauh lebih murah harganya dibandingkan dengan pot. Banyak dari petani jambu madu yang menggunakan polibag didalam berkebun sebab lebih ekonomis dan mudah didapati walau dalam jumlah besar.

3. Menyiapkan Pupuk Awal

Pupuk awal yang sering digunakan ialah berasal dari kotoran unggas dan hewan ternak seperti kambing dan sapi.

4. Menyiapkan Tanah

Tanah yang digunakan adalah tanah yang gembur artinya tanah humus, tanah hitam atau tanah yang sehat, jangan tanah kuning yang biasa dijadikan untuk menimbun. Tanah humus biasanya mudah dijumpai pada pedangang yang menjual tanaman bunga. Atau tanah hitam dibelakang rumah kita, termasuk tanah bakaran yang sudah lama yang sudah menjadi tanah.

5. Menyiapkan Sekam Padi

Sekam padi, yaitu kulit padi yang telah terpisah dari padinya sewaktu selesai digiling di kilang padi. Sekam padi ini berfungsi untuk merenggangkan tanah. Hal ini dilakukan supaya akar pohon jambu mudah berkembang, artinya pohonnnya juga akan cepat tumbuh besar dan subur.

Setelah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam menanam tanaman jeruk manis maka selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah cara menanamnya, yaitu :

  • Langkah pertama dalam menanam jeruk manis di dalam pot ialah mencampurkan terlebih dahulu tanah, kompos dan sekam padi, dengan perbandingan 5 : 3 : 2. kemudian aduk hingga tercampur merata.
  • Sebelum memasukkan tanah ke dalam pot, terlebih dahulu masukkan pecahan genteng atau pecahan bata kedalam pot agar apabila pot kelebihan air ketika penyiraman akan cepat keluar dari dasar pot.
  • Setelah itu, masukkan tanah campuran tersebut ke dalam pot atau polybag dengan ketinggian 5 cm dari bibir pot. Akan tetapi apabila bibit yang ingin Anda tanam sudah besar maka tidak perlu lagi ditambah tanah dibawahnya, hal ini dilakukan agar pot atau polybag yang menjadi medianya tidak terlalu penuh isinya. Ini bertujuan supaya ruang yang masih kosong di dalam polybag atau pot dapat ditambah dengan pupuk kompos pada bulan berikutnya secara bertahap.
  • Setelah itu ambil bibit dan buka polybag-nya. Namun kita juga perlu hati-hati di dalam merobek polibetnya agar jangan sampai tanah pada polybag tersebut hancur, yang kemudian akan dapat menyebabkan kematian pada bibitnya.
  • Masukkan bibit yang sudah dikoyak polybagnya ke dalam pot atau polybag yang sudah diisi tanah. Kemudian penuhkan pot atau polybag dengan tanah yang sudah dicampur setinggi tanah yang ada pada bibit atau pohon jambu biji tersebut.
  • Siram tanaman dengan air secukupnya hingga media tanam menjadi basah.
  • Agar tanaman tidak goyah ketika tertiup angin, Anda dapat memasang ajir.
  • Letakkan tanaman ke tempat tidak terkena sinar matahari langsung  selama 7 hingga 14 hari.
  • Setelah 15 hari Anda dapat meletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

6. Panduan Cara Menanam Jeruk manis di Lahan

Untuk memperoleh hasil yang optimal, sebaiknya tanaman jeruk ditanam di tanah lempung hingga lempung berpasir dengan fraki liat 7-27%, debu 25-50% dan pasir kurang dari 50%.

Subur, gembur dan mengandung unsur hara yang cukup. Jenis tanah latosol dan andosol sangat cocok untuk ditanami jeruk. Untuk kadar keasaman tanahnya berkisar 5,5-6,5. Berikut ini panduan menanam jeruk di lahan :

  1. Terlebih dahulu lahan dibersihkan dari sisa-sisa gulma atau rumput yang dapat mengganggu pertumbuhan jeruk manis
  2. Setelah itu, Gali lubang tanam Dengan ukuran 40 cm X 40 cm X 30 cm. Dengan jarak antar lubang 4 M hingga 5 M. Setiap lubangnya diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 – 10 kg.
  3. Taburi lubang dengan insektisida (Furadan) untuk mencegah gangguan rayap atau semut dengan dosis 10 – 20 gram atau 1 – 2 sendok makan per lubang tanam.
  4. Setelah lubang siap, keluarkan bibit dari polibag secara hati-hati. Usahakan tanah di dalam polybg tidak buyar atau pecah. Caranya, sobek polibag terlebih dahulu dengan menggunakan gunting atau pisau kemudia keluarkan secara hati-hati.
  5. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga batas leher akar. Kemudian timbun kembali dengan tanah bekas galian dan padatkan.
  6. Jika perlu, pasang ajir untuk mencegah batang bibit agar tumbuh tegak.
  7. Siram bibit hingga tanah menjadi basah.

Usahakan penanaman dilakukan pada pagi ataupun sore hari.

Perawatan

Pemeliharaan sangat penting dilakukan untuk memperoleh tanaman yang dapat berbuah lebat. Adapun pemeliharaan yang dikehendaki yakni penyirmaan, penggemburan tanah, pemupukan, pemangkasan, dan penjarangan buah.

8. Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin. Akan tetapi, usahakan jangan sampai menggenangi batang akar. Penyirmaan dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk menjaga kondisi kelembapan tanah atau media tanam. Dua minggu pertama setelah bibit ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Setelah lebih dari dua minggu Anda dapat mengurangi penyiraman menjadi 2 hari sekali. Dan jika terjadi hujan dan terlihat tanahnya basah maka Anda tidak perlu melakukan penyiraman.

9. Penyiangan

Penyiangan biasanya dilakukan sebelum pemupukan. Hal ini bertujuan agar proses pemupukan dapat berjalan lancar karena tanah menjadi gembur dan terbebas dari gulma. Penyianan dilakukan dengan membuang gulma menggunakan cangkul atau menggunakan tangan secara lansung.

10. Penggemburan

Penggemburan media tanam sangat perlu dilakukan apabila akar tanaman sudah mulai terlihat. Lakukan penggemburan secara hati-hati, jangan sampai mengenai akar sehingga menyebabkan luka.

11. Pemupukan

Sama seperti tanaman lainnya, pohon jeruk juga pasti memerlukan makanan sebagai asupan gizi yang dapat membuatnya tumbuh semakin besar dan subur. Begitu pentingnya pemupukan sehingga dapat kita katakan, semakin bagus kualitas pupuk yang kita berikan maka semakin subur pohonnya dan semakin lebat dan manis buahnya. Maka dari itu hendaknya kita tidak hanya memberikan pupuk kimia tetapi juga pupuk alami seperti kompos (kotoran lembu, kambing dan unggas).

Berikan pupuk 10 hari atau maksimalnya 15 hari sekali. Jika anda menjadwalkan pemupukan 10 hari sekali maka teruslah memberikannya 10 hari sekali, jangan kemudian berubah menjadi 15 hari sekali atau lebih. Pemupukan dengan waktu yang teratur akan membuat pohon jeruk akan terus berbuah. Kemudian pemupukan ini sudah anda dapat lakukan mulai dari bibitnya masih berukuran kecil.

Cara memberian pupuk bisa dengan menaburkan pupuk di samping pohon jeruk tersebut, atau anda dapat mengorek sedikit tanah di sekeliling pohonnya, 1,2 atau 3 lubang kemudian menanamkan pupuknya dan kemudian menutupnya kembali. Hal ini biasanya dilakukan agar pupuk lebih tidak cepat hancur ketika dilakukan penyiraman dan juga menghindari gangguan dari binatang seperti ayam dan lain sebagainya.

Kemudian yang perlu diperhatikan lagi adalah jangan terlalu banyak memberikan pupuk kimia, hal ini sering terjadi dikarenakan pemilik ingin sekali pohon jeruknya cepat berbuah. Namun bukannya cepat berbuah malah yang terjadi adalah sebaliknya, pohon jeruk cepat kering dan kemudian mati.

Selain pemberian pupuk kimia, kita juga jangan sampai lupa memberi pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang baik adalah pupuk kandang yang sudah menjadi kompos, artinya yang sudah lama dan sudah steril dari jamur dan lain sebagainya. Seperti, kotoran lembu, kambing dan ayam.

Pemberian pupuk kandang atau kompos ini dapat dilakukan dalam satu bulan sekali atau dua bulan sekali sebanyak satu piring makan. Hal ini dilakukan agar pohon jeruk terus mendapat asupan makan secara bertahap atau rutin.

12. Pemangkasan

Pemangkasan pada jeruk bertujuan untuk membentuk tanaman agar tidak terlalu tinggi sehingga akan mempermudah dalam mengelolahnya. Selain itu dengan pemangkasan juga dapat memperbaiki kualitas buah, memperbanyak tunas baru, serta mengurangi kerimbunan tanaman yang dapat mengurangi produksi buah.

Adapun cara pemangkasan yang benar adalah sebagai berikut :

  • Pilihara 3 hingga 4 cabang yang tumbuh dari batang utama. Sisanya dipangkas hingga pangkal cabang.
  • Biarkan cabang yang dipelihara tersebut hingga membentuk ranting baru. Pelihara 3 hingga 3 ranting baru dan pangkas sisanya.
  • Pemeliharaan selanjutnya dilakukan untuk menjaga bentuk pohon, membuang cabang/ranting yang rusak atau mati.
  • Selanjutnya lakukan pemangkasan di cabang-cabang atau tunas-tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya.

13. Penjarangan Buah

Jika jeruk sudah berbuah lebat, Anda perlu melakukan penjarangan, hal ini bertujuan agar pohon dapat mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah tetap terjaga. Lakukan penjarangan pada buah yang sakit, yang tidak terkena sinar matahari langsung, dan buah yang terlalu banyak dalam satu tangkai. Buang buah yang berada di ujung kelompok buah dalam stu tangkai utama dan sisakan hanya 3-3 buah pada setiap tangkainnya supaya buah yang tersisah dapat tumbuh secara optimal.

14. Pengendalian Hama Penyakit

a. Hama Ulat

Pada umumnya hama ulat yang menyerang tanaman jeruk ialah ulat Phyllocnistis citrella Staint. Ulat ini akan menyerang daun jeruk yang masih muda. Ciri daun muda yang telah terserang hama ini antara lain. munculnya garis putih yang berliku-liku, setelah itu daun akan menggeriting dan berubah warna menadi pucat.

Untuk mengatasinya Semprotkan Insektisida Thiodan 35 EC dengan takaran 2 cc (2 sendok) untuk 1 liter air. Semprotkan pada permukaan daun bagian atas dan bawah.

b. Kutu Putih

Gejala dari serangan hama ini ialah, daun, ranting dan tangkai buah tampak menguning hingga kering, dan Buah mudanya banyak yang rontok. Untuk pemberantasannya semprotkan insektisida Azodirin atau Sevin dengan takaran  sesaui petunjuk di kemasan.

c. Cendawan Diplodia natalensis

Gejala dari serangan hama ini ialah, cabang jeruk yang terserang akan mengeluarkan blendok (gom) berwarna kuning emas. Sedangkan pada daunnya akan berwarna kuning dan ukuranya menjadi lebih kecil daripada biasanya. Untuk mengatasinya buang blendok dengan ujung mata pisau, bekas keluarnya blendok kemudian diolesi dengan fungsida Dithane M 45 yang terlebih dahulu telah dicampurkan dengan sedikit air dan perekat Affristik atau Rohastik.

d. Penyakit CVPD

penyakit ini disebabkan oleh bakteri BLO (Bacterial Like Organism). Gejala umum dari serangan penyakit ini antara lain sebagai berikut : Tanaman menguning, Muncul bercak-bercak hitam pada daun yang menguning, Pucuk dan tunas akan mengalami klorisis setiap akan terbentuk karena klorifil daun telah rusak.

Jika tanaman sudah terserang penyakit ini akan sulit untuk disembuhkan, kita hanya dapat mencegahnya yakni dengan cara membasmi vektor penyebab CVDP, yakni serangga Diaphorina citri dengan cara menyemprotkan dengan insektisida Bayrusil 250 EC dengan takaran 2 cc (2 sendok) untuk 1 liter air.

Demikian ulasan singkat mengenai cara menanam dan merawat jeruk di dalam polibag semoga dapat bermanfaat bagi kita semua……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.