Inilah Cara menanam Bayam Cabut Agar Cepat Panen

By | November 6, 2019

Cara Menanam Bayam  – merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari masyarakat Indonesia karena citarasanya yang enak, lunak, dan bermanfaat untuk untuk kesehatan. Selain itu, dalam 100 gram bagian bayam yang dimakan mengandung sekitar 2,9 mg zat besi (Fe),Kalsium, Fospor, vitamin A, B, dan C.

gambar bayam cabut

Secara umum ada dua jenis bayam yang banyak dibudidayakan oleh para petani Indonesia yakni Bayam cabut dan bayam tahunan.

Bayam Cabut (Amaranthus Tricolor L.)

Dinamakan bayam cabut karena cara memanennya dengan cara di cabut hingga akar-akarnya. bayam cabut memiliki daun yang lebih kecl dibandingkan dengan bayam tahunan, warna daunnya hijau dan ada yang berwarnah merah juga, berbentuk kecil menonjol.

Bayam Tahunan (Amaranthus Hybridu L.)

Bayam tahunan atau bayam petik merupakan jenis bayam liar yang dapat tumbuh di manapun, pada umumnya bayam petik dapat di temukan di areal pertanian seperti, di ladang, sawah, ataupun perkarangan rumah. Biasanya bayam jenis ini tumbuh ketika musim hujan datang.

Bayam ini dinamakan bayam tahunan karena dapat hidup lama hingga bertahun-tahun. Apabila dirawat dengan baik dan benar.

Bayam jenis ini memiliki batang yang tegak dengan batang yang besar, dengan tinggi dapat mencapai 2 meter, berdaun agak panjang, berujung runcing dan berwarna hijau atau merah tua. Bunganya merangkai panjang di ujung-ujung batang.

Syarat Menanam Bayam

Bayam dapat hidup dan tumbuh sepanjang tahun, baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Oleh sebab itu, tanaman ini dapat ditanam di kebun bahkan di pekarangan rumah sekalipun.

Bayam akan dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam di tanah yang subur dan gembur, yang memiliki unsurhara dan bahan organik yang bagus untuk tanaman bayam sendiri.

Selain itu derajat keasaman (Ph Tanah) yang ideal adalah berkisar 6-7. Jika pH kurang dari 6, maka pertumbuhan bayam akan terganggu, sedangkan jika keasaman tanah lebih dari 7, maka tanaman bayam akan mengalami kloronis. Ciri bayam yang terkena kloronis adalah timbul warna putih kekuning-kuningan, terutama pada daun yang masih muda.

Adapun waktu yang cocok untuk menanam bayam adalah ketika awal memasuki musim kemarau (bulan april dan maret) atau setelah memasuki musim hujan (bulan oktober dan november). Pada bulan-bulan tersebut kebutuhan air untuk tanaman bayam dapat terpenuhi secara alami.

Apabila Anda menaman tanaman ini bukan di waktu-waktu di atas maka Anda harus dapat menyediakan sumber air yang dapat menunjang pertumbuhan bayam.

Tanaman bayam akan tumbung dengan baik jika, ditanaman diareal lahan yang terbuka dengan sinar matarahari penuh.

Apabila Anda menanam bayam pada musim hujan, maka Anda harus memperhatikan drainase pembuangan airnya, biasanya tanaman bayam yang sering tergenang air akan menyebabkan bayam menjadi kerdil, layu dan pada akhirnya akan mati…

Cara Menanam Bayam Cabut

Tahap awal dalam budidaya bayam adalah memilih bibit yang berkualitas bagus, seperti Benih bayam unggul Retina, Benih bayam Maestro cap panah merah, Bayam hijau super dan lain sebagainnya. Semua merek benih tersebut dapat Anda temukan di toko pertanian langganan Anda.

Apabila Anda ingin membenihkannya sendiri maka Anda harus memilih indukan bayam yang dalam kondisi sehat, indukan bayam tidak terserang hama dan penyakit, Dan produktivitas kecambahnya tinggi mencapai 95 %.

Untuk areal lahan yang berukuran satu hektar setidaknya memperlukan 5 – 10 kg biji atau 0,5 – 1 g biji setiap satu meter perseginya. Biji-biji tersebut dapat langsung ditebar di lahan atau disemaikan terlebih dahulu.

Sebelum biji di tanam, terlebih dahulu lahan diolah, Persiapan lahan dilakukan dengan cara tanah dicangkul sedalam 20 sampai 30 cm, kemudian dibuat bedengan minimal dengan lebar 1 meter. Sedangkan panjangnya sesuai keinginan Anda.

Setelah itu, bedengan diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 10 ton perhektarnya atau sekitar 1 kg untuk satu meter perseginya.

Jika Anda menggunakan sistem penanaman langsung, maka biji bayam ditebar berbasir membujur dari barat ke timur dengan jarak antarbaris sekitar 20 cm.

Usahakan dalam penebaran biji dilakukan dengan hati-hati agar semua biji dapat merata dan tidak bertumpuk.
Tips agar penyebaran merata, biji bisa dicampurkan dengan sedikit pasir atau abu bekas pembakaran kayu bakar.

Biji-biji bayam akan tumbuh setelah 3 sampai 5 hari setelah ditebar. Setelah tanaman berumur 3 minggu, sebaiknya diberikan urea sebanyak 100 kg/perhektar atau untuk 1 ons / M2.

Untuk penanaman dengan penyemaian, biji-biji disemai di tempat yang teduh, setelah tingginya mencapai 10 cm dapat dipindahkan ke lahan pertanian. Jarak tanam yang ideal adalah 20 cm X 40 cm. Sedangkan untuk pemupukan tidak berbeda dengan penanaman secara langsung.

Untuk Mengetahui Cara Menanam Kangkung 20 hari Panen. Silakan Klik Disini

Proses Pemeliharaan Tanaman

Setelah bayam ditanamam langkah selanjutnya adalah proses pemeliharan atau perawatan. Agar tumbuh secara maksimal, penggemburan tanah di sekitar tanaman harus dilakukan, sambil melakukan penyiangan rumput-rumput pengganggu seperti alang-alang dan rumput teki.

Sedangkan untuk pengendalian hama seperti hama ulat-ulat dan belalang Anda dapat melakukannya secara manual dengan membunuhnya secara langsung dengan menggunakan tangan, atau dengan menggunakan insektisida.

Pemupukan

Sebenarnya, tanaman bayam tidak memerlukan pemupukan Susulan. Karena, pada tahap penyiapan lahan sudah diberikan pupuk organik dan nonorganik.

Meskipun demikian, Apabila sekiranya pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam terlihat kurang maksimal, Anda perlu sedikit memberikan pupuk susulan untuk mendorong pertumbuhan tanaman ini.
Biasanya para petani melakukan pemupukan susulan dengan cara menyiram atau pengocoran pupuk ketika umur 7- 10 hari, setelah masa tanam.

Caranya, dengan melarutkan urea kedalam air kemudian, kocorkan ketanaman bayam, untuk lahan yang berukuran 100 meter persegi, memperlukan urea sebanyak jadi 2,5 kg dan air 200 liter.

Proses Pemanenan

Ketika bayam sudah berumur 1 – 1,5 bulan, tingginya mencapai 20 -30 cm. Saat ini seluruh tanaman sudah dapat dipanen dengan cara tanaman dicabut beserta akarnya. Tanaman bayam yang mendapatkan perawatan yang baik dan benar dapat menghasilkan 3 ton per hektarnya.

Setelah dicaput dan dibersihkan dari sisa-sisa tanah yang masih menempel, akar bayam perlu direndam kedalam air, hal ini bertujuan untuk menjaga kesegaranya sebelum sampai ke tangan konsumen.

Demikan ulasan mengenai cara menanam bayam agar cepat panen, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada pertanyaan silakan komentar dibawah…

Baca Juga :

Panduan Lengkap Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak

Tata Cara Menanam Kentang Agar Hasil Panen Melimpah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.