Cara Menanam Labu Siam Agar Cepat Berbuah

By | Desember 30, 2019

Cara Menanam Labu Siam – Labu siam (Sechium edule Sw) Atau lebih dikenal dengan Waluh Jiang. Merupakan tanaman yang mampu hidup hingga 2 tahun. Labu siam memiliki rasa yang enak dan jika dimakan akan menimbulkan sensasi dingin. Selain itu, tanaman ini banyak mengandung vitamin A, B, dan C, Asam folat, zat besi, fosfor, seng, mangan dan tembaga.

Begitu banyaknya kandungan yang terdapat di dalam labu siam jika dikonsumsi secara rutin dapat menjaga kadar kolesterol, mampu menurunkan Tensi darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai anti kanker dan penuaan dini, selain itu labu siam juga bagus dikonsumsi oleh ibu hamil.

Tanaman yang banyak mengandung air ini memiliki warna buah yang beranekaragam diantaranya, hijau muda, hijau tua, dan kuning. Tanaman ini termasuk kedalam tanaman yang mudah untuk ditanam. Oleh karena itu. Tanaman ini banyak ditanam di berbagai negara baik itu yang beriklim tropis hingga negara yang beriklim subtropis. Dari dataran tinggi hingga dataran rendah, semua cocok untuk ditanami tanaman labu siam ini.

Ciri-ciri Tanaman Labu Siam

Labu siam merupakan tanaman merambat dengan batang panjang seperti tanaman mentimun. Batang tanaman ini kecil, tetapi sangat panjang. Bentuk buahnya seperti bola lampu dan beralur-alur sebanyak 5 hingga 10 buha. Untuk teksur buahnya lunak dan banyak mengandung air. Pada permukaan buahnya tumbuh bulu-bulu yang tajam dan jarang seperti duri. Di dalam buahnya terdapat biji yang berukuran besar dan lunak.

Untuk daunnya berlekuk menjari dan dangkal serta berbulu tajam. Jika diremas daunnya akan mengeluarkan aroma yang sedap sehingga daun muda enak untuk disayur. Tanaman ini bersistem akar tunggang dengan akar samping yang agak dalam dan kuat.

Syarat Tumbuh Tanaman Labu Siam

Labu siam dapat ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik didaerah yang berhawa sejuk dan lembap (pegunungan) atau pada dataran tinggi dengan ketinggian 900 hingga 1100 Meter diatas permukaan laut.  Jika ditanam didataran rendah sebaiknya ditanam di daerah yang dekat air, seperti kolam atau sungai.

Tempratur udara yang baik untuk pertumbuhan  tanaman labu siam ialah 21 hingga 28 celcius pada siang hari dan 15 hingga 20 celcius pada malam hari.

Adapun syarat terpenting agar tanaman tumbuh dengan baik ialah tanahnya harus subur, gembur, dan mengandung banyak humus. Ph tahan ideal untuk budidaya tanaman ini berkisar 5 – 6 dan ketersediaan air cukup.

Adapun waktu terbaik untuk menanam labu siam adalah pada akhir musim hujan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika tanaman ini ditanam pada musim kemarau asalkan ketersediaan air cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Mempersiapkan Bibit

Labu siam dapat diperbanyak dengan menggunakan buah labu yang sudah tua. Bilih lah bibit yang sehat, tidak ada cacat atau luka dan terbebas dari hama penyakit. Kemudian, buah yang akan dibuat sebagai bibit disimpan terlebih dahulu di tempat yang teduh dan lembab supaya tunasnya cepat tumbuh.

Dalam waktu kurang lebih satu minggu tunasnya sudah mulai akan tubuh. Apabila tunas telah tumbuh kurang lebih 10 -20 cm dan sudah berdaun 3 – 4 helai. bibit tersebut dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan

Sebelum bibit ditanam, lahan diolah dengan cara dicangkul agar lahan tanam menjadi gembur, buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 20 cm dengan lebar 50 -60 cm. Untuk mengurangi penguapan air dan mencegah tumbuhnya gulma Anda dapat memberikan plastik mulsa.

Labu siam ditanam dengan menggunakan Tiang Lanjaran atau tiang. Untuk mempermudah dalam pemananen maksimal tinggi lanjara sekitar 220 cm. Penanaman labu siam dilakukan dengan terlebih dahulu membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm berkedalaman 20 cm. Jarak antara lubang tanam yang satu dengan yang lain sejauh 3 Meter dan antar baris 5 Meter. Untuk kerapatan tanaman antara 1.200-1.500 tanaman per hektarnya.

Jangan lupa setiap lubang diisi dengan pupuk kandang (Unggas) atau kompos yang telah matang sebanyak 3 hingga 5 kg.

Penanaman

Untuk cara penanamannya cukup mudah, yakni dengan hanya memasukkan tunas hasil pembibitan kedalam lubang-lubang tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Benih yang sudah dimasukkan ke dalam lubang kemudian ditutup dengan lapisan tanah tipis – tipis hingga rata. Jangan terlalu tebal dalam penimbunan karena dapat menyebabkan bibit mudah membusuk.

Pemeliharaan Tanaman Labu Siam

Dari segi perawatannya tanaman labu siam tidak lah sulit, cukup dengan cara mengatur menjalarnya tanaman, memangkas tanaman yang terlalu gemuk, dan memangkas daun – daun yang sudah tua dan yang terlalu rimbun dan lebat.

Apabila terdapat bibit yang mati atau tidak sehat. Anda harus melakukan penyulaman agar dapat tumbuh secara merata.

Jika di areal bedengan banyak ditumbuhi gulma, maka lakukan penyiangan. Hal ini bertujuan agar mengurangi bahaya hama dan penyakit tanaman, serta mengurangi persaingan dalam memperebutkan unsur hara yang terdapat didalam tanah.

Selain perawatan diatas, untuk mengantisipasi dari serangan hama seperti oteng-oteng (Epilachna sp.) Anda perlu juga melakukan penyemprotan dengan insektisida Decis.

Pemupukan

Setelah berumur 30 hari dari masa penanaman, tanaman diberi pupuk agar berbuah banyak dan bagus. Pupuk yang diberikan berupa Urea dan TSP dengan dosis masing-masing 10 gram dan 15 gram setiap tanaman, Pupuk diberikan di sekeliling batang sejauh 5 cm.

Pemanenan

Tanaman Labu siam dapat dipanen setelah tanaman berumur 3 hingga 4 bulan atau sudah penuh padat dan warnanya agak keputih-putihan. Jika terlambat pemanenan dapat menyebabkan rasa labu siam menjadi kurang enak.

Adapun cara pemanenannya, dapat dilakukan dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam, usahakan dalam pemanen labu siam tidak terjatuh ketanah karena kulit labu siam mudah terluka.

Setelah panen pertama, tanaman ini sudah dapat dipanen seminggu sekali. dan masih dapat menghasilkan buahnya hingga 3 -4 tahunan. Apabila sudah melewati 4 tahun masa penanaman, Anda dapat melakukan peremajaan dengan menanam tanaman baru atau dengan cara memangkas atau memotong tanaman hingga menyisahkan 25 cm di atas permukaan tanah.

Jika dirawat dengan baik dan selalu dalam kondisi sehat tidak terkena hama penyakit, dalam satu tahun setiap tanamannya dapat menghasilkan buah sebanyak 500 buah.

Demikian Ulasan singkat mengenai cara menanam labu siam agar cepat berbuah. semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua..

Baca Juga  :

Panduan Lengkap Cara Menanam Seledri Dari Awal Hingga Panen

√ 5o Manfaat Pupuk Kompos Bagi Tanaman

√ 10 Cara Membuat Pupuk Organik Yang Baik Untuk Tanaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.