Cara Budidaya Jamur Tiram Agar Cepat Tumbuh

By | November 3, 2019

Budidaya Jamur – Dari berbagai jenis jamur, jamur tiram-lah yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu banyak petani yang membudidayakannya. Untuk melakukan budidaya jamur tiram terbilang sulit-sulit gambang, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kondisi lingkungan tempat jamur hidup.

jamur tiram alami

Jamur tiram akan tumbuh secara optimal jika dibudidayakan di area dataran yang tinggi. Hal ini juga harus didukung dengan tingkat kelembapan yang dinginkan jamur tiram, dingin dan sesuai dengan karakter jamur tiram sehingga dapat membuat pertumbuahan tubuh buah jamur tiram menjadi lebih optimal.

Meskipun habitat aslinya berada di daerah dataran tinggi, Jamur tiram juga dapat dibudidayakan di daerah dataran rendah, asalkan kondisi pemeliharaannya sesuai dengan habitat aslinya.

Ciri-ciri atau Morfologi Jamur Tiram

Sesuai namanya jarum tiram memiliki bentuk tudung, jamur ini agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang tiram. Permukaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak saat lembab, dan tepiannya bergelombang.

Jamur Tiram tumbuh merumpun yang memiliki banyak percabangan dan menyatu dalam satu media. Apabila sudah tua, apabila sudah tua, dagingnya akan menjadi liat dan keras. Jamur jenis ini memiliki warna bermacam-macam, ada yang putih, abu-abu, coklat dan merah. Di Indonesia jenis yang paling banyak dibudidayakan adalah jamur yang berwarna putih.

Kandungan Gizi Jamur Tiram

Jamur tiram memiliki nilai gizi dan kandungan protein yang tinggi, Setiap 100 gram jamur tiram mengandung 10,5-30,4 % protein, 56,6 % karbohidart, 367 kalori, 1,7-2,2 % lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. 72 % lemak tak jenuh, dan kandungan seratnya mencapai 7,4-24,6 %. Jamur sangat cocok untuk kita yang sedang melakukan program dieat.

Jamur juga memiliki kandungan nutrisi seperti, vitamin, kalsium, fosfor dan protein. Apabila dibandingkan dengan daging ayam, kandungan gizi jamur tiram lebih komplek atau lebih banyak dari pada daging ayam.

Manfaat Jamur Tiram

Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan jamur tiram juga dipercaya berkhasiat untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu seperti, penyakit diabetes, lever, anemia, kolesterol tinggi, dan antikanker. Kandungan seratnya yang tinggi dipecaya dapat membantu mengobati gangguan pencernaan dan menurunkan berat badan. Meningkatkan kolagen, Kaya antioksidan, Sumber vitamin B3

Cara Budidaya Jamur Tiram Agar Cepat Tumbuh

Langkah awal dalam proses budidaya jamur tiram adalah memilih lokasi usaha, Sebenarnya, dalam memilih lahan untuk budidaya jamur tiram untuk sekala kecil sangatlah mudah, yang terpenting kebersihan lokasi terjamin. kebersihan merupakan syarat wajib dalam pembudidayaan jamur tiram, oleh sebab itu, lokasi untuk budidaya tidak boleh berdekatan dengan kandang hewan atau tempat yang kotor lainnya. Selama kebersihannya terjaga ukuran tempat budidaya tidak menjadi masalah.

Untuk Mengetahui Cara Jitu Merawat Bunga Anggrek Agar Cepat Berbunga. Silakan Klik Disini

Berikut ini Ulasan singkat Apa saja yang harus di siapkan Ketika memulai budidaya Jamur tiram :

Menyiapkan Rumah Jamur/Kumbung Jamur

Rumah Jamur akan dibuat haruslah memenuhi syarat tumbuh jamur konsumsi dan dibaut sebisa mungkin menyerupai habitat asli jamur tiram ini, berikut ini syarat yang harus dipenhi dalam pembuatan rumah jamur :

Kebersihan Rumah Jamur

Rumah jamur harus selalu dijaga kebersihannya, usahakan dalam pembuatan kumbung jauh dari lingkungan yang kotor, untuk mempermudah pembersihan rumah jamur  lantainya Sebaiknya dibuat dengan bahan semen, bukan yang beralas tanah. Selain dapat menjaga kebersihan lantai, bahan semen mampu meningkatkan kelembapan karena air yang disiram tidak mudah terserap dan menguap.

Sirkulasi Udara Baik

Sirkulasi udara yang kurang baik akan membuat jamur mudah terserang penyakit dan akan membuat terhambatnya pertumbuhan jamur. Dalam pembuatan rumah jamur usahakan berikan jendela yang dapat dibuka dan ditutup sewaktu-waktu. Untuk menghindari serangga masuk, jendela atau lubang udara ditutup dengan kain kasa.

Suhu dan Kelembapan

Suhu yang ideal untuk mempercepat pertumbuhan jamur adalah 22-30 Derajat Celcius. Dalam budidaya jamur pengendalian suhu dan kelembapan ruangan sangat penting dalam meningkatkan hasil produksi.Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan jamur tidak tumbuh secara optimal.

Pencahayaan

Usahakan rumah jamur tidak tembus sinar matahari secara langsung, apabila cahaya langsung masuk ke rumah kumbung tampa ada penghalang sedikit pun dapat menyebabkan jamur mudah kering dan tidak segar lagi.

Agar cahaya matahari tidak langsung masuk kerumah kumbung Anda dapat mengakalinya dengan melapisi dinding kumbung dengan plastik mulsa. Selain itu plastik ini juga berfungsi untuk menjaga suhu di dalam ruangan agar tidak terlalu panas ketika musim kemarau tiba.

Setelah memenuhi syarat diatas barulah, Anda dapat membuat rak sebagai media meletakkan  bagbog.  Pada umumnya rak dibuat 2-4 tingkat, lebar rak 40 cm dengan panjang setiap ruas rak 1 M. Untuk rak ukuran ini dapat menampung 70-80 bagblog.

Sebenarnya Tidak ada patokan pasti berapa ukuran dalam membuat rak bagblog, yang pasti rak yang dibuat harus disesuaikan dengan berapa banyak jumlah baglog yang akan Anda budidayakan.

Menyiapkan Bagblog

Baglog dibuat dari serbuk gergaji halus, bekatul, tepung jagung, kapur bangunan dan air sebagai campuran. Sebenarnya buannyak sekali referensi tentang berapa banyak komposisi bahan media baglog untuk budidaya jamur tiram, tapi yang paling sering digunakan petani adalah :

100kg serbuk gergaji, dedak/bekatul 15-20%, kapur 2%, gips 0,5%, gula 1%, air 50-60%, atau juga bisa ditambahkan opsional tepung jagung 2%. Ini untuk membuat kurang lebih 100 baglog.

Cara Pembuatan Baglog :

Serbuk gergaji sebaiknya dilapukkan terlebih dahulu selama kurang lebih 3-4 minggu dengan cara dicampur sedikit kapur. Bekatul juga harus yang masih baru, tidak berbau apek, dan tidak berkutu.

Terlebih dahulu serbuk gergaji diayak, kemudian dicampurkan kapur, bekatul, gips lalu diaduk sampai benar-benar rata, setelah rata tambahkan air bersih, jangan lupa mengukur ph serbuk gergaji (ph yg baik adalah 5-7) setelah itu campuran media ditutup dengan plastik dan dibiarkan mengompos minimal selama 1 hari.

Semakin lama proses pengomposan maka akan semakin bagus. Setelah media cukup waktu lalu dimasukkan kedalam plastik tahan panas/plastik PP (biasanya ukuran 18×30, 18×35, 20 × 30, 20 x 35 x 40) kemudian dipadatkan dengan menggunakan botol atau dapat menggunakan mesin pengepress baglog, semakin padat media akan semakin bagus.

Setelah di press plastik diikat dengan menggunakan karet tahan panas, selanjutnya disterilkan dengan  suhu minimum 90 derajat selama 5-7 jam.

Setelah media cukup dingin atau bersuhu sekitar 25-30 derajat (pendinginan sekitar 8 jam) lalu dilakukan proses inokulasi/penanaman bibit.

Cara Perawatan Media Baglog Jamur

Susun baglog sedemikian rupa, hal ini bertujuan agar rapih, mudah memeriksa baglog dan mudah mempermudah ketika pemanenan jamur. Pada fase ini, karet yang mengikat dilepas sehingga akan terlihat permukan baglog.

Usahakan setiap hari menyiram baglog dengan sprayer. Penyiram yang adalah dengan membentuk kabut, bukan tetesa air. Lakukan penyiraman sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari tergantung suhu dan kelembapan rumah jamur.

Selain menyiram permukaan baglog Anda juga dapat menyiram ruang dan dinding secukupnya agar suhu ruangan menjadi dinging dan lembab.

Dari awal dimasukkan ke rak hingga berumur 2 minggu pinhead akan bermunculan dipermukaan baglog.

Dan jika daun jamur sudah membesar dan sudah siap di panen usahakan ketika menyiram jangan sampai mengenai daun jamur karena akan menyebabkan kadar air jamur bertambah dan menyebabkan  jamur berwarna kekuning-kuningan dan lebih cepat busuk.

Apabila kondisi ini sudah terjadi , penyiraman tebaik adalah dengan cara menyiram lantan dan dinding-dinding kumbung  agar tetap dingin dan lembab.

Pemanenan

Biasanya setelah 2 minggu setelah masa pembukaan tutup baglog. Jamur sudah dapat di panen.  Apabila Anda memiliki 10.000 baglog maka rata-rata per hari akan dapat memanen jamur sebesar 60 kg. Perlu diingat baglog dapat dipanen sebanyak 5 hingga 8 kali.

Tips Cara Memanen jamur yang baik :

  • Sayat jamur tiram di bagian pangkal batang agar batangnya tidak ikut terbawa juga. Anda dapat menggunakan pisau atau cutter yang terpenting tajam saja.
  • Setelah itu bersihkan media tanaman jamur yang masih tersisah di baglog, pembersihan ini bertujuan agar tidak terjadi pembusukan pada sisa-sisa jamur yang dapat menyebabkan adanya hama ulat dan berakibat memperlambat pertumbuhan jamur tiram.
  • Ushakan dalam menamen harus tepat waktu, karena apabila terlambat memanen akan membuat jamur menjadi kuning dan tidak menarik lagi.

Baca Juga : Panduan praktis cara menanam tanaman obat daun praktis

Simak Juga Video Cara Budidaya Jamur tiram agar cepat tumbuh

Demikianlah ulasan mengenai Singkat mengenai Cara budidaya jamur tiram. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Apabila ada pertanyaan silakan komentar di bawah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.