Panduan Praktis Cara Budidaya Ikan Lele Agar Cepat Besar

By | November 2, 2019

Siapa yang tak kenal lele ? di Negara tercinta kita ini. Lele merupakan salah satu jenis ikan yang paling banyak di konsumsi, dan menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar unggulan karena permintaan pasar yang selalu tinggi.

Selain memiliki harga yang relatif murah dan rasa yang lezat, lele juga banyak mengandung gizi. keunggulan inilah yang menyebabkan ikan lele menjadi salah satu ikan konsumsi primadona yang banyak disukai di kalangan masyarakat.

cara budidaya ikan lele

Di setiap daerah lele memiliki penyebutan yang berbeda-beda. Seperti Ikan Maut (Gayo dan Aceh), Ikan Duri (Sumatera Selatan), Ikan Kalang (Sumatra Barat), Ikan Wiru (Jawa Barat), Ikan Lele, Wais, dan Lindi (Jawa Tengah), Ikan Pintet, ikan Kaleh (Kalimantan Selatan), Ikan Penang (Kalimantan Timur), Ikan Cepi (Sulawesi Selatan) dan sebagainnya.

Di Indonesia ada dua jenis ikan lele yang banyak di budidayakan oleh petani, yakni, ikan lele dumbo (Clarias Gariepinus) dan ikan lele sangkuriang. Keunggulan dari kedua jenis lele ini adalah memiliki daya tahan hidup yang baik dan kuat terhadap serangan hama penyakit. Berikut ini panduan lengkap cara budidaya ikan lele agar cepar besar.

Di dalam pembudidayaan ikan lele banyak sekali media yang dapat digunakan seperti kolam semen, kolam terpal, kolam tanah dan lain sebagainnya.

Baca Juga : Inilah Cara Mengatasi Penyakti Ikan lele perut Kembung Dengan Ramuan Herbal

Dalam menyiapkan kolam lele Anda perlu mempertimbangkan persyaratan lokasi pemeliharaan. Berikut ini persyaratan lokasi untuk kolam ikan lele :

  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung.
  • Lokasi untuk pembuatan kolam harus dekat dengan sumber air.
  • Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, namun tidak berada di bawah pohon yang daunya mudah rontok.
  • Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup.
  • Sumber air tidak boleh terkontaminasi oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri ataun mengandung kadar minyak atau bahan lain yang dapat mematikan ikan.
  • Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh daun-daun atau tumbuh-tumbuhan seperti eceng gondok.
  • Suhu air yang baik untuk perkembangan ikan lele adalah 25-28 derajat celcius.

Media kolam Tanah

Kolam tanah sering menjadi pilihan peternak di daerah yang mudah mendapatkan air. Adapun keunggulan dari media kolam tanah adalah (1) biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan dan biaya oprasional relatif rendah. (2) Cocok untuk pemeliharaan induk karena induk akan lebih cepat mengalami pematangan gonad.

Sebelum di tebar benih kolam tanah terlebih dahulu dikeringkan hal ini bertujuan untuk menghilangkan mikroorganisme jahat yang masih ada di air kolam. Setelah dikeringkan jika ada lumpur-lumpur hitam di dasar kolam segera di bersihkan. Lumpur hitam tersebut biasanya terbentuk dari sisa-sisa kotoran dan makanan ikan.

Setelah bersih berikan kapur ke dalam kolam. Hal ini bertujuan untuk memberantas hama, penyakit yang tertinggal dan memperbaik kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram per meter persegi. Tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan ph rendah dapat memberikan kapur lebih banyak.

Begitu juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sedekar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan masih terdapat dikolam.

Anda juga dapat memupuk kolam dengan kotoran ternak ayam, berkisar anta  500-700 gram permeter persegi, urea 15 gram, sp3 10 gram NH4N03 15 gram. Kemudian dilakukan pengisian air kolam. Setelah terisi diamkan kolam selama 7 hari, guna memberi kesempatan tumbunya makanan alami ikan lele.

Media Kolam Terpal

Kolam terpal merupakan kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi risiko-risiko yang terjadi pada kolam tanah ataupun kolam beton. Kolam ini sekarang sudah banyak diminati oleh para peternak lele, hal ini karena selain mudah dan tidak merepotkan kolam terpal ternyata juga mempunyai banyak keuntungan. Berikut ini keuntungan yang diperoleh dari budidaya ikan lele di kolam terpal :

  • Dapat di terapkan di lahan yang bebas. Maksudnya disini yakni kita dapat membudidayakan ikan lele dimana saja tidak terkecuali di tanah yang menyerap air atau tanah berpasir.
  • Biasa investasi atau oprasional yang dikeluarkan murah.
  • Dapat di buat di lahan yang kekurangan air (tandus).
  • Dalam pembuatanya tidak lah sulit.
  • Terhindar dari ikan predator seperti ikan gabus.
  • Lele yang di hasilkan lebih berkualitas, bersih dan tidak berbau.

Ketika akan membuat media kolam terpal usahakan lahan yang akan di gunakan yang memiliki tempat yang rindang dan sejuk, akan tetapi. Usahakan tidak menempatkan lokasi kolam di bawah pohon . kemudian siapkan terpal untuk pembuatan kolam dengan ukuran 6 X 8 m, usahakan terpal yang digunakan jenis A3 karena yang lebih telab dan kuat.

Kemudian gali lahan atau tanah hingga mencapai kedalaman kurang lebih 70 cm dan lebar mencapai 4 x 6 meter untuk menempatkan posisi terpal, sebenarnya ukuran besar kecil kolam yang akan di buat tidak berpatokan pada ukuran tersebut namun ukuran kolam di sesuaikan dengan kapasitas benih ikan lele yang akan Anda tebar.

Dalam pemasangan terpal sebaiknya dilebihkan hal ini akan mempermudah untuk di buat rangka dan untuk memperkuat posisi terpal di dalam kolam sebaiknya pada sepanjang bibir kolam dipasang karung yang sudah diisi penuh oleh tanah. Dan jangan lupa untuk membuat pintu keluar dan masuknya air dan penyaringan.

Kolam Semen

Kolam Semen adalah kolam yang dibuat dengan bahan utama semen dan pasir. Keunggulan dari kolam ini adalah tidak mudah bocor dan lebih tahan lama dibandingkan dengan kolam tanah dan terpal. Namun dalam proses pembuatannya memerlukan biaya yang lebih besar di bandingkan kedua media kolam sebelumnya.

  • Persiapan dan Penebaran Benih Ikan Lele

Setelah media kolam sudah siap untuk digunakan, langkah selanjutnya adalah persiapan benih lele yang meliputi pemilihan bibit yang unggul. Unggul disini maksudnya yakni bibit ikan lele memiliki ukuran yang sama setiap benihnya, memiliki pergerakan yang aktif, berwarna cerah, dan tidak memiliki cacat di bagian fisiknya.  Benih yang unggul menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam beternak atau budidaya lele.

Sebelum di masukkan ke kolam budidaya, kebanyakan petani ikan lele melakukan sterilisasi pada benih lele, hal ini bertujuan agar benih ikan lele terbebas dari segala jenis macam penyakit. Bisanya untuk prosese sterilisasi menggunakan laruttan KM5NO4 dengan cara merendam bibit lele selama kurang lebih selama 10 menit.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam budidaya dengan kepadatan 200 hingga 400 ekor per meter persegi. Dengan kedalaman kolam yang dianjurkan 1-1,5 meter. Jadi untuk kolam yang memiliki ukuran 3 X 4 Meter, bibit ikan lele yang di tebar kurang lebih 2400 sampai 4800 ekor.

Setelah bibit ditebar tahap berikutnya dalam budidaya ikan lele adalah melakukan perawatan. Untuk kolam tanah, semen, dan kolam terpal  dalam perawatanya tidak berbeda jauh. Berikut ini perawatan yang harus Anda lakukan dalam beternak lele :

  • Mengganti air yang kotor dengan Air yang baru

Pada umumnya penggantian air dilakukan ketika kondisi kolam sudah terlihat kotor. Biasanya di tandai dengan ciri ikan sudah menggantung pada permukaan air. Idealnya waktu pergantian air di dalam kolam dilakukan setiap 1 kali dalam satu bulan hingga lele berumur 2 bulan. Setelah berumur 3 bulan untuk yang menggunakan media kolam terpal pergantian air dilakukan setiap 1 minggu sekali.  Pada umumnya penambahan air di dalam kolam mencapai 15 sampai 20 cm.

Pakan Untuk Budidaya lele

Ikan lele termasuk kedalam ikan pemakan segalanya (omnivora), sehingga bisa memakan jenisnya sendiri apabila kekurangan makanan. Untuk menghindari kanibalisme ikan lele tidak boleh kekurangan makanan.  Para pembudidaya lele biasanya memberikan pakan pelet. Pemberian pakan jenis ini bisa membantu Anda untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele.

Setiap harinya satu ekor ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari berat tubuhnya. Misalnya, jika ikan lele dengan berat 100 gram maka memerlukan pakan sebanyak 5 gram (5% dari berat tubuh) ikan. Usahakan setiap 10 hari sekali Anda mengecek berat masa ikan, untuk mengetahui berapa banyak pakan yang harus diberikan ikan lele.

Perlu Anda ketahui besar bentuk pelet yang diberikan harus disesuaikan dengan besar mulut ikan lele tersebut, hal ini bertujuan agar pakan yang diberikan tidak terbuang sia-sia.

  • Untuk usia 3 sampai 12 hari Anda dapat memberikan pakan ikan lele dengan cacing sutra dan UB High Grit.
  • Untuk umur ikan 14 sampai 2 bulan ukuran pelet yang digunakan Tingakat kedua (2 cm) Anda dapat menggunakan pelet merek Pf 128 (matahari sakti ) + kargil Halus.
  • Untuk umur 2 bulan sampai masa panen berikan pelet tingkat 3 (2-3cm). Anda dapat menggunakan pelet merek Pf 1000 (matahari sakti ).
  • Untuk menambah bobot ikan menjelang masa panen Anda dapat menggunakan pelet khusus yakni pelet tingkat 4 (4-6 cm) ) Anda dapat menggunakan pelet merek Cargil 611. Pelet jenis ini sifatnya tengelam di dalam air.

Jadwal Pemberian pakan ikan lele

Pemberian pakan ikan lele sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan tersebut. Untuk ikan lele yang baru disebar frekuensi pemberian pakan harus lebih intensif. Secara umum Anda dapat memberikan pakan ikan pada pagi, siang, sore dan malam hari. Waktu yang paling bagus untuk pemberian pakan ikan lele adalah pada sore dan malam hari. Karena ikan lele merupakan hewan noktrunal (aktif pada malam hari).

Selain mengonsumsi pelet. Ikan lele juga bisa diberikan pakan tambahan, biasanya pakan tambahan ini diberikan dua minggu sebelum masa panen. perlu dingattt, pakan tambahan yang bagus untuk perkembangan lele adalah yang mengandung protein tinggi. Seperti, ayam tiren atau ikan murah yang banyak dijual di pasar.

Untuk menjaga ekosistem di dalam kolam tetap stabil Anda bisa memberikan pupuk organik pada khusus pertanian yaitu pupuk TON.

Catatan :

Ton adalah formula khusus tambak Tambak Organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara. Ton berfungsi untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S. Selain itu, TON juga mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan ikan dan udang. Selain itu TON juga mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan.

Tebarkan pupuk TON setiap 1 minggu sekali, atau jika tidak sempat tebarkan ketika kolam sudah tercium bau yang tidak sedap.

Larangan Dalam Memberikan pakan ikan lele

  • Tidak memberi pakan secara berlebihan, Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik pada akhirnya. Tidak terkecuali dalam pemberian pakan pada ikan lele, pakan yang tidak dimakan ikan akan menyatu dengan air dan lama-kelamaan akan menjadi amoniak yang sangat berbahaya bagi perkembangan ikan lele.
  • Dilarang keras untuk mengobok-obok kolam dalam kondisi apapun. Karena mengobok” air dalam membuat lele menjadi stres dan susah untuk tumbuh besar.
  • Ketika hujan dilarang untuk memberikan pakan ikan lele.
  • Jangan memberi pakan ketika waktu masih sangat pagi (fajar). Menurut beberapa penelitian hal ini dapat menyebabkan lele terkena radang insang dan dapat memperlambat pertumbuhan dahkan lebih parahnya lagi menyebabkan kematian.

Hama dan Penyakit Ikan lele

Penyakit yang menyerang ikan lele terdiri dari dua macam yakni eksternal dan internal. Untuk yang eksternal biasanya berupa hewan seperti, anjing, kucing, ular dan sebagainya. Sedangkan yang internal penyakit atau hama yang berasal dari kolam itu sendiri. umumnya penyakit yang menyerang lele berasal dari satu organisme yang berkembang di dalam kolam, seperti Protozoa, jamur, bakteri dan virus.

Berikut ini beberapa penyakit yang menyerang ikan lele ;

  • Penyakit merah
  • Penyakit Saprolegniasis
  • Penyakit Bintik putih( white spot)
  • Penyakit Gatal (Trichodiniasis).
  • Penyakit Cotton wall disease
  • Penyakit kuning (Jaundice)
  • Pecah usus atau Reptured Intestine Syndrom (RIS)

LATAS BAGAIMANA MENCEGAHNYA ?

Berikut ini beberapa upaya yang harus dilakukan dalam rangka untuk mencegah dan mengendalikan penyakit secara keseluruhan antara lain :

  • Pilih benih ikan lele yang unggul.
  • Kolam budidaya terlebih dahulu dikeringkan, diberi kapur, dan untuk kolam tanah lakukan pembalikan tanah dasar dan sebagainnya.
  • Desinfeksi semua wadah dan peralatan sebelum dan selama proses produksi.
  • Selalu menjaga kualitas air pemeliharaan tetap pada kondisi yang optimal untuk kelangsungan hidup ikan.
  • Melakukan penebaran dengan padat lebar yang sesuai, untuk mengurangi kanibalisme sesama ikan lele.

Panen budidaya Lele

Tahap yang paling dinanti oleh para pembudidaya lele adalah tahap panen, dalam memanen ikan lele tidaklah begitu sulit, bisa dengan cara mengeringkan air di dalam kolam dan siapkan wadah kecil untuk hasil panen. Biasanya ikan sudah bisa dipanen apabila sudah berumur 2,5 hingga 3,5 bulan tergantung jenis lele yang dibudidayakan.

Simak Juga :

Ciri-ciri morfologi ikan lele jantan dan betina

Umpan Jitu Ikan Lele Yang Susah Makan

Jika masih bingung simak video berikut ini…

Demikian ulasan singkat mengenai cara Budidaya Ikan Lele Agar Cepat Besar. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kita semua, jika ada pertanyaan silakan komentar dibawah..

One thought on “Panduan Praktis Cara Budidaya Ikan Lele Agar Cepat Besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.