Jenis Lobster Air Tawar Yang Banyak Dibudidayakan Di Indonesia

By | November 2, 2019

Lobster Air tawar merupakan salah satu genus yang termasuk ke dalam kelompok udang (Crustacea) air tawar yang secara alami memiliki ukuran tubuh relative besar dan memiliki siklus hidup hanya di lingkungan air tawar. Di beberapa negara Lobster Air tawar memiliki sebutan-sebutan tersendiri seperti Crayfish, crawfish, dan crawdad.

GAMBAR LOMBSTER AIR TAWAR

Berdasarakan penyebarannya, di dunia ini ada 3 famili lobster air tawar, yakni famili Astacidae, Cambaridae, dan Parastacidae. Untuk Famili Astacidae, Cambaridae tersebar di belahan bumi bagian utara, sedankan Parastacidae menyebar di belahan bumi bagian selatan, seperti, Indonesia bagian timur, Papua Nugini, Australia dan New Zeland. Di Alam liar Lobster air tawar hidup di danau, rawa atau sungai.

Berikut ini beberapa jenis lobster air tawar yang telah berhasil dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia :

  1. Yabby (Cherax Destructor)

Lobster jenis ini merupakan lobster air tawar yang paling terkenal dibandingkan jenis lobster lainnya. Habitat aslinya berasal dari daerah New South Wales hingga diseluruh dataran benua Australia. Yabby pada umumnya ditemukan pada daerah yang perairan tawar yang kaya oksigen serta tanaman air.

Yabby memiliki capit besar yang digunakan untuk melindungi dirinya dari lawan dan memegang makanan. Ukuran lobster yabby dapat mencapai ukuran 400 gram. Yabbie akan tumbuh dan berkembanga dengan baik pada suhu 20-25 derajat celcius.

  1. Red Claw (Cherax Quadricarinatus)

Ia dikenal dengan sebutan Redclaw atau biasa disebut sebagai Yabby Queensland Utara. Australia. Red Claw termasuk lobster yang memakan segalanya (Omnivora), Disebut Redclaw karena lobster air tawar dewasa jenis ini mempunyai warna merah pada capit bagian luarnya, khususnya pada lobster air tawar jantan.

Ciri fisik lain dari Red Claw adalah  badanya berwarna kebiru-biruan dengan motif merah seperti batik. Lobster air tawar jenis inilah yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia.

  1. Red Swamp Crayfish (Procambarus Clarkii)

Berbeda dengan genus cherax yang telah disebutkan di atas, genus procambarus bukan lobster air tawar yang berasal dari Australia. Habitat asli lobster res swamp crayfish adalah Amerika Serikat, dan mulai dibudidayakan di berbagai negara tidak terkecuali di Indonesia. Lobster jenis ini disebut juga dengan lobster merah karena badanya yang berwarna merah. Read swamp pada umumnya ditemukan di perairan air tawar yang bersuhu hangat, sungai-sungai beraliran tidak derasm sistem irigasi, persawahan, serta bendungan.

Lobster jenis ini berukuran lebih kecil dibandingkan dengan lobster lainnya. Bobot lobster ini hanya dapat mencapai 50 gram dengan masa pemeliharaan 3-5 bulan.

  1. Marron (Cherax Tenuimaus)

Maroon merupakan lobster air tawar yang berukuran paling besar. Maroon dapat mencapai ukuran 300 gramm dalam waktu 2 tahun. Lobster ini berasal dari sungai yang mengalir di hutan, terutama bagian Selatan Australia. Marron dapat hidup pada suhu air 15 celcius hingga 22 celcius. Lobster ini tidak akan mampu bertahan dalam kondisi suhu di atas 30 celcius.

Baca Juga  : Cara Budidaya Lobster Air Tawar Bagi Pemula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.