Penerapan Irigasi Tetes Pada Budidaya Tanaman Cabai

By | November 2, 2019

Dalam Pembudidayaan cabai masih banyak kendala yang dihadapi para petani. Diantaranya hama penyakit, pengaruh cuaca dan budidaya yang kurang intensif. Perlu adanya upaya dalam meningkatkan produksi tanaman cabai, dengan cara penanaman cabai di dalam screenhouse dan menggunakan sistem irigasi tetes. Selama ini masih banyak petani yang belum menggunakan irigasi tetes untuk budidaya tanaman cabai,

Oleh karena itu, dirancangkan jaringan irigasi tetes menggunakan pipa Poly Vynil Cloride (PVC) dan emitter. Pipa berfungsi untuk mendistribusikan air dan emitter untuk meneteskan air ke setiap tanaman cabai. Selain itu, irigasi tetes membutuhkan bak penampung air dan dipasang filter agar kotoran tidak masuk ke dalam pipa.

Cara kerja irigasi tetes adalah dengan memberikan air dengan cara menyalurkanya ke pipa-pipa di sekitar tanaman. Dengan menerapkan tetas membuat hanya sebagian derah perakaran saja yang tersirami air jadi akan menghemat penggunaan air para petani. Nilai ekonomis air dengan menggunakan irigasi tetes lebih baik dibandingkan dengan irigasi permukaan (Marpaung, 2013).

Irigasi tetes  dibedakan menjadi 3 jenis yang berdasarkan jenis cucuran airnya, yaitu (a) Air merembes sepanjang pipa lateral (viaflow), (b) Air menetes atau memancar melalui alat aplikasi yang dipasang pada pipa lateral, dan (c) Air.menetes atau memancar melalui lubang-lubang pada pipa lateral (Prastowo, 2010a).

Irigasi tetes termasuk salah satu sistem irigasi permukaan (surface irrigation) dengan cara pemberian air di antara jalur-jalur tanaman. Air diberikan melalui jaringan-jaringan pipa di atas permukaan tanah yang dipasang menurut jalur-jalur tanaman.

Cara ini tidak memerlukan pembuatan parit-parit atau selokan-selokan seperti pada sistem irigasi lainnya, tetapi diperlukan peralatan khusus seperti pipa-pipa (utama, subutama dan lateral), alat penetes, pompa air, saringan, katup-katup, pengontrol tekanan dan umumnya dilengkapi dengan alat injektor pupuk.

Setiap tanaman secara langsung akan menerima air irigasi melalui penetes yang dipasang pada pipa lateral dan terletak di atas perakaran tanaman. Permukaan tanah akan menerima air berupa tetesan-tetesan yang debitnya tergantung kepada tekanan yang diberikan.

Tekanan yang diberikan umumnya rendah (1 sampai 3 atmosfer), dengan mengatur besarnya tekanan sistem irigasi ini mampu memberikan jumlah serta kecepatan pemberian air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Efisiensi pemakaian air dengan sistem irigasi tetes pada pertanaman sayuran dapat mencapai antara 90-100 persen, bila dilaksanakan dengan cermat, terampil dan beraturan.

Pemberian air pada tanaman disesuaikan dengan jenis dan umur tanaman, karena jenis dan umur tanaman menentukan perkembangan akar yang selanjutnya menentukan volume daerah perakaran. Pada irigasi tetes, hal ini sangat penting karena pemberian air hanya mencakup daerah volume perakaran dengan kadar air optimum.

Gambar 2 Jaringan Sistem Irigasi Tetes dalam Greenhouse

Pemukaan tanah tidak seluruhnya dapat dibasahi, akan tetapi hanya di sekeliling tanaman, secara gravitasi dan kapiler air dari penetes bergerak menembus profil tanah sehingga secara umum pertumbuhan akar tanaman cenderung terpusat di daerah dimana kondisi untuk mengabsorpsi air lebih besar. Bila pemberian air kurang dari volume daerah perakaran, akan menghambat perkembangan akar, Sebaliknya bila melebihi volume daerah perakaran, akan mengurangi efisiensi pemberian air atau terjadi pemborosan pemakaian air.

Keuntungan Irigasi Tetes

  1. Menghemat Ar
  2. Meningkatkan keseragaman pertumbuhan dan hasil tanaman; aerasi dan fluktuasi kadar air tanah relatif konstan karena pemberian air dilakukan secara sedikit demi sedikit, hal ini sangat menunjang untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.
  3. Mencegah erosi dan memperbaiki drainase tanah; penyimpanan air di dalam tanah sangat efektif karena pemberian air disesuaikan dengan kedalaman yang dibutuhkan.
  4. Dapat menekan pertumbuhan gulma; pada permukaan tanah yang kering gulma tidak dapat tumbuh, sehingga dapat menekan kerja penyiangan.
  5. Pemupukan dapat dilakukan melalui irigasi (fertigasi).
  6. Memerlukan Jumlah Tenaga Kerja Yang lebih Sedikit.

Kerugian Irigasi Tetes

  1. Mengeluarkan biaya lebih
  2. Pipa Saluran Air mudah tersumbat
  3. Pipa Muda rusak
  4. Perkembangan Akar menjadi terhambat

SUMBER

Sumarna, Agus. 1998.  Irigasi Pada Budidaya Cabai . Balai Penelitian Tanaman Sayuran : Bandung.

Direktorat Bina Produksi Hortikultura. 1998. Irigasi Mikro. Penerapan Irigasi Tetes. Jakarta: Direktorat Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian.

Ayers, R.S., & Westcot, D.W. (1976). Water Quality for Agriculture (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 29). Rome,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.