Jenis-Jenis Traktor dan Fungsinya

By | Agustus 1, 2020

Jenis-Jenis Traktor dan Fungsinya – Traktor merupakan kendaraan yang dibuat untuk membantu pekerjaan manusia khususnya dalam bidang pertanian atau perkebunan. Dengan menggunakan traktor akan membuat penggarapan lahan pertanian menjadi lebih efektif, baik itu dari segi tenaga ataupun biaya.

Sebagian orang mungkin hanya mengetahui jenis traktor yakni traktor yang digunakan untuk membajak sawah. Padah jika kita telisik lebih jauh traktor itu itu sendiri memiliki berbagai macam jenis.

Untuk membedakan jenis dan macam traktor itu dapat dilihat dari berbagai aspek. Seperti dari jenis pekerjaannya, kegunaan, bahan bakar yang digunakan, Seberapa besar tenaganya, berapa jumlah rodanya, dan Berdasarkan bentuk dan tempat pembuatanya

A. Jenis-jenis Traktor Berdasarkan Kegunaannya

General Purpose Tractor

Teraktor jenis ini di desain untuk mengerjakan pekerjaan yang bersifat umum (General), ciri khas traktor jenis ini ialah memiliki roda depan lebih kecil dan rendah dibandingkan dengan roda belakangnya.

Special Purpose Tractor

Traktor jenis ini memiliki fungsi khusus, seperti untuk pengolahan tanah, traktor khusus pertanian, untuk menyiram tanaman dan lain sebagainya. Traktor jenis ini memiliki ground clearance (jarak ke tanah) lebih tinggi jika dibandingkan dengan General Purpose Tractor.

Industrial Tractor

Sesuai dengan namanya traktor jenis ini banyak digunakan untuk keperluan industri, dan sebagian lagi digunakan untuk kegiatan pembangunan. Ciri khas traktor jenis ini ialah mempunyai kemampuan daya tari dan dorong yang besar.

Plantation Tractor

Traktor jenis ini banyak digunakan di lahan yang sudah banyak tanamanya. Dengan menggunakan Plantation Tractor akan mempermudah petani mengelolah tanah yang sudah banyak tanamannya. Selain itu, dapat juga digunakan pada lahan-lahan yang memiliki kemiringan tinggi seperti di perbukitan. Sebab, kontruksi pusat titik beratnya rendah. Ciri khas lainnya ialah memiliki pelindung atap dan dari segi tenaga yang dihasilkan cukup besar.

Garden tractor

Sesuai namanya traktor ini diperuntukan untuk kebun yang berguna untuk melakukan pekerjaan2 yang ringan, seperti memotong rumput.

B. Berdasarkan Jenis Roda Penggeraknya

Traktor roda crawler

  1. Low Ground Preassure Tractor (LGP)

Merupakan jenis traktor yang cocok digunakan untuk tanah yang lembab, Oleh sebab itu roda yang digunakan pada traktor ini mempunyai ukuran yang lebar dan besar,

Swam Crawler Tractor

Jenis traktor yang menggunakan roda krepyak yang kedua adalah swam crawler tractor. Traktor ini dikhususkan untuk bekerja di rawa-rawa yang memiliki ground pressure sebesar 0,5 kg/cm2.

Extra Swam Crawler

Traktor ini dirancang untuk tanah yang lebih lembek lagi dari kedua jenis traktor diatas, dengan memiliki groud pressure yang sangat kecil yaitu 0,25 kg/cm2.

Special Application Crawler Tractor

Jenis traktor yang satu ini dapat digunakan untuk menarik peralatan-peralatan pertanian yang berat.

Standard crawler traktor

Standard crawler traktor digunakan untuk meratakan atau menimbun tanah, biasanya digunakan pada saat pembukaan hutan. Karakteristik traktor ini bila dilihat dari ground pressurenya adalah memiliki 0,8 kg/cm2

Traktor Roda Karet (Ban)

Traktor Axle

Ciri khas traktor jenis ini ialah memiliki poros roda satu, artinya hanya mempunyai roda dua (satu disisi kanan dan kiri). Traktor ini biasa disebut dengan tangan yang umumnya memiliki daya kurang lebih 12,5 HP. Karena traktor tangan, maka pengemudi tidak naik di atas traktor, namun berjalan di belakang traktor.

Double Axle Three cycle tractor (traktor roda tiga)

Dauble axle three atau traktor roda tiga, biasanya digunakan untuk pekerjaan penanaman, pemeliharaan tanaman dan proses pemanenan. Untuk letak rodanya, terdiri dari dua roda dibelakang dan satu dibelakang.

Four wheel tractor (traktor roda empat)

Traktor roda empat mempunyai dua poros roda, yang satu di depan dan sisanya di belakang. Masing-masing poros disisi kanan dan kirinya terdapat roda. Jadi, total rodanya ada empat. Traktor semacam ini berguna untuk pengolahan tanah (pembajakan penggaruan).

Traktor beroda empat ini masih dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan daya yang dihasilkan, yait dapat dibagi menjadi dua. Mini traktor yang mampu menghasilkan daya 12,5 – 30 HP dan Traktor besar dengan daya yang lebih besar dari 30 HP.

Pada saat beroperasi, berat traktor roda bertumpu pada roda belakang sebesar 70 – 80 % dari berat totalnya (berat dinamis traktor). Sedangkan untuk roda depan 20 – 30 % dari berat totalnya.

C. Traktor Berdasarkan besar daya/tenaganya

Jika berdasarkan tenaganya, traktor dapat dibedakan menjadi :

  • Hand traktor : 3 Hp – 12 Hp
  • Mini traktor : 13 Hp – 40 Hp
  • Farm traktor : > 45 Hp

D. Traktor Berdasarkan Bentuk Dan Pabrik Pembuatnya.

Traktor Tangan

Seperti yang disinggung diatas, bahwa traktor tangan umumnya memiliki daya kecil yang kurang dari 12 HP, memiliki satu axle (poros roda) dengan jumlah roda dua. Para operator berdiri di belakang traktor untuk mengoperasikannya. Traktor inilah yang paling umum digunakan di Indonesia untuk membajak tanah.

Alat tambahan dapat dipasangkan di depan atau di belakang traktor. Penempatan alat maupun motor terhadap sumbu dibuat sedemikian rupa sehingga terjamin keseimbangannya.

Traktor beroda tunggal


Jenis traktor selanjutnya adalah traktor beroda tunggal, daya mesin akan disalurkan ke satu roda. Maka dari itu dibutuhkan titik tumpu sebagai poros keseimbangan, misalnya dengan menambah alat tambahan/gandengan. Pengemudi harus mampu mengatasi gaya-gaya bebas yang berasal dari traktor maupun alat tambahannya.

Mini Traktor

Mini traktor atau traktor merupakan traktor yang memiliki dua buah poros dengan roda berjumlah empat. Traktor ini memiliki ukuran yang kecil dengan panjang sekitar 1790 – 2070 mm, dan lebarnya 995 – 1020 mm.

Berat traktor mini ini sekitar 385 – 535 kg dengan mesin diesel dua silinder atau lebih, mesin ini mampu menghasilkan daya sekitar 13 – 40 HP. Mesin ini memiliki 6 kecepatan (verseneling maju) dan 2 kecepatan mundur. Kecepatan kerja mesin ini berkisar 0,94 – 4,79 km/jam dan kecepatan transport antara 7,54 – 13,3 km/jam.

Traktor jenis ini sudah dilengkapi dengan PTO (power take off), three point hitch (tiga titik penggandengan/sistem mounted). Pada umumnya konstruksi traktor mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya terdapat pada dayanya saja. Traktor jenis ini banyak dimiliki oleh petani.Jenis traktor ini dipergunakan untuk membedakan suatu traktor yang beberapa waktu yang lampau banyak dipakai untuk menarik beban saja.

Traktor Besar (Farm Traktor)

Traktor besar dicirikan sebagai traktor yang mempunyai dua buah poros roda (beroda empat atau lebih), panjangnya berkisar 2650 – 3910 mm, lebar berkisar 1740 – 2010 mm dan dayanya 45 HP ke atas. Dari segi harga, traktor ini memiliki harga yang sangat mahal, sehingga sangat jarang sekali dimiliki oleh perorangan apalagi di desa-desa.

Disamping itu penggunaannyapun kurang efisien mengingat bentuk petakan sawah yang relatif kecil. Traktor ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan perkebunan yanng mempunyai areal yang luas dan modal yang cukup besar.

Traktor Pembawa Implemen

Traktor pembawa implemen merupakan traktor yang memiliki kemampuan untuk dibebani alat-alat tambahan yang lebih berat, dalam kelompok ini termasuk traktor “sistem Fergusen” dan “traktor portal”.

Traktor Sistem Fergusen

Dibandingkan dengan jenis traktor lainnya traktor jenis ini terbilang telatif ringan. Pada jenis traktor yang dibangun rendah, kaki pengemudi bila duduk akan berada di kiri dan kanan bak persneling. Kemanpuan traksi diperbesar dengan menempatkan alat bobot tambahan di belakang traktor sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagaimana mestinya.

Traktor Portal

Traktor portal adalah traktor yang kedua roda gigi reduksi akhirnya ditempatkan satu di atas lainnya, sehingga terdapat kebebasan kolong yang besar.

Traktor lereng

Sesuai namanya, traktor jenis ini sangat cocok digunakan di medan yang memiliki kemiringan cukup curam seperti di lereng bukit, ciri khas traktor jenis ini ialah memiliki posisi setir dan mesin tetap tegak. hal ini disebabkan karena rodanya diposisikan secara parallelogram.

Sumber :

https://niagakita.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.