Cara Menentukan Pola Pengolahan Tanah

By | September 13, 2020

Dalam Sektor Pertanian tanah memegang peranan penting, jika tidak ada tanah tanaman tidak akan bisa hidup dengan baik. Mengelolah lahan pertanian juga tidak semudah yang dibayangkan, Anda pertama-tama harus mengelolah tanah terlebih dahulu agar tanaman yang akan ditanam dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan hasil penen yang diharpakan.

Dalam pengolahan tanah, Anda perlu menggunakan pola-pola tertentu. hal ini akan berdampak baik pada tanaman. Adapun tujuan utama menggunakan pola-pola ialah sebagai berikut :

1.  Lebih efisien, dengan menggunakan pola yang sesuai, diharapkan :

  • Waktu yang  terbuang pada saat pengolahan tanah (pada saat implemen pengolahan tanah diangkat) sesedikit mungkin
  • Lahan yang diolah tidak diolah lagi, sehingga diharapkan pekerjaan pengolahan tanah bisa lebih efisien.

2.  Lebih efektif

     Hasil pengolahan tanah (khususnya untuk pembajakan) bisa merata. Bagian lahan yang diangkat tanahnya akan ditimbun kembali dari alur berikutnya. Sehingga diharapkan pekerjaan pengolahan tanah bisa lebih efektif.

Ada beberapa macam pola pengolahan tanah yang disesuaikan dengan bentuk lahan dan jenis alat yang digunakan, yaitu :

  1. Pola tengah 
  2. Pola tepi
  3. Pola keliling tengah
  4. Pola keliling tepi
  5. Pola bolak balik rapat

Berikut ini penjelasannya :

Dalam melaksanakan pemrosesan tanah, penting memanfaatkan pola-pola tersendiri. Maksud dari skema pemrosesan tanah ini yaitu :

1. Semakin efektif, dengan memanfaatkan skema yang sesuai sama, dikehendaki :

Waktu yang terbuang ketika pemrosesan tanah (ketika implemen pemrosesan tanah diangkat) sesedikit barangkali

Area yang diproses tak diproses lagi, maka dikehendaki pekerjaan pemrosesan tanah dapat semakin efektif.

2. Semakin efisien

Hasil pemrosesan tanah (terutama buat pembajakan) dapat sama rata. Sisi area yang diangkat tanahnya bakal ditimbun balik dari aliran seterusnya. Maka dikehendaki pekerjaan pemrosesan tanah dapat semakin efisien.

Ada beberapa jenis skema pemrosesan tanah yang sesuai dengan bentuk area serta model alat yang dimanfaatkan, ialah :

Skema tengah

Skema pinggir

Skema keliling tengah

Skema keliling pinggir

Skema bolak balik rapat

Pemrosesan tanah pertama

Memproduksi tanah yaitu membalik serta menggemburkan susunan tanah biar berubah menjadi gembur, maka meringankan akar tanaman menghisap bagian hara. Aktivitas pemrosesan tanah sangat pengaruhi proses budidaya seterusnya. Pemrosesan tanah terus paling penting mempunyai arti, maka alamiah apabila perubahan dalam aktivitas ini terus dikerjakan biar diperoleh hasil yang semakin baik. Di dalam sebuah proses budidaya tanaman, sebelum dikerjakan penanaman umumnya dikerjakan pemrosesan tanah dengan maksud : Membuat keadaan fisik, khemis serta biologis tanah bertambah baik.

Buat mendapat hasil pemrosesan tanah pertama yang efisien serta efektif, dalam memproduksi tanah dibutuhkan skema pemrosesan tersendiri. Ada beberapa jenis skema pemrosesan tanah pertama (pembajakan) yang sesuai dengan bentuk area serta model alat yang dimanfaatkan.

Sejumlah skema pemrosesan tanah pertama (pembajakan), salah satunya :

Skema Tengah

Pembajakan dikerjakan dari tengah membujur area, setelah itu pembajakan ke dua dikerjakan pada sebalah hasil pembajakan pertama. Traktor diputar ke kanan serta bajak rapat dengan hasil pembajakan pertama. Pembajakan seterusnya lewat cara berputar-putar ke kanan hingga ke pinggir area.

Skema Tengah Skema ini sesuai buat area yang memanjang serta sempit. Dibutuhkan area buat berbelok (head land) pada ke dua ujung area. Ujung area yang tak terbajak itu, dibajak 2 atau 3 pembajakan paling akhir. Ujung area yang tak terbajak diproses lewat cara manual (di cangkul).

Aliran balik hasil pemrosesan Dengan skema ini bakal membuahkan aliran balik (back furrow), ialah aliran bajakan yang sama sama berhadap-hadapan kedua-duanya, maka bakal berlangsung penumpukkan lemparan hasil pembajakan memanjang ditengah-tengah jalan. Pada pinggir area aliran hasil pembajakan tak tertutup oleh lemparan hasil pembajakan.

Aliran Pada Pinggir Area

Skema Pinggir

Pembajakan dikerjakan dari pinggir membujur area, lemparan hasil pembajakan menuju luar area. Pembajakan ke dua pada segi seberang pembajakan pertama. Traktor diputar ke kiri serta bajak dari pinggir area dengan arah sebaliknya. Pembajakan seterusnya lewat cara berputar-putar ke kiri hingga ke tengah area.

PolaTepi Skema ini sesuai buat area yang memanjang serta sempit. Dibutuhkan area buat berbelok (head land) pada ke dua ujung area. Ujung area yang tak terbajak itu, dibajak 2 atau 3 pembajakan paling akhir. Ujung area yang tak terbajak diproses lewat cara manual (di cangkul). Dengan skema ini bakal membuahkan aliran mati (dead furrow), ialah aliran bajakan yang sama sama berdampingan kedua-duanya, maka bakal berlangsung aliran yang tak tertutup oleh lemparan tanah hasil pembajakan serta memanjang ditengah-tengah area. Pada pinggir area lemparan hasil pembajakan tak jatuh pada aliran hasil pembajakan.

Aliran Mati Skema Keliling Tengah

Pemrosesan tanah dikerjakan dari titik tengah area, berputar-putar sejajar segi area hingga ke pinggir area. Lemparan pembajakan menuju dalam area. Pada awal pemrosesan operator bakal merasakan kesukaran dalam membelokkan traktor.

Skema pemrosesan ini sesuai buat area yang bersifat bujur sangkar serta area tidak begitu luas. Dibutuhkan area buat berbelok pada ke dua diagonal area.area yang tak terbajak itu, dibajak pada 2 atau 4 pembajakan paling akhir. Tersisa area yang tak terbajak, diproses lewat cara manual dengan cangkul.

Skema Keliling Tengah

Skema Keliling Pinggir

Pemrosesan tanah dikerjakan dari satu diantara titik pojok area, berputar-putar ke kiri sejajar segi area hingga ke pinggir area. Lemparan pembajakan menuju luar area. Dalam akhir pemrosesan, operator bakal kesukaran dalam membelokkan traktor.

Skema keliling pinggir Skema pemrosesan ini sesuai buat area yang bersifat bujur sangkar serta area tidak begitu luas. Dibutuhkan area buat berbelok pada ke dua diagonal area.area yang tak terbajak itu, dibajak pada 2 atau 4 pembajakan paling akhir. Tersisa area yang tak terbajak, diproses lewat cara manual dengan cangkul.

Skema Bolak Balik Rapat

Pemrosesan dikerjakan dari pinggir satu diantara segi area dengan arah membujur. Arah lemparan hasil pembajakan ke luar. Sesudah tiba ujung area, pembajakan ke dua dikerjakan berimpit dengan pembajakan pertama. Arah lemparan hasil pembajakan ke dua dibalik, maka bakal isikan aliran hasil pembajakan pertama. Pembajakan dikerjakan dengan bolak balik hingga segi area.

Skema bolak balik rapat Skema ini pun sesuai buat area yang memanjang serta sempit, dibutuhkan area buat berbelok (head land) pada ke dua ujung area. Ujung area yang tak terbajak itu, dibajak pada 2 atau 3 pembajakan paling akhir. Tersisa area yang tak terbajak (pada ujung lahan), diproses lewat cara manual dengan cangkul

Skema ini cuma sesuai dikerjakan buat membajak yang bisa di ubah arah lemparan pembajakan. Skema ini juga dapat dikerjakan buat pemrosesan tanah ke dua dengan mesin rotari, lantaran dari hasil pemrosesannya tak terlempar ke samping.

Catatan :

Skema 1 hingga 4 dimanfaatkan buat model membajak yang hasil lemparan tanahnya ke kanan. Seandainya model membajak yang dimanfaatkan hasil lemparan tanahnya ke kiri, jadi arah putaran pembajakan dibalik. Seusai area siap buat diproses serta ditetapkan skema pemrosesan yang pas, jadi area mulai bisa diproses. Trik pemrosesan tanah pertama (pembajakan) dengan traktor yaitu sebagaimana berikut :

Buat batas-batas area yang bakal diproses serta tempat head land seandainya dibutuhkan

Traktor dibawa ke area serta di letakkan sama dengan skema yang dikehendaki

Mengatur gas serta urutan gigi persneling yang disarankan oleh pabrik. Karenanya begitu diminta biar operator membaca buku manual pengoperasian (manual)

Pembajakan mulai. Kedalaman pembajakan buat aliran pertama (ketika ke dua roda traktor belum masuk ke dalam aliran), tak usah sangat dalam.

Ketika berbelok, implemen diangkat

Pembajakan seterusnya dikerjakan lewat cara masukkan satu diantara roda ke aliran. Kedalaman pembajakan automatic bertambah dalam.

Dua hingga empat aliran paling akhir (terkait dari panjang traktor serta lebar kerja alat bajak), head land mulai dibajak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.