√ 10 Jenis ZPT Terbaik Untuk Padi Saat Ini

By | Mei 2, 2020

dewitani.com — Hasil panen yang maksimal tentunya menjadi dambaan bagi setiap petani padi. Untuk memperoleh hasil tersebut tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Kita harus melakukan perawatan dan pemupukan tanaman dengan baik. Selain kedua faktor tersebut, yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil panen padi ialah dengan memberikan Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT.

Ada banyak sekali zat pengatur tumbuh yang dijual di pasaran yang dapat Anda pilih untuk meningkatkan hasil panen padi. Berikut ini 18 ZPT yang dapat menjadi pilihan Anda untuk meningkatkan hasil produksi padi.

1. BIGEST 40 EC

Bigest 40 EC merupakan Zat Pengatur Tumbuh yang diperoduksi oleh PT Tanindo Intertraco yang dapat di gunakan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman padi. ZPT jenis ini termasuk fungisida sistemik yang berbahan aktif Asam Giberelat (GA4) 40 g/l. Yang berbentuk cair berwarna coklat.
Untuk Pengaplikasianya cukup semprotkan dengan dosis 57,14 ml perhektar. Ketika memasuki 30, 50, 70 Hari Setelah Tanaman.

2. Atonik 6,5 L

Kandungan Atonik 6,5 L

  • Natrium para-nitrofenol 3.0 g/l
  • Natrium orto-nitrofenol  2.0 g/l
  • Natrium 5 – nitroguaiakol  1.0 g/l
  • Natrium 2 – 4 dinitrofenol 0.5 g/l

Manfaat Atonik 6,5 L Untuk Tanaman 

  • Meningkatkan Kualitas, Jumlah dan Bobot pada buah
  • Pada tanaman padi, ZPT Atonik 6,5 L dapat mencegah bulir beras menjadi pecah.
  • Mempercepat pemulihan luka pada tanaman.
  • Dapat Menghambat perkembangan hama dan penyakit pada tanaman.
  • Mempercepat perkecambahan pada benih tanaman.

Untuk mengatasi bulir padi yang pecah, Anda dapat melakukan penyemprotan dengan ZPT ATONIK 6,5 L dengan dosisi 1 L untuk lahan seluas 1 hektar. Penyemprotan ini dilakukan ketika padi sudah memasuki fase primordia (bulir sudah matang susu). Selain itu, untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit cukup semprotkan tanaman padi dengan dosisi 1,5 liter ml untuk 1 liter air.

3. Cepha 480 SL

CEPHA 480 SL merupakan ZPT yang memiliki kandungan bahan aktif etefon 480 g/l. Zat pengatur tumbuh ini berbentuk larutan cair yang berguna untuk memaksimalkan jumlah malai pada tanaman padi.

Untuk Penggunaannya cukup semprotkan dengan dosis 0,5-1 ml/liter. Lakukan penyemprotan 7 hari setelah keluar malai.

4. Dekamon 22,43 L

Dekamon 22,43 L merupakan zat perangsang tumbuh yang bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan tunas-tunas baru, mengatasi kerontokan bunga dan buah pada tanaman. ZPT ini sangat bagus digunakan untuk tanaman padi, cabai, apel, kedelai.

ZPT Dekamon 22,43 L merupakan produk pabrikan dari PT Kalatham yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan akar, tunas, batang, daun, dan buah, serta mampu mencegah tanaman dari kerontokan bunga dan buah.

Zat Perangsang Tanaman Dekamon 22,43 L mempunyai empat bahan aktif utama  yakni Natrium 5 nitroguaiakol, Natrium 2.4 dinotrofenol, Natrium orto nitrofenol, Natrium para nitrofenol dan bahan-bahan aktif pendukung lainnya.

Manfaat ZPT Dekamon 22,43 L

  • Mempercepat pertumbuhan akar.
  • Meningkatkan tinggi dan ukuran tanaman.
  • Memperkuat batang tanaman.
  • Meningkatkan jumlah tunas baru.
  • Meningkatkan mutu dan kualitas padi
  • Meningkatkan bobot padi yang dihasilkan

Cara penggunaannya :

Untuk Pengaplikasianya ke tanaman. khususnya padi, Setidaknya memperlukan Dosisi Sebanyak 14 ml atau setengah tutup botolnya yang dicampurkan dengan air sebanyak 14 liter atau 1 tangki. Untuk waktu penyemprotannya idealnya dilakukan pada pagi hari yakni pada pukul 7 hingga 10. Waktu ini dipilih karena pada pagi hari stomata atau mulut daun terbuka sehingga ZPT yang diberikan akan cepat bereaksi setelah penyemprotan.

5. Explore 250 EC

Explore 250 Ec merupakan Zat Pengatur Tumbuh yang diperoduksi oleh PT. Dharma Guna Wibawa. Selain sebagai zat pengatur tumbuh, Explore juga berfungsi sebagai fungisida sistemik yang berwarna kuning kecoklatan yang berbentuk cairan pekat  yang bisa diemulsikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi sawah, cabai, tomat, bawang merah, jagung, kentang, jeruk, kacang panjang, kedelai, krisan, semangka karet, kelapa sawit, tembakau dan mangga.

Untuk penggunaanya dilakukan dengan cara penyemprotan dengan dosis 0,5 hingga 1 ml / Liter. Usahakan lakukan penyemprotan ketika tanaman sedang midbootong (40 hari setelah tanam) dan ketika padi sudah berbunga sebesar 70% (60 hari setelah tanam).

6. Flashmex 20 SL

Explore 250 Ec merupakan ZPT yang diperoduksi oleh PT Dyris Indonesia.ZPT ini mengandung bahan aktif Asam Giberelat 20 g/l, berbentuk larutan pekat yang mudah terlarut air. Zat Pengatur Tumbuh ini bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, mempercepat tinggi tanaman, meningkatkan jumlah anakan, meningkatkan panjang malai, meningkatkan jumlah gabah/malai, meningkatkan bobot 1000 butir.

Untuk Penggunaannya lakukan penyemprotan dengan dosis 5 ml untuk 10 liter air. Lakukan penyemprotan pada 30, 50 dan 70 hari setelah tanam.

7. Folicur 430 SC

Folicur merupakan fungisida sistemik yang memilii sifat protektif, kuratif, eradikatif dan zat pengatur tumbuh tanaman. Folicur 430 sc berbentuk cairan pekat yang berwarna abu-abuk kecoklatan .

Adapun keunggulan penggunaan Folicur ialah, Mampu mengendalikan penyakit utama pada tanaman padi, Membuat tanaman padi menjadi lebih sehat sehingga proses pengisian gabar menjadi sempurna, Gabah yang dihasilkan lebih bening dan bernas, Hasil panen meningkat , Rendemen beras tinggi, Beras utuh lebih banyak (meningkatkan kualitas beras), dan beras yang dihasilkan akan Lebih tahan lama.

Untuk penggunaanya lakukan penyemprotan dengan dosis 225-300 ml untuk lahan 1 hektar.

8. Polycom 70 Wg

Polycom 70 WG merupakan fungisida dan zat pengatur tumbuh tanaman yang berbentuk butiran berwarna coklat yang dapat didispersikan dalam air. Zat pengatur tumbuh ini mengandung bahan aktif metiram sebanyak 70 %.

Keunggulan Polycom :

  • Polycom mengandung 144 g/ kg unsur hara Zinc (Zn). Unsur hara ini berguna untuk membuat tanaman padi menjadi lebih sehat dan subur.
  • Memiliki fungsi ganda yakni sebagai fungisida dan pupuk tanaman.
  • Menjadi Anti Stress pada tanaman padi.
  • Meningkatkan jumlah anakan, bobot, jumlah malai dan hasil produksi padi.
  • Dapat mencegah penyakit hawar pelepah dan bercak daun padi.

Untuk pengaplikasiaannya cukup semprotkan ketanaman padi dengan dosis 2-4 g untuk 1 liter air.

9. Recor 250 EC

Recor 250 Ec merupakan fungisida sistemik dan Zat Pengatur Tumbuh yang berbentuk pekat, dan mengandungan bahan aktif difenokonazol sebanyak 250 g/l, yang memiliki kegunaan untuk mengendalikan penyakit penting pada tanaman padi.

Untuk pemakaiannya cukup disemprotkan ke tanaman padi dengan dosis 375-500 ml untuk lahan 1 hektar. Usahakan melakukan penyemprotan pada 45 dan 60 hari setelah tanam.

10. Nyekor 250 EC

Nyekor 250 EC merupakan fungisida sistemik dan zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan berwarna kuning kecoklatan untuk meningkatkan hasil panen dan mengendalikan penyakit bercak coklat Cercospora, pada tanaman padi, mengendalikan penyakit embun tepung Phodosphaera leucotricha dan bercak daun tanaman apel (lebel nyekor).

Kenapa fungisida ini dapat meningkatkan hasil panen/ menambah bobot padi? karena jika daunnya sehat atau tanamannya sehat tidak terkena bercak daun, busuk pelepah, embun tepung dan bercak ungu maka pengisian bulir padi menjadi maksimal/ penuh, sehingga akan menambah bobot padi. selain itu dengan fungisida nyekor ini Bulir padi akan menjadi Bening/ kinclong.

Anjuran aplikasi fungisida ini 2 kali, yaitu pada saat padi bunting Tua, sekitar umur padi 35 – 45 HST dan waktu aplikaai fungisida Nyekor yang ke 2 70-75 HST ketika padi keluar semua (meratak) agar padi kinclong. Untuk Aplikasinya bisa dicampur Insektisida (racun hama), Agar hama penghisap buah (Walang Sangit) nya mati dan bulir padinya berbobot dan kinclong. Penyemprotan seharusnya dipagi hari sekitar jam 9 pagi dan sore hari, boleh pakai perekat boleh juga dimpur gandasil atau sejenisnya.

Demikian lah ulasan singkat mengenai √ 10 Jenis ZPT Terbaik Untuk Padi Saat Ini, semoga dapat berguna dan menambah wawasan Kita semua..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.