Panduan Praktis Cara Menanam Dan Budidaya Tanaman Mahkota Dewa

By | Desember 8, 2019

Tanaman Mahkota dewa (Phaleria marcocarpa) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang berasal dari Papua. Tanaman ini banyak dikenal karena manfaatnya yang dapat mengobati berbagai penyakit. Dari beberapa penelitian menyatakan jika mahkota dewa memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Salah satunya kandungan Alkaloid yang bersifat detoksifikasi (mengurangi kadar racun di dalam tubuh), mengurangi kadar kolesterol, dan mengurangi penimbunan lemak pada pembuluh darah. Selain itu ada juga kandungan senyawa Polifenol berfungsi sebagai anti-alergi. Saponin bermanfaat sebagai antibakteri dan antivirus, meningkatkan kekebalan dan vitalitas tubuh, mengurangi kadar gula darah, serta mengurangi penggumpalan darah.

Selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tanaman ini juga dapat menjadi penghias pekarangan rumah Anda, tanaman ini akan membuat rumah Anda lebih sejuk dan rindang karena pohonnya yang dapat tumbuh besar. Keunggulan lain dari tanaman ini ialah perawatannya yang tidak terlalu sulit.

Oleh sebab itu tidak ada salahnya untuk menanam tanaman mahkota dewa.

Ciri-ciri Tumbuhan Mahkota Dewa

Klasifikasi Mahkota Dewa

Kingdom: Plantae

(tidak termasuk): Angiospermae

(tidak termasuk): Eudicots

(tidak termasuk): Rosids

Ordo: Malvales

Famili: Thymelaeaceae

Genus: Phaleria

Spesies: P. Macrocarpa

Tanaman mahkota dewa termasuk ke dalam tanaman berbatang kayu yang berbentuk silidris, tegap berdiri, berwarna kecoklatan, dengan permukaan batang kasar, tanaman mahkota dewa termasuk tanaman yang berumur panjang.

Sedangkan pada daunnya bertangkai pendek dengan bentuk yang cenderung lanset atau menjorong. Pada ujung dan pangkal daun terlihat runcing dengan tepian daun yang rata dan pertulangan menyirip, Permukaan daun cenderung licin dengan warna hijau tua. Daun tanaman mahkota dewa bertipe tunggal dan letaknya pada ranting saling berhadapan.

Buah mahkota dewa berwarna merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting.  Adapun bagian tanaman yang sering digunakan sebagai herbal adalah buahnya.Penggunaanya buah harus dikeringkan terlebih dahulu dan saat proses pengeringan, diusahakan tidak melukai atau merusak biji nya, karena bijinya berbahaya.

Syarat Tumbuh

Tanaman mahkota dewa dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi dengan ketinggian 10 hingga 1.200 Meter diatas permukaan laut. di daerah Asalnya papua tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman peneduh. Tanaman ini dapat mencapai tinggi hingga 3 meter dengan ukuran batang tidak terlalu besar.

Idealnya tanaman ini ditanam di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 1000-2500 mm/tahun, dengan suhu harian kurang lebih  20°C hingga 33°C dan kelembapan sekitar 70 % – 90 %. Sedangkan tanah yang baik untuk menanam mahkota dewa adalah tanah yang memiliki unsur hara cukup untuk pertumbuhan tanaman ini, dengan keasaman tanah kurang lebih 5 – 7,5.

Pengeolahan Tanah

Sebagaimana kebanyakan tanaman lainnya, untuk pertumbuhan yang maksimal Tanaman mahkota dewa mengendaki tanah yang gembur, subur dan ber-darinase baik. Tanaman ini dapat ditanam disemua jenis tanah. Sebelum memulai menanam terlebih dahulu lahan dicangkul atau dibajak.

Hal ini bertujuan agar tanah menjadi gembur dan mempermudah tanaman menyerap nutrsi yang ada di dalam tanah. Setelah areal tanam selesai dicangkul berikan pupuk kandang dengan takaran minimal 3 karung pupuk kandang untuk lahan 100 meter persegi disetiap lubang tanamnya. Setelah itu buatlah lubang dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm, diamkan lubang tanam kurang lebih selama 7 hari supaya lubang cukup tersinari matahari.

Pengadaan Bibit

Untuk memperbanyak tanaman mahkota dewa, dapat dilakukan dengan cara menggunakan biji dan dicangkokkan atau stek batang. Keunggulan dari menggunakan teknik stek batang ialah tanaman akan lebih cepat besar dan cepat berbuah sedangkan jika menggunakan teknik menanam biji memperlukan waktu lebih lama untuk berbuah dibandingkan dengan teknik stek batang.

Apabila Anda menanam dalam sekala kecil atau hanya untuk kebutuhan sendiri lebih baik menggunakan cara menanam biji karena lebih simpel dan tidak mengeluarkan biaya lebih.  Anda dapat menyemai terlebih dahulu di media semai seperti polybak atau pot hingga bibit bertunas. Tanaman mahkota dewa sudah dapat dipindahakan ke areal tanam setelah berumur kurang lebih 2 bulan atau sudah memiliki ketinggian rata-rata 10 cm – 15 cm.

Penanaman

Setelah bibit sudah memenuhi syarat untuk ditanam. Kemudian tanam di lubang yang sudah disiapkan tadi. Setelah tertanam semua siram hingga tanah menjadi basah.

Pemeliharaan Tanaman

Tanaman mahkota dewa merupakan tanaman yang tidak memperlukan perawatan yang sulit, yang terpenting Anda harus memenuhi ke-4 aspek dibawah ini :

Penyiraman

Diawal masa penanaman Anda perlu melakukan penyiraman secara rutin minimal 1 kali dalam sehari dan jika sudah berumur lebih dari 6 bulan Anda tidak perlu lagi melakukan penyiraman karena tanaman ini sudah dapat mencari air sendiri.

Pemupukan

Jika akan digunakan untuk obat herbal, lebih baik memberikan pupuk kandang atau pupuk alami. Hal ini bertujuan agar tidak mengurangi manfaat dan khasiat dari tanaman mahkota dewa. Adapun takaran pemberian pupuknya kurang lebih 30 gram per batangnya.

Penyiangan

Pembersihan gulma atau rumput-rumput liar perlu dilakukan jika di areal tanaman terlihat banyak gulma-gulam pengganggu. Lakukan penyiangan secara berkalai minimal 3 bulan sekali.

Pengendalian Hama

Hama yang sering menyerang tanaman mahkota dewa ialah ulat buah, belalang, kutu putih. Untuk penanganannya Anda dapat menggunakan pestisida alami.

Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan apabila buahnya sudah matang, ciri jika buah sudah matang ialah buah berwarna merah marun dau berbau manis.  Biasanya tanaman yang sudah berumur 60 hari buahnya sudah dapat dipetik.

Baca Juga :

√ Panduan Praktis Cara Menanam Daun Salam di Pot

15 Manfaat Buah Ciplukan dan Panduan Cara Mengolahnya

√ Panduan Praktis Cara Menanam Daun Sendok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.